Connect with us

Bitcoin News

Analisis Bitcoin Diprediksi Naik Tinggi Pekan Ini

Published

on

Harga Bitcoin Bergerak Agresif

Salah satu analis ternama di dunia kripto bernama Michaël van de Poppe menyatakan melalui Twitter bahwa Bitcoin pekan ini akan naik tinggi. 

Menurutnya, pekan ini akan terjadi apresiasi tertinggi sejak tiga bulan terakhir karena harga telah mencapai daerah batas bawah yang kuat setelah koreksi di akhir pekan. Berikut analisisnya. 

Bitcoin Diprediksi Naik Tinggi

Michaël van de Poppe memprediksi bahwa harga Bitcoin akan mengalami apresiasi signifikan bahkan mencapai apresiasi tertinggi sejak tiga bulan terakhir. 

Ia membuat pernyataan tersebut melalui Twitter pribadinya dimana prediksinya didasari oleh kondisi pasar saat ini. 

Ia menyatakan bahwa saat ini Bitcoin memperlihatkan potensi apresiasi akibat analisis teknikal serta faktor sentimen berita yang sedang sepi, yang menurutnya menjadi pertanda adanya ruang gerak naik karena tidak ada gangguan berita. 

Ia merasa investasi harus dilakukan saat tidak ada yang tertarik, merujuk pada kondisi seperti saat ini, di mana tidak banyak berita dan sentimen yang menarik. 

Menurutnya saat ini juga terlihat ada tanda bullish divergence yaitu kondisi dimana indikator volume bergerak berbeda dengan arah harga. 

Baca juga: Pertemuan G20 Akan Bahas Aset Kripto dan Uang Digital Bank Sentral

Poppe melihat bahwa saat ini terjadi bullish divergence akibat harga sedang bergerak turun, namun ia melihat indikator volume beli mulai meningkat.

Ia juga menyatakan bahwa saat ini Bitcoin telah menutup cela atau gap yang ada di pasar derivatif yaitu kontrak futures tradisional CME dan membuat cela baru. 

Umumnya suatu cela akan selalu ditutup oleh candlestick baru sehingga membuat potensi adanya pergergerakan arah harga baru.  

Poppe menandakan apresiasi ini terjadi bersama dengan harga Bitcoin yang telah kembali menyentuh batas bawah yang kuat sehingga potensi apresiasi menjadi semakin besar. 

Analisis Onchain Mendukung

Terdapat beberapa analis yang setuju dengan pernyataannya bahwa Bitcoin masih memiliki harapan untuk naik. 

Mayoritas analis tersebut mendasarkan potensi apresiasi ini dari dua indikator data onchain yaitu Bitcoin MVRV Z-Score dan Bitcoin Reserve Risk. 

Bitcoin Diprediksi Naik Tinggi Pekan Ini, Berikut Analisisnya
Data Bitcoin Reserve Risk

Kedua data ini memperlihatkan daerah harga Bitcoin yang dianggap baik untuk mulai menjual atau membeli dimana zona merah adalah daerah yang tepat untuk menjual, dan zona hijau tepat untuk membeli. 

Data Reserve Risk mengukur kepercayaan investor jangka panjang serta mengukur rasio risiko dan keuntungan yang akan didapatkan oleh investor jika membeli pada saat itu. 

Zona merah menandakan risiko sedang terlalu tinggi dibanding potensi keuntungan, sedangkan zona hijau menandakan risiko sedang rendah dibanding potensi keuntungan yang akan didapatkan jika membeli. 

Bitcoin Diprediksi Naik Tinggi Pekan Ini, Berikut Analisisnya
Data Bitcoin MVRV Z-Score

Data MVRV Z-Score melihat harga Bitcoin saat ini relatif terhadap harga aslinya. Zona merah menandakan bahwa harga saat ini sedang terlalu mahal dan zona hijau menandakan saat ini harga sedang murah. 

Saat ini kedua indikator tersebut sedang berada di zona hijau namun dalam jangka waktu yang panjang. 

Sehingga walau menandakan pergerakan potensi positif, kedua data ini tidak mendukung secara langsung prediksi dari Poppe, karena prediksinya menggunakan jangka waktu pendek, yaitu satu pekan. 

Sentimen Negatif Membuat Keraguan 

Analisis dari Poppe mendapatkan banyak tanggapan dari pasar karena membawa harapan bahwa adanya potensi keuntungan. 

Tapi masih ada beberapa investor dan trader yang memberi tanggapan negatif karena adanya sentimen negatif yang beredar di pasar. 

Dua sentimen negatif besar yang saat ini sedang membuat banyak investor serta trader ragu adalah kabar dari kasus Mt. Gox dan Celsius. 

Tercatat bahwa saat ini terdapat sekitar 142.000 BTC yang siap dijual dari program pemulihan korban Mt. Gox, salah satu kasus peretasan Bitcoin terbesar dalam sejarah yang menghilangkan 700.000 BTC. 

142.000 BTC tersebut dikabarkan akan dijual untuk ganti rugi para korban peretasan bursa Mt. Gox di tahun 2011 hingga 2014. 

Saat ini masih belum pasti apakah semua akan dijual atau hanya sebagian, karena korban mendapat pilihan untuk menerima ganti rugi dalam Bitcoin, Bitcoin Cash, atau uang fiat

Selain itu, ganti rugi ini baru akan terjadi pada Agustus 2022, sehingga masih ada kekhawatiran harapan investor terkait kenaikan harga Bitcoin.

Sentimen negatif kedua yang juga masih menggantung investor kondisi Celsius yang dikabarkan memiliki US$ 531 Juta dalam Wrapped Bitcoin (WBTC) yang siap dijual. 

Kemungkinan besar WBTC tersebut akan dijual untuk mengganti rugi dan membayar utang kepada kreditur dan investor Celsius. Jika benar dijual maka akan terjadi koreksi yang relatif besar dan prediksi Poppe akan salah.

Baca juga: Binance Gratiskan Fee Trading Bitcoin, Pengguna: Pertahankan!

Analisis Bitcoin Naik Bisa Salah!

Terkait tanggapan dari investor dan trader, salah satu trader di Twitter memberikan pandangannya mengapa kemungkinan besar Poppe akan salah. 

Bitcoin Diprediksi Naik Tinggi Pekan Ini, Berikut Analisisnya
Analisis Harga dari Trader @CryptoTony_

Trader dengan Twitter @CryptoTony_ memberikan pandangan dimana Bitcoin dapat turun hingga mencapai US$ 15.000 jika terdapat sentimen negatif.

Untuk saat ini masih belum diketahui mana prediksi yang benar, karena biasanya setiap hari Senin pasar crypto cenderung memiliki volatilitas yang tinggi.

Tapi investor dan trader perlu berhati-hati dan tidak tergiring opini serta tetap berpegang teguh pada rencana dan manajemen risiko masing-masing. 

Artikel ini telah tayang di Coinvestasi dengan judul “Bitcoin Diprediksi Naik Tinggi Pekan Ini, Berikut Analisisnya

Bitcoin News

Ini Sebab Bitcoin Turun Capai Titik Terendah dalam Dua Bulan Terakhir

Published

on

Bitcoin zona merah

Pergerakan market aset kripto, terutama Bitcoin pada Rabu (7/9) pagi tampak tak berdaya di zona merah. Sejak awal pekan ini, gerak kripto tergolong sideways dengan volume transaksi yang terpantau belum terlalu besar.

Melansir situs CoinMarketCap pada Rabu (7/9) pukul 15.00 WIB, dari 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar atau big cap kompak kumpul ke zona merah dalam 24 jam terakhir. Nilai Bitcoin (BTC), misalnya turun 5,54% ke US$ 18.807 per keping dan turun 7,27% selama seminggu terakhir.

Sementara, Ethereum (ETH) yang sempat naik karena isu The Merge juga tak berdaya, turun 8,64% ke US$ 1.518 di waktu yang sama dan anjlok 4,23% sepekan terakhir. Cardano (ADA), Dogecoin (DOGE) dan Polkadot alami penurunan harga yang cukup tinggi lebih dari 7% di waktu yang sama.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan market kripto saat ini sedang terjadi koreksi tiba-tiba dan sedikit brutal. Dari data CoinMarketCap, menunjukkan harga Bitcoin jatuh dari US$ 19.780 menjadi US$ 19.037 hanya dalam 50 menit.

bentuk koin bitcoin
Ilustrasi Bitcoin.

Baca juga: Polygon: The Merge Ethereum akan Hapus 99,1% Polusi Karbon

“Kemudian, pergerakan Bitcoin untuk mencegah penurunan lebih lanjut ke bawah US$ 19.000 gagal dilakukan. Harga BTC yang gagal menembus zona resistance-nya di level US$ 20.000 berulang-ulang kali membuat tumbang market kripto secara keseluruhan. Sehingga, investor yang membaca situasi tersebut, memilih melakukan aksi jual ketimbang akumulasi,” kata Afid.

Penurunan harga Bitcoin juga meruntuhkan momen bullish Ethereum yang sempat reli kencang pada sehari sebelumnya, Selasa (6/9). Padahal, ETH yang telah menunjukkan tanda-tanda kekuatan saat The Merge mendekat, bisa mengambil keuntungan untuk terus reli, terlebih upgrade Bellatrix juga sukses dilaksanakan.

Tekanan Situasi Makroekonomi

Selain dari sisi teknikal, sentimen makroekonomi juga membuat harga Bitcoin dan kripto lainnya berguguran. Pasar saham global juga mengalami kerugian dengan latar belakang penguatan indeks dolar AS (AS) dan meningkatnya kekhawatiran bahwa The Fed yang akan menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin.

“Kebijakan The Fed melawan inflasi mungkin tidak akan selesai sampai investor kehilangan nilai dari Bitcoin. Jelas The Fed ingin melihat kondisi keuangan yang lebih ketat, termasuk harga saham yang lebih rendah. Berarti kripto juga, karena sangat berkorelasi dengan ekuitas. Itu kemungkinan berita yang tidak diinginkan bagi investor kripto, yang telah menderita kerugian besar,” jelas Afid.

Ilustrasi market kripto Bitcoin.
Ilustrasi market kripto Bitcoin.

Baca juga: Bitcoin Tidak Akan Pernah Capai Rp 1 Miliar Pasca The Merge Ethereum?

Dari sisi pergerakan nilai Bitcoin, ada kemungkinan jika BTC tidak dapat bertahan di atas angka US$ 18.000, kemungkinan harga dapat turun di US$ 17.000. Sementara resistensi overhead untuk BTC berada di level US$ 21.100.

Indikator teknikal juga menunjukkan peningkatan momentum bearish. Relative Strength Index (RSI) berada di bawah setengah garis yang berarti penjual lebih banyak daripada pembeli di pasar. Hasil dari pembacaan ini merupakan indikasi bahwa penjual mendorong momentum harga di pasar.

Continue Reading

Bitcoin News

Bitcoin Tidak Akan Pernah Capai Rp 1 Miliar Pasca The Merge Ethereum?

Published

on

Iustrasi aset kripto Bitcoin

Bitcoin diramalkan tidak akan pernah mencapai all-time high (ATH) yang sukses diraih pada November 2021 lalu, yakni dilevel US$ 69.000 atau sekitar Rp 1 miliar. Hal ini disebut-sebut berkaitan dengan The Merge Ethereum, kok bisa?

Dikutip dari CoinDesk, seorang peneliti aset kripto independen, Kyle McDonald, memperkirakan bahwa The Merge, yaitu peralihan Ethereum yang segera terjadi dari blockchain Proof-of-Work (PoW) ke Proof-of-Stake (PoS) akan menjadi momen yang mengubah permainan untuk industri kripto.

Perkiraan dari Ethereum Foundation, sebelumnya telah menyarankan bahwa PoS akan menggunakan 99,95% lebih sedikit energi dan jika teknologi ini berfungsi sebaik yang dijanjikan, McDonald berpikir investor dan regulator akan menyadari bahwa PoW tidak pernah diperlukan.

Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum.
Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum. Foto: Pixabay.

Baca juga: Analisa Pasar: Investor Lebih Pilih Ethereum Dibanding Bitcoin?

Desak Investor Jual Bitcoin

Selama wawancara dengan CoinDesk, McDonald mendesak investor untuk menjual Bitcoin sekarang, atau akan terjebak dengan sistem PoW tanpa batas waktu.

“Ketika Anda berpindah dari sistem yang menghasilkan sebanyak mungkin angka acak secepat mungkin dengan 10 juta (unit pemrosesan grafis) di seluruh dunia, ke sistem yang berjalan pada beberapa ribu komputer yang energinya cukup rendah, itu akan membuat perbedaan besar,” katanya.

McDonald memang mengakui bahwa The Merge dapat memiliki konsekuensi bagi kolektor NFT, terutama jika penambang berhasil dalam upaya mereka untuk membuat hard fork Ethereum yang terus menggunakan PoW.

Ilustrasi Ethereum. Sumber: Getty Images.
Ilustrasi Ethereum. Sumber: Getty Images.

Baca juga: Potensi Web3 Tingkatkan Ekonomi Digital Indonesia

The Merge Buat NFT Terdilusi?

Hal ini dapat mengakibatkan terciptanya duplikat NFT yang berarti bahwa, misalnya, Bored Ape dapat ada di dua jaringan blockchain. Dalam skenario seperti itu, McDonald memperingatkan bahwa nilai koleksi NFT blue-chip bisa berakhir terdilusi.

Seperti yang dilaporkan oleh CoinMarketCap, OpenSea telah mengumumkan bahwa mereka mendukung The Merge, dan hanya akan mengenali NFT yang didasarkan pada rantai Proof-of-Stake baru Ethereum. NFT marketplace terbesar di dunia mengatakan sedang mempersiapkan transisi yang mulus.

“Meskipun kami tidak mengantisipasi masalah besar, kami juga mengakui ini adalah yang pertama! Jadi kami berkomitmen untuk memantau, mengelola, dan berkomunikasi secara menyeluruh.”

Continue Reading

Bitcoin News

Bukan Saham, Ahli Ungkap Karakter Bitcoin Kini Mirip Obligasi dan Emas

Published

on

Ilustrasi Bitcoin vs emas.

Riset pasar kripto terbaru dari Bloomberg Intelligence menunjukkan bahwa karakter Bitcoin (BTC) kini mungkin mulai berperilaku lebih seperti obligasi dan emas, daripada saham.

Dalam laporan berjudul “Crypto Outlook” yang dirilis awal Agustus lalu, Senior Commodity Strategist Bloomberg Intelligence, Mike McGlone dan Senior Market Structure Analyst, Jamie Coutts, mengatakan unit penelitian yang dilakukan adalah membandingkan pasar Bitcoin dengan pasar emas, obligasi dan minyak.

Mereka menyarankan bahwa pengaruh makroekonomi seperti kebijakan moneter The Fed telah menghasilkan kesamaan antara pasar obligasi dan Bitcoin.

“Pasar yang mengetat dan jatuhnya pertumbuhan global mendukung pergeseran Federal Reserve ke bias ‘pertemuan demi pertemuan’ pada bulan Juli, yang dapat membantu mengarahkan Bitcoin ke arah kemiringan lebih seperti obligasi daripada saham.”

Ilustrasi Bitcoin.
Ilustrasi Bitcoin.

Baca juga: Crypto Nowadays: Suku Bunga The Fed Naik, Market Justru Naik

Dalam laporan itu juga disebutkan bahwa “komoditas yang bersifat dump-follow-pump” dan penurunan imbal hasil obligasi menunjukkan peningkatan kemungkinan obligasi, emas dan Bitcoin didukung karena inflasi menurun.

Bitcoin Punya Potensi Walau Harganya Turun

Laporan tersebut mencatat bahwa pasar kripto mencapai ‘diskon terbesar’ yang pernah ada dibandingkan dengan 100-week moving average pada bulan Juli. Para analis mengatakan bahwa fakta bahwa harga BTC pada awal Agustus masih di bawah 70% dari nilai puncaknya, tetapi masih lima kali lebih tinggi dari terendah Maret 2020 itu menunjukkan potensinya.

Mereka menandai zona US$ 20.000 sebagai dukungan utama dan diharapkan basis sedang dibangun, mirip dengan level US$ 5.000 pada tahun 2018-2019.

Investor Bitcoin Jangka Panjang Mulai Serok, Tanda Apa?
Ilustrasi Bitcoin.

Baca juga: Sempat Diblokir Kominfo, Bisakah Transfer Dana Paypal ke Kripto di Indonesia?

Para peneliti menyimpulkan bahwa Bitcoin telah menjadi salah satu aset dengan kinerja terbaik sejak diluncurkan sekitar satu dekade lalu.

“Kami pikir lebih banyak hal yang sama ada di depan, terutama karena mungkin transisi menuju agunan global, dengan hasil yang lebih selaras dengan obligasi Treasury atau emas.”

Penelitian Coinbase yang dilakukan pada bulan Juli menunjukkan bahwa profil risiko kelas aset kripto mirip dengan saham minyak dan teknologi. Menurut Chief Economist Coinbase, Cesare Fracassi, mengatakan “korelasi antara harga saham dan aset kripto telah meningkat secara signifikan” sejak pandemi 2020.

Continue Reading

Popular