Pemula
Strategi Perpetual Futures Crypto yang Umum Digunakan Trader
Perpetual futures menjadi salah satu instrumen favorit di pasar kripto karena kontraknya tidak memiliki tanggal kedaluwarsa dan bisa mengambil peluang baik saat harga naik maupun turun.
Agar lebih terarah, banyak trader menggunakan beberapa strategi dasar yang sudah cukup umum dipakai di crypto futures, khususnya perpetual. Berikut beberapa strategi yang sering digunakan.
Baca juga: Cara Kerja Perpetual Futures Crypto: Funding Rate dan Mekanismenya
Daftar Isi
1. Scalping
Durasi: Detik – Menit
Scalping berfokus pada keuntungan kecil yang diambil berulang kali dalam waktu sangat singkat. Trader mendapatkan keuntungan dari memanfaatkan celah liquiditas di order book, momentum harga sesaat setelah aksi beli besar di spot, atau perbedaan harga antar-exchange.
Strategi ini membutuhkan konsentrasi penuh dan eksekusi yang cepat. Cocok bagi yang bisa memantau layar secara intensif.
Leverage yang digunakan biasanya moderat (3x–10x) agar tidak terlalu rentan terhadap fluktuasi kecil.
2. Swing Trading
Durasi: 2 – 14 Hari
Swing trader biasanya mengambil posisi long atau short dan menahannya selama beberapa hari untuk menangkap pergerakan harga jangka menengah. Karena perpetual futures tidak punya tanggal kedaluwarsa, posisi bisa dibiarkan berjalan selama margin aman.
Trader bisa menggunakan analisis teknikal seperti Fibonacci retracement, moving average crossover, dan RSI divergence, dikombinasikan dengan katalis fundamental seperti upgrade jaringan atau rilis makro ekonomi untuk memanfaatkan pantulan harga dari level low ke high dan sebaliknya.
Karena durasinya yang tidak singkat, strategi ini tidak selalu memerlukan pemantauan konstan seperti scalping.
3. Trend Following
Durasi: Hari – Minggu
Trend following adalah strategi mengikuti arah tren utama pasar, baik saat bullish maupun bearish. Trader dapat membuka posisi searah tren yang sudah dikonfirmasi dan menahan posisi selama tren berlanjut.
Trader biasanya menggunakan indikator sederhana seperti Moving Average Crossover (EMA 9 x EMA 21), MACD, atau Fibonacci Retracement.
Strategi ini cocok saat pasar menunjukkan tren jelas karena memungkinkan target keuntungan lebih besar per trade dibanding scalping atau swing, namun tetap memerlukan disiplin. Penempatan stop loss, dan penggunaan trailing stop untuk mengunci profit dapat menjadi salah satu cara risiko saat trading dengan trend following.
4. Hedging
Durasi: Situasional
Hedging adalah strategi defensif yang bertujuan melindungi nilai portofolio dari pergerakan harga yang merugikan.
Caranya dengan membuka posisi berlawanan di pasar futures terhadap aset yang sudah dimiliki di spot. Misalnya, jika kamu memegang 1 BTC di spot dan khawatir harga turun jangka pendek, kamu bisa membuka posisi short BTC di perpetual futures dengan ukuran setara.
Jika harga turun, kerugian di spot dikompensasi oleh keuntungan dari posisi short futures. Strategi ini umum dipakai oleh long-term holder saat pasar menunjukkan sinyal bearish jangka pendek.
Baca juga: Leverage dalam Crypto Futures: Peluang dan Risiko
5. Range Trading
Durasi: Jam – Hari
Range trading sendiri merupakan strategi yang memanfaatkan pergerakan harga antara level support dan resistance. Trader membuka posisi long di dekat support dan short di dekat resistance untuk menangkap pergerakan harga layaknya pantulan bola dari atas ke bawah dan sebaliknya.
Strategi ini membutukan identifikasi zona harga yang jelas, konfirmasi pola candlestick, dan indikator seperti RSI atau stochastic untuk mendeteksi kondisi overbought/oversold.
Keunggulannya adalah frekuensi peluang yang relatif tinggi saat pasar tidak trending, namun risiko termasuk false breakout
6. Funding Rate Arbitrage
Durasi: Berkelanjutan
Ini adalah strategi lanjutan yang memanfaatkan mekanisme funding rate perpetual futures. Saat funding rate positif tinggi (artinya banyak trader long), trader bisa membuka posisi short di perpetual futures sekaligus membeli aset di spot, sehingga menerima pembayaran funding rate tanpa eksposur arah harga.
Strategi ini populer di kalangan trader institusional karena menghasilkan yield yang relatif konsisten, terlepas dari naik-turunnya harga. Namun memerlukan modal yang cukup besar dan pemahaman mendalam tentang dinamika funding rate.
Itu dia beberapa contoh strategi dasar crypto perpetual futures yang sering digunakan oleh para trader. Apa pun pilihanmu, pastikan untuk selalu berhati-hati dalam mengambil keputusan trading, dan pastikan menggunakan exchange resmi seperti Tokocrypto yang telah terdaftar resmi, serta berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Investasi dan trading crypto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!
DISCLAIMER: Investasi aset crypto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda.
Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

