Connect with us

NFT

Kenalan dengan Decentraland, Salah Satu Proyek Metaverse

Published

on

logo decentraland

Belakangan ini, kata ‘metaverse’ semakin sering terdengar di berbagai platform, mulai dari digital hingga yang nondigital sekalipun. Sudahkah Anda paham tentang apa itu metaverse? Jika belum, metaverse adalah dunia realitas virtual yang dihuni oleh banyak orang dalam bentuk avatar. Di metaverse, Anda bisa melakukan berbagai macam aktivitas seperti halnya dalam dunia nyata, misalnya rapat rutin dengan kolega perusahaan, membeli baju, berinvestasi, dan sebagainya. Salah satu proyek metaverse yang saat ini cukup santer terdengar yaitu Decentraland. 

Lantas, mengapa proyek ini istimewa dibandingkan proyek metaverse lainnya? Simak ulasan selengkapnya berikut ini!

Apa itu Decentraland?

getting startend in decentraland

Source: https://www.coindesk.com/learn/getting-started-in-decentraland/

Decentraland adalah platform 3D VR yang berjalan di dalam jaringan blockchain Ethereum. Seperti yang telah dijelaskan di atas, Sebagai salah satu proyek metaverse yang memungkinkan para penggunanya untuk melangsungkan berbagai kegiatan dalam dunia nyata, seperti membeli lahan, menciptakan identitas virtual, dan sebagainya.

Platform yang mengedepankan konsep desentralisasi ini diluncurkan pada tahun 2015 oleh Esteban Ordano dan Ariel Meilich di bawah naungan The Decentraland Foundation. Seiring perkembangannya, tim di balik proyek ini juga meluncurkan Decentralized Autonomous Organization (DAO) yang memungkinkan para penggunanya untuk ikut serta dalam “mengatur” proyek metaverse satu ini.

Apa Yang Membuat Decentraland Istimewa?

Sebagai salah satu realisasi proyek metaverse, Decentraland punya tempat istimewa di hati para penggunanya. Selain karena perkembangannya yang semula hanya berupa perdagangan aset real estate virtual dan kini semakin interaktif lewat berbagai fitur yang tersedia bagi pengguna, Menjadikan salah satu platform yang punya track record pertumbuhan cukup mengagumkan.

Mengutip Capital.com, per 6 Desember 2021 lalu, kapitalisasi pasar yang telah mencapai angka 6,8 USD. Pertumbuhan penjualan NFT (Non-fungible Token) selama 30 hari terakhir juga disampaikan berhasil naik sebesar 417 persen menjadi 41,5 juta USD. Jumlah yang mengagumkan, bukan?

Selain pertumbuhan angka transaksi, perkembangan platform ini juga bisa menjadikannya semakin spesial. Pasalnya, proyek ini merupakan platform 3D VR pertama yang memungkinkan para pemilik lahan untuk menjalin komunikasi dengan calon pembeli atau pemilik lahan berikutnya yang menjadikan proyek metaverse ini semakin interaktif.

Bagaimana cara kerja Decentraland?

Sebagai pengguna, Anda bisa mulai dengan membuat identitas virtual lewat avatar, membeli pakaian yang sesuai, sebelum akhirnya berwisata di dunia virtual ini. Anda bisa membeli sepetak lahan (LAND) sebagai permulaan dan mendapatkan hak sepenuhnya atas tanah tersebut. Sama seperti di kehidupan sebenarnya, lahan yang sudah Anda beli pun bisa didirikan bangunan. Anda pun bisa lho memiliki beberapa LAND yang disebut dengan ESTATE.

pembuatan avatar

Source: https://www.coindesk.com/learn/getting-started-in-decentraland/

Dari sana, Anda bisa mengadakan konser musik atau pameran kesenian dengan menjual tiketnya dalam platform yang sama. Umumnya, para pengguna berlomba-lomba mempercantik LAND miliknya agar bisa mengundang banyak pengunjung. 

Namun, jika Anda ingin menjual atau menyewakan LAND kepemain lain, juga bisa kok! Dengan demikian, Anda dapat menghasilkan uang seperti ketika Anda bekerja di dunia nyata. Bedanya, alat jual-belinya menggunakan aset kripto yang lebih dikenal dengan sebutan “MANA”. 

Baca juga: 5 Kripto Metaverse Terbesar Saat Ini

Seperti yang telah dijelaskan secara singkat di atas, Decentraland pun dibagi ke dalam beberapa wilayah, yaitu: 

  1. LAND

Pertama, Anda bisa melakukan berbagai aktivitas di LAND. LAND adalah tempat Anda melakukan berbagai macam aktivitas. Anda bisa membeli lahan, berkomunikasi dengan para pemilik lahan, mengadakan konser musik, dan sebagainya. LAND yang tersedia  pun terbatas jumlahnya, yaitu hanya 90.601 saja. Mengutip Business Insider, harga LAND termurah saat ini senilai 11000 USD.

  1. Distrik

Sementara itu, terdapat pula wilayah yang disebut distrik. Distrik adalah wilayah yang menggandeng para seniman dari berbagai bidang, untuk membangun toko baju, acara peragaan busana, dan sebagainya. Mudahnya, distrik adalah beberapa LAND yang bergerak sesuai dengan industri dan temanya masing-masing, mulai dari Vegas City, Dragon City, hingga Fashion Street. Fashion Street menjadi salah satu distrik terlaris.

  1. Plaza

Selain itu, Decentraland juga memiliki sebuah tempat berupa LAND yang tidak diperjualbelikan dan dijadikan tempat bagi para pemain untuk berkumpul yang dikenal dengan sebutan Plaza. Dikarenakan berperan sebagai main lobby, Plaza memang ada bukan untuk dijual, dibeli, hingga dihilangkan dari platform.

  1. DAO

Terakhir, ada DAO, manajemen yang memungkinkan pengguna untuk memiliki hak suara guna mengembangkan platform ini. Menariknya, DAO telah dipersenjatai dengan teknologi smart contract, sama seperti berbagai items yang dijual dalam jaringan blockchain. Syarat yang harus Anda penuhi adalah Anda mengantongi sejumlah koin wMANA untuk satu hak suara, atau memiliki LAND dan ESTATE untuk 2.000 unit hak suara.

Lalu, bagaimana cara jual-beli aset Decentraland?

Bagaimana Cara Jual-Beli Aset di Decentraland?

Jangan khawatir, karena Anda bisa menjual dan membeli aset dalam game dengan mengunjungi marketplace resmi Decentraland. Selayaknya marketplace NFT pada umumnya, di marketplace ini Anda bisa menjual, membeli, hingga bertukar aset. Mulai dari LAND, kostum untuk avatar, username, hingga peralatan serta perabotan yang bisa Anda gunakan untuk mempercantik LAND yang Anda punya. Perlu diingat, setiap aset yang Anda miliki merupakan NFT, ya, jadi Anda adalah pemilik aset tersebut seutuhnya.

decentraland marketplace

Source: https://market.decentraland.org/

Baca juga: Apa itu The Sandbox Game? Simak Selengkapnya Disini

Manfaat token MANA

token mana

Seperti yang sudah dijelaskan di awal, Decentraland dijalankan dengan menggunakan koin MANA atau yang juga dikenal dengan sebutan utility token. Jadi, jika Anda tertarik bergabung, pastikan Anda memiliki sejumlah token MANA terlebih dahulu di wallet Anda, ya. Sebab, Anda hanya bisa melakukan transaksi jual beli dalam dunia realitas virtual Decentraland ini menggunakan MANA. 

Selain menjadi koin yang dipakai untuk bertransaksi disini, koin MANA juga bisa menjadi salah satu aset investasi Anda. Pasalnya, harga koin ini juga pernah mengalami kenaikan hingga 500 persen beberapa saat setelah Facebook mulai mengganti nama perusahaannya menjadi Meta.

Per tanggal 13 Mei 2022, tercatat harga MANA per kepingnya adalah 1.11 USD atau sekitar Rp16.255,95. Volume perdagangan yang dicatat oleh MANA dalam 24 jam terakhir sebesar 1,139,199,575. Angka ini menunjukkan tren positif setelah seminggu ke belakang MANA sedang kembali bangkit dari keterpurukannya.

Jadi, itulah penjelasan mengenai Decentraland, proyek Metaverse yang menarik dan sangat potensial. Anda bisa mulai mencoba bergabung di dunia realitas virtual ini dengan membeli koin MANA di Tokocrypto, ya. Jika Anda masih ingin menyelami seluk-beluk dunia NFT, Anda bisa langsung gabung di TokoMall. Ikuti juga informasi selengkapnya seputar NFT di komunitas TokoMall di Discord dan Telegram!

Blockchain

Riset: Industri NFT Bakal Tetap Tumbuh, Meski Bear Market

Published

on

ilustrator nft

Industri NFT dikhawatirkan akan mengalami penurunan pertumbuhan di saat market aset kripto diketahui sedang lesu. Namun sebuah laporan riset terbaru, menyebutkan sektor NFT masih dapat tumbuh, meski industri kripto sedang bear market.

Laporan terbaru dari perusahaan akutan publik, Deloitte bersama Credit Suisse Research Insititute menjelaskan industri NFT masih akan terus tumbuh ke depannya, terlepas dari penurunan pasar yang terjadi saat ini. Namun, dari data saat ini, pasar NFT sedang mengalami penurunan, jika dibandingkan dengan loncatan drastis yang terjadi di tahun 2021.

Total volume transaksi di kuartal pertama 2022 menurun menjadi hampir US$ 17 miliar, tapi masih jauh di atas volume pada periode yang sama tahun lalu. Jumlah transaksi NFT juga turun cukup drastis sejak mencapai puncaknya di kuartal ketiga 2021.

Menurut laporan itu, ada banyak faktor yang memengaruhi fluktuasi pasar NFT. Salah satunya sentimen investor yang melemah akibat guncangan situasi geopolitik global yang sedang terjadi.

ilustrasi stok nft
Ilustrasi NFT.

Baca juga: Apa Itu Web3: Konsep Baru Internet di Masa Depan

Meski begitu, Deloitte memprediksi sektor NFT akan terus berkembang dalam hal popularitas dan keberagaman, dan yang lebih penting, di atas basis fundamental ketimbang sebatas pertumbuhan spekulatif seperti yang terjadi tahun lalu. Di sisi lain, ekosistem metaverse play-to-earn (P2E) menciptakan peluang bagi kripto asli untuk menghasilkan uang terlepas dari kondisi pasar.

Seperti yang telah kita lihat dari siklus pasar sebelumnya, ekosistem kripto selalu kembali. Mengikuti tren saat ini, NFT dan metaverse tampaknya menjadi DApps yang paling disukai di era ini. Tahun lalu, NFT mencatat penjualan lebih dari US$ 25 juta sementara penilaian metaverse meroket hingga lebih dari US$ 1 Miliar.

Kategori NFT

Laporan Deloitte membagi NFT menjadi lima kategori: Crypto art, Collectible, Gaming, Metaverse dan Utility. Pertama, NFT Collectible mengacu pada aset-aset NFT berupa avatar yang umumnya dikoleksi untuk membentuk suatu komunitas atau digunakan dalam video game dan olahraga merupakan salah satu segmen yang populer di kategori ini.

Di posisi kedua ada NFT Gaming dengan volume transaksi sebesar US$ 5,17 miliar. Contoh NFT yang masuk kategori ini adalah senjata atau equipment di game RPG, maupun skin eksklusif buat karakter. Kategori ketiga, NFT Crypto art, dengan proyek-proyek artistik yang terjual dengan harga fantastis, semisal NFT bikinan Beeple yang laku US$ 69 juta pada bulan Maret 2021.

ilustrasi nft marketplace
Ilustrasi NFT.

Baca juga: Memahami Aset Kripto, NFT dan Gagasan “Greater Fool Theory”

Posisi keempat dan kelima ditempati oleh kategori NFT Metaverse dan Utility, masing-masing dengan volume transaksi di kisaran setengah miliar dolar AS. Kategori metaverse umumnya tak hanya mengacu aset NFT yang merepresentasikan lahan virtual, melainkan juga pakaian dan aksesori untuk mendandani avatar di dunia virtual.

Kategori NFT utility mengacu pada aset yang berfungsi sebagai nama domain, tiket konser, maupun kode akses ke konten eksklusif. Data dari NonFungible.com, tercatat kategori collectible adalah yang terbesar volume transaksinya, dengan angka mencapai US$ 8,47 miliar per akhir 2021 lalu.

Dari kelima kategori tersebut, NFT Gaming adalah yang paling likuid, jika ditinjau dari segi jumlah pemilik, wallet, dan jumlah transaksi. Harga rata-rata NFT Gaming berada di kisaran US$ 200, sementara harga rata-rata NFT Metaverse dan Crypto art bisa mahal menembus angka US$ 3.500.

Melihat fundamental ini, beberapa analis memperkirakan bahwa NFT dan metaverse tidak hanya akan bertahan di bear market, tetapi juga berkembang setelah pembalikan terjadi. Bagaimanapun, seni secara historis merupakan lindung nilai inflasi yang baik. Pergerakan crypto bull berikutnya kemungkinan akan didominasi oleh NFT dan dunia metaverse P2E yang menawarkan insentif yang besar.

Baca juga: Ini 5 Game NFT Gratis yang Dapat Memberi Keuntungan

Continue Reading

NFT

Pahami Pengertian Ilustrasi Digital dan Perkembangannya dalam NFT

Published

on

contoh ilustrasi digital

Aset kripto berupa non-fungible token atau yang biasa disingkat NFT sangat identik dengan karya seni yang dihasilkan melalui teknik ilustrasi digital. Berbagai karya seni NFT yang terkenal seperti Bored Ape Yacht Club, merupakan karya seni digital yang kemudian diproses menjadi aset kripto NFT melalui proses minting.

Lantas, apa yang dimaksud dengan ilustrasi digital? Bagaimana proses pertemuannya dengan NFT? Baca terus artikel ini, yuk!

Baca juga: Bored Ape, Monkey NFT yang Punya Harga Fantastis. Kenapa Mahal ya?

Apa itu Ilustrasi Digital?

ilustrasi digital adalah teknik menggambar yang memanfaatkan perangkat lunak komputer (software) untuk menghasilkan sebuah karya dalam bentuk gambar. Teknik ini berbeda dengan cara konvensional yang memanfaatkan media fisik seperti kertas dan cat kuas untuk menghasilkan sebuah ilustrasi.

Dengan adanya teknologi yang mendukung digitalisasi karya seni ilustrasi, para kreator dan artis mendapatkan banyak manfaat dan peluang baru untuk menjelajahi berbagai gaya baru dalam membuat karya mereka. Karya digital satu ini menghasilkan berbagai teknik baru dalam membuat karya seni yang mana memanfaatkan berbagai perangkat lunak dan perangkat keras komputer.

Ragam Gaya Karya Seni Ilustrasi Digital

Ilustrasi digital dengan teknik freehand memungkinkan para seniman untuk menghasilkan komposisi gambar yang lebih kompleks. Ada berbagai jenis gaya gambar yang digandrungi oleh banyak artis, yaitu:

1. Komikal

Sebuah buku komik terdiri dari beberapa adegan yang dibagi ke dalam panel-panel. Sebuah panel dilengkapi dengan teks narasi dan dialog yang ditampilkan dengan kontainer berbentuk balon. Komik dapat dibuat dengan teknik ilustrasi digital di mana adegan digambar dengan komposisi sesuai keinginan sang seniman komik atau biasa disebut komikus.

2. Realisme

Realisme merupakan salah satu gaya ilustrasi digital modern yang cukup populer di kalangan para seniman. Ciri khas dari realisme adalah kecenderungan gambar yang sangat mirip dengan objek nyata dengan detail-detail dan komposisi kompleks, yang bertujuan untuk merepresentasikan keadaan dunia nyata dan bentuk manusia semirip mungkin.

3. Ilustrasi Flat

Gaya ilustrasi digital ini menduduki puncak tren desain di tahun 2020 seiring dengan kehadiran NFT dan masih bertahan hingga saat ini. Berbagai brand mengadopsi gaya ilustrasi flat hampir di setiap platform komunikasi visual mereka seperti logo, aplikasi, situs web, ilustrasi, dan lain-lain.

Memiliki ciri khas yakni gambar dua dimensi dengan detail yang sedikit, Para seniman ilustrasi digital flat lebih mementingkan perspektif yang menarik dan pergerakan yang unik untuk menciptakan gambar yang memiliki makna dan terlihat ‘hidup.’

Ilustrasi Digital dan Pasar NFT

Tidak sekadar menghasilkan karya, kehadiran teknologi ilustrasi digital juga memberikan kesempatan bagi para seniman untuk memasarkan karya seni mereka dengan cara baru. Sebab, NFT merupakan token digital yang tersimpan dalam jaringan blockchain yang menjadikan sebuah karya menjadi unik dan tidak dapat diduplikasi.

Ilustrasi digital cenderung digandrungi oleh para kreator dan artis yang ingin memasarkan karya seni mereka di pasar NFT karena output yang dihasilkan dari teknik menggambar ini berbentuk digital yang mana mempermudah proses minting

ilustrasi digital blake katryn

Source: OpenSea – Blake Kathryn

Secara global, sudah banyak nama-nama ilustrator yang berhasil menjual karya seni miliknya ke dalam bentuk NFT. Sebut saja Blake Kathryn, ilustrator yang menjual beragam ilustrasi digital dan seni visualnya dalam bentuk NFT. Saat ini, koleksi NFT miliknya mencatat floor price di angka 1,444 ETH yang senilai dengan 1630 USD, lho! Salah satu keping NFT termahal miliknya berjudul “Onye Nota Bust #4/25”.

karya ilustrasi digital e merlin murray

Source: E Merlin Murray – “Madame Sofia’s Oracle Of Wisdom”

Selain itu, ada juga seniman bernama E Merlin Murray yang juga berhasil menjadikan ilustrasi digital miliknya ke dalam bentuk NFT. Bahkan, ia telah merilis lebih dari satu proyek proyek NFT, lho! Antara lain “Madame Sofia’s Oracle Of Wisdom” yang terdiri dari 8888 keping, lalu “Space Goats On Acid”, dan terakhir ada “Satoshi Faces”. Masing-masing proyek tersebut memiliki ciri khas dan gaya ilustrasi yang berbeda dan unik, sukses menarik perhatian banyak penikmat seni.

Baca juga: Simak Panduan Cara Membuat dan Menjual NFT yang Mudah Berikut!

Bagaimana Cara Membuat NFT dari Ilustrasi Digital?

profil kreator nft dhany pratama

Source: TokoMall – Dhany Pramata

TokoMall melakukan wawancara eksklusif dengan beberapa seniman dan ilustrator asal Indonesia yang saat ini juga terjun ke dunia NFT. 

Dhany Pramata adalah seorang seniman ilustrasi kartun asal Indonesia yang karyanya terkenal di media sosial Instagram dan Twitter. Dirinya menjelaskan bahwa riset pasar merupakan proses yang sangat krusial sebelum memutuskan untuk terjun ke dunia NFT.

“Kita benar-benar harus tau siapa target pembeli karya-karya kita. Nah, banyak kasus beberapa kreator yang memulai NFT tanpa riset, akhirnya mereka stuck,” ungkap Dhany yang kerap disapa dengan ‘Bang Dhan’.

profil kreator nft heyapriliaa

Source: TokoMall – Heyapriliaa

Heyapriliaa, seorang ilustrator yang juga terjun ke dunia NFT dan memasarkan hasil karyanya di TokoMall memaparkan bahwa riset dapat dilakukan dengan memerhatikan jenis karya seni NFT yang laku di pasaran, serta memiliki kemampuan untuk memetakan karakteristik kolektor NFT.

Baca juga: Penting dan Tak Boleh Terlewat, Inilah Cara Riset Pasar bagi Para Creator

Setelah melakukan riset pasar, langkah selanjutnya adalah membuat karya seni yang nantinya akan dijadikan aset kripto berbentuk NFT. 

profil kreator nft isa panic monsta

Source: TokoMall – Isa Panic Monsta

Isa Indra Permana, seorang ilustrator yang mengusung tema musik, mitologi, dan kehidupan sehari-hari pada karyanya menuturkan proses eksekusi membuat karya seni langsung dilakukan tanpa perlu membuat sketsa karena ide akan mengalir dengan sendirinya seiring proses membuat karya. 

Namun, berbeda dengan karya bertema khusus, dirinya memulai proses awal yakni membuat checklist untuk keseluruhan karya yang akan menjadi sebuah series.

Seorang kreator harus memilih platform untuk memasarkan karya seni berbentuk NFT mereka. Dhany Pramata menjelaskan bahwa dirinya memilih pasar NFT lokal karena menyesuaikan jenis konten yang ia buat yang mana sangat berkaitan erat dengan kebiasaan dan budaya masyarakat Indonesia.

Promosi juga menjadi proses eksekusi yang penting bagi seorang kreator agar karya seni mereka dikenali oleh khalayak dan menjangkau pasar yang meminati karya mereka. Salah satu mekanisme promosi yang kerap dilakukan adalah melalui media sosial. Kolektor NFT biasanya memantau perkembangan seputar dunia NFT di Twitter atau Instagram.

Cara lain untuk mempromosikan diri dan karya seni NFT adalah melalui komunitas. Tidak sekadar mempromosikan karya seni, para anggota komunitas sering berdiskusi dan saling memberikan informasi terkait dunia NFT. Ada berbagai komunitas NFT yang mana terbuka bagi para kreator dan kolektor untuk bergabung.

Bagi kamu para kreator dan artis yang ingin menjual karyamu dalam bentuk NFT, yuk bergabung menjadi Official Partner (Kreator) dari TokoMall. Kalau kamu kolektor yang suka mengoleksi karya seni NFT, kamu bisa membeli NFT dari berbagai seniman NFT terkemuka di TokoMall dengan mendaftar sebagai Creator (Kolektor). Biar nggak ketinggalan berita seputar NFT, join juga komunitas Discord atau Telegram TokoMall, ya!

Continue Reading

NFT

Portofolio adalah Kumpulan Karya.  Apa yang Perlu Diketahui Pemula?

Published

on

Bagi para seniman, desainer grafis, dan artis visual, menunjukkan hasil kerja mereka sangatlah penting. Maka dari itu, untuk menunjukkan karya-karya yang telah mereka hasilkan, diperlukan portofolio. Pada dasarnya, portofolio adalah kumpulan hasil pekerjaan atau karya yang dilakukan oleh seorang pekarya. 

Kumpulan hasil karya atau portofolio ini bisa ditunjukkan melalui format daring maupun luring. Karena pesatnya perkembangan teknologi hari ini, menunjukkan karya seorang pekerja seni visual melalui platform online sangatlah perlu. Mengapa portofolio online begitu perlu bagi seniman hari ini? Yuk, kita bahas!

Apa itu Portofolio?

Sebelumnya, kita sudah menjelaskan mengapa para pekerja kreatif di bidang visual butuh menunjukkan karyanya melalui portofolio online. Hal ini dikarenakan, Portofolio adalah kumpulan hasil karya seseorang yang nantinya akan dijadikan pertimbangan bagi orang lain yang akan menggunakan jasa atau membeli karya mereka. Dengan portofolio ini, seorang pekarya tak hanya bisa menunjukkan hasil pekerjaannya, namun juga bisa menjadi salah satu cara untuk memiliki daya tawar terhadap klien atau orang yang akan menggunakan jasanya.

Apa Beda CV dan Portofolio?

Beberapa orang masih belum tahu apa perbedaan antara Curriculum Vitae atau CV dengan Portofolio. Pasalnya, keduanya sama-sama penting, terlebih untuk Anda yang ingin melamar pekerjaan atau ingin menunjukkan hasil kerja Anda. Ada beberapa perbedaan yang signifikan antara keduanya, di antaranya:

Isi atau Konten

Hal pertama yang membedakan antara CV dengan portofolio adalah dari segi konten atau isinya. Apabila portofolio adalah kumpulan hasil karya seseorang, Curriculum Vitae merupakan informasi yang diberikan oleh sang pemberi CV yang memberitahukan tentang pengalaman kerja, latar pendidikan dan juga pengalaman lainnya yang berhubungan dengan bidang yang ditekuni secara lengkap. Ditambah lagi, di dalam CV terdapat kontak berupa surel ataupun nomor ponsel. 

Fungsi 

Selain itu, yang membedakan CV dengan portofolio adalah fungsinya. Fungsi dari CV adalah untuk menarik minat para perekrut. Sedangkan, portofolio adalah untuk membuktikan bahwa seorang kandidat memiliki nilai di mata perekrut atau klien.

Kelengkapan Data

Perbedaan lain yang bisa kita lihat antara keduanya adalah dari kelengkapan datanya. Meski dalam CV para kandidat harus menunjukkan informasi secara lengkap, mereka harus menunjukkannya dengan singkat. Sementara itu, semakin banyak hasil karya yang ditunjukkan para pekarya dalam portofolionya, semakin tinggi peluang kerja atau diterima oleh klien.

Bagaimana cara membuat portofolio?

Tentu untuk menunjukkan hasil karya Anda, ada beberapa cara yang perlu Anda lakukan agar klien atau perekrut bisa tertarik dengan Anda. Berikut beberapa cara yang bisa Anda implementasikan untuk menunjukkan portofolio Anda.

Menggunakan media sosial

Seperti yang kita ketahui, media sosial kini semakin berkembang. Di sini Anda tak hanya bisa berinteraksi dengan orang lain, namun bisa menunjukkan karya Anda. Platform seperti Instagram memungkinkan Anda menunjukkan hasil karya seni visual dengan mudah. 

Menggunakan situs untuk portofolio online

Bagi para pekarya visual, Anda bisa menggunakan situs-situs seperti Behance untuk menunjukkan hasil karya Anda. Di samping itu, dengan mengunduh hasil karya Anda ke situs tersebut, klien atau perekrut bisa dengan mudah mencari hasil karya Anda.

Menggunakan situs marketplace NFT

Di era Web3 yang kini sedang berkembang, NFT bisa menjadi tempat untuk Anda yang ingin menunjukkan hasil karya Anda. Tak hanya itu saja, Anda bisa menjual secara langsung hasil karya Anda. 

Situs tempat membuat portofolio online

Selain itu, sudah banyak website yang bisa digunakan untuk para pekarya untuk menunjukkan karya mereka, seperti Instagram, Behance, dan masih banyak lagi. Ditambah lagi, di era Web3 di mana sistem blockchain sudah semakin berkembang, para seniman visual juga bisa menjadikan NFT sebagai portofolio untuk hasil-hasil karya mereka. Berikut situs untuk Anda yang ingin membangun portofolio online Anda:

1. Instagram

Siapa yang tidak kenal dengan media sosial satu ini. Tak hanya sebagai tempat orang-orang untuk memamerkan foto-fotonya, Instagram kini bisa menjadi tempat para pekarya atau seniman visual untuk menunjukkan hasil karyanya.

2. Dribble

Dribble merupakan salah satu situs yang memungkinkan para desainer grafis, ilustrator atau seniman visual bisa menunjukkan hasil karyanya. Terlebih lagi, Dribble menyediakan layanan portofolio online dengan gratis.

3. Tokomall.io 

Sistem blockchain tak hanya memungkinkan Anda untuk berinvestasi aset kripto, namun juga memudahkan Anda dalam menjual karya seni Anda melalui NFT. Salah satu tempat untuk menjual NFT Anda adalah Tokomall. Tokomall adalah marketplace NFT pertama di Indonesia. Dengan menjual hasil karya Anda di Tokomall, Anda tak hanya mendapatkan pundi-pundi dengan menjual hasil karya Anda, namun juga bisa dijadikan portofolio online.

4. Behance

Situs ini tidak asing lagi bagi para desainer ataupun ilustrator. Hal ini disebabkan oleh komunitas desainer yang besar di situs ini. Dengan demikian, Anda tak hanya bisa memamerkan hasil karya Anda, namun juga bisa berjejaring dengan seniman lainnya. 

Contoh Portofolio Desain

Portofolio Desain Grafis: 

contoh portfolio desain grafis

Source: Marta Gawin Behance Account

Anda ingin memperlihatkan hasil karya desain grafis Anda? Anda bisa menjadikan akun Behance dari seorang art director dan desainer grafis asal Polandia bernama Marta Garwin ini sebagai referensi Anda. Di situ ia menunjukkan berbagai hasil karya yang sudah ia kerjakan.

Portofolio Desain Interior atau Arsitektur

contoh portfolio artistektur

Source: Mojtaba Ashour Behance Account

Tak hanya desain grafis saja yang bisa Anda tunjukkan di Behance. Anda juga bisa memamerkan hasil karya desain interior Anda melalui situs ini seperti seorang desainer interior asal Turkey bernama Mojtaba Ashour ini. 

Portofolio Fotografi

contoh portfolio fotografi

Source: Andrea Jelić Dribble Account

Anda ingin bekarier sebagai fotografer profesional? Tentu dengan menunjukkan portofolio online, Anda bisa memamerkan hasil karya Anda di depan klien atau perekrut. Sebagai referensi, Anda bisa melihat akun situs Dribble seorang fotografer terkenal bernama Andrea Jelić ini. 

Portofolio Ilustrasi

contoh portfolio illustrator

Source: Si Juki Tokomall Account

Tokomall tak hanya bisa menjadi tempat Anda menjual karya dalam bentuk NFT, namun juga bisa Anda jadikan sebagai tempat portofolio online Anda, contohnya seperti Si Juki ini. Nah, Anda tertarik mencoba membuat portofolio online Anda melalui NFT? Maka dari itu, buat akun Tokomall Anda!

Baca Juga: Si Juki: Berawal Dari Webtoon Hingga Ke NFT

Mengapa Menggunakan NFT Menjanjikan sebagai Kreator?

Secara teknis, NFT adalah token digital yang tersimpan dalam jaringan blockchain yang mana hampir mustahil dapat diretas. Sehingga, pemilik karya digital menyimpan sebuah tautan berbentuk file digital pada jaringan blockchain sebagai bukti atas kepemilikan karya-karya tersebut.  

Karya seni yang terdigitalisasi menjadi NFT melalui proses minting, karya tersebut bersifat unik dan tidak dapat diduplikasi kembali. 

Sistem teknologi ini yang menguntungkan kreator karena tidak perlu khawatir karya-karya yang ditampilkan portofolio akan dicuri maupun dipakai tanpa izin.

ilustrasi konsep nft

Tak hanya itu, para kreator juga dapat menjual karya seni mereka dan berhak mendapat royalti atas penjualan kembali karya mereka sehingga dapat menjadi sumber penghasilan yang berkelanjutan. 

Karya-karya yang dapat di-mint NFT tidak terbatas pada karya seni berupa gambar saja. Namun juga dalam bentuk karya seni dalam bentuk musik, sneakers, video, benda koleksi, hingga barang-barang dalam permainan (in-game item).

Beberapa kelebihan NFT Pada Dunia Karya Seni

1. Para kreator dan artis memiliki kendali atas karya mereka

Teknologi NFT mengizinkan artis untuk memiliki kendali atas karya mereka dengan kemampuannya menjadikan sebuah karya seni unik dan tidak dapat diduplikasi. 

Sebelum teknologi karya seni dalam bentuk NFT ada, para kreator dan artis memasarkan karya mereka di berbagai platform jual beli, namun orang dapat menyalin dan bahkan menjual kembali karya seni yang mereka pasarkan. 

Hal ini dikarenakan tidak adanya bukti atas kepemilikan karya yang menjadikan karya tersebut unik dan tidak dapat diduplikasi kembali.

2. Mengurangi praktik ‘calo’ karya seni

Dengan adanya platform jual beli NFT, para artis dan kreator tidak lagi perlu bertransaksi dengan para calo karya seni yang cenderung memainkan harga. 

Artis dan kreator dapat menjangkau para pembeli secara langsung melalui marketplace. Hal ini menguntungkan baik bagi kreator maupun kolektor dengan valuasi seni yang lebih adil.

Potensi Pasar NFT di Indonesia

contoh digital art nft

Bagaimana dengan potensi pasar NFT bagi para artis yang memiliki portofolio digital di Indonesia?

Berdasarkan riset internal Tokocrypto ke berbagai platform pasar NFT global, total kunjungan dari Indonesia telah mencapai 1 juta penjunjung pada tahun 2021. 

Data ini didukung dengan adanya 11 juta investor aset kripto di Indonesia per 2021.

Baca Juga: Masih Tentang Game NFT, Begini Fitur dan Cara Kerja Game Upland!

Semakin meningkatnya kesadaran masyarakat di Indonesia akan aset digital kripto, potensi pertumbuhan pasar NFT juga meningkat. 

Implementasi NFT ke dalam berbagai platform seperti Metaverse yang menjanjikan dunia virtual tanpa batas tentunya juga akan mendorong peningkatan permintaan aset digital yang menjadi peluang bagi para kreator untuk berkembang secara karya dan finansial.

Bagi kamu para kreator dan artis yang ingin menjual karyamu dalam bentuk NFT, yuk bergabung menjadi Official Partner dari Toko Mall. Kalau kamu kolektor yang suka mengoleksi karya seni NFT, kamu bisa membeli dan mengoleksi NFT dari berbagai artis terkemuka di Toko Mall.

Biar nggak ketinggalan berita seputar NFT, join komunitas Discord atau Telegram TokoMall.

Continue Reading

Popular