Connect with us

Market

Tokocrypto Market Signal 13 Juli 2022: ETH Siap Terbang, Awas Data Inflasi AS

Published

on

Ilustrasi daftar 5 aset kripto bullish dan bearish pekan ketiga Juli 2022.

Pergerakan aset kripto masih tak berdaya pada Rabu (13/7) siang. Bahkan, nilai Bitcoin (BTC) jatuh untuk hari kelima berturut-turut dan investor mulai khawatir dengan tekanan data inflasi AS yang diprediksi semakin tinggi.

Melansir situs CoinMarketCap pada Rabu (13/7) pukul 12.00 WIB, 8 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar atau big cap kompak terjerembab ke zona merah dalam 24 jam terakhir. Hanya stablecoin Tether (USDT) dan Binance USD (BUSD) yang masih bergerak hijau.

Nilai Bitcoin (BTC) anjlok 2,21% ke US$ 19.497 per keping dalam sehari terakhir. Sementara, nasib Ethereum (ETH) lebih buruk, turun 3,26% ke US$ 1.055 di waktu yang sama. Cardano (ADA), Solana (SOL) dan Dogecoin (DOGE) juga mengalami penurunan masing-masing 3,87%, 2,24% dan 2,85%.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, melihat banyak investor kripto yang kurang bersemangat untuk melakukan aksi beli. Secara umum, mereka tampaknya masih menghindari pasar kripto menyusul redupnya selera risiko investasi di aset berisiko. 

“Sejak awal pekan lalu, banyak investor yang memilih jaga jarak dari market untuk mengantisipasi data inflasi AS pada Juni yang akan dirilis pada hari ini. Kemudian, penguatan nilai Dolar AS tampaknya juga masih menekan kinerja market kripto keseluruhan untuk beberapa hari mendatang,” kata Afid.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono. Foto: Tokocrypto.

Afid menerangkan kenaikan nilai Dolar AS tentu akan membuat investor merasa lebih untung untuk menyimpan uang tunai ketimbang mengoleksi aset kripto. Hasilnya, investor akan semakin getol melakukan aksi jual. Di samping itu, investor sepertinya bakal terus melirik ke Dolar AS setelah melihat paritas antara mata uang Euro dan Dolar AS kini sudah mencapai 1:1.

“Kenaikan permintaan Dolar AS yang kencang tentu akan menghantam harga aset kripto. Apalagi, beberapa analisis menunjukkan bahwa laju Dolar AS kini punya korelasi negatif yang sangat kuat dengan laju harga aset kripto,” ujarnya.

Selain itu, sentimen negatif lainnya juga datang dari pemerintah negara bagian AS, California, tengah menginvestigasi beberapa platform pinjam meminjam aset kripto menyusul aksi penghentian withdrawals dan transfer antar pengguna yang dilakukan secara sepihak. 

Di samping perkara makroekonomi, kinerja pasar kripto juga terganggu oleh kabar buruk yang terjadi di sekitaran jaringan blockchain, seperti dari Uniswap yang melaporkan terjadinya serangan phishing.

Baca juga: Tokocrypto Jadi Pedagang Aset Kripto dengan Nilai Transaksi Tertinggi di Indonesia

Data Inflasi AS Bisa Hantam Market Kripto

Awan mendung tampaknya masih akan menyelimuti market kripto sepanjang pekan ini. Salah satu faktor besarnya adalah perilisan data inflasi AS untuk bulan Juni yang diumumkan pada Rabu (13/7) waktu setempat.

Sejauh ini, banyak analis yang memprediksi bahwa AS telah mencatat inflasi tahunan sekitar 8,7-8,8% pada bulan Juni lalu. Jika nantinya data inflasi AS pada Juni sesuai dengan prediksi tersebut, maka investor harus siap-siap melihat nilai Dolar AS yang semakin meroket dan kripto terpuruk. 

“Data inflasi yang terus meninggi tentu akan direspons keras oleh The Fed dengan pengetatan suku bunga acuan. Peningkatannya bisa sangat agresif. Khawatirnya akan memukul market kripto dengan keras. Hal tersebut tentu akan membuat investor kabur dan memilih mengamankan asetnya ke aset safe haven seperti Dolar AS dan obligasi,” terang Afid.

Ilustrasi Bank Sentral AS, The Fed. Foto: Shutterstock.
Ilustrasi Bank Sentral AS, The Fed. Foto: Shutterstock.

Di sisi lain, dua bank sentral di Asia Pasifik menaikkan suku bunga 50bps hari Rabu (13/7) ini. Bank Sentral Korea (BoK) menaikkan suku bunga 50bps ke 2,25%. Sementara Bank Sentral Selandia Baru (RBNZ) juga menaikkan suku bunga 50bps ke 2,5%.

Sementara itu dari analisis pergerakan Bitcoin secara garis besar masih berada pada area konsolidasi dengan area harga US$ 23.268-US$ 17.557. Data ini belum mempertimbangkan imbas dari perilisan data inflasi AS bulan Juni nantinya.

Saat artikel ini dibuat harga Bitcoin terkonfirmasi kembali bergerak dibawah EMA20 yaitu berada pada harga US$ 19.515. Apabila pada titik tersebut tidak dapat menahan laju penurunan harga Bitcoin, maka kemungkinan harga Bitcoin akan terkoreksi dan menyentuh support di kisaran harga US$ 18.605-US$ 17.305.

Di samping anaisis harga Bitcoin, Afid juga memberikan rincian sejumlah aset kripto yang berpotensi bullish dan bearish di pekan ketiga bulan Juli ini. Simak selengkapnya di Tokocrypto Market Signal.

Daftar 5 Aset Kripto Bullish 

1. Polygon (MATIC)

Analisis teknikal Polygon (MATIC).

Polygon (MATIC) membuka daftar aset kripto yang berpotensi bullish pada pekan ketiga Juli 2022 ini. Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan sentimen positif yang menggerakan harga MATIC datang dari kabar bahwa ada lebih dari 48 proyek yang dulu berjalan di blockchain Terra telah dimigrasikan bersama ke ekosistem Polygon.

“Langkah itu menarik. Karena Polygon bekerja sama dengan berbagai proyek Terra untuk membantu mereka bermigrasi dengan cepat ke jaringan blockchain mereka. Itu disambut baik oleh para pengembang dan komunitas,” kata Afid.

Lebih lanjut, dari analisis teknikalnya pergerakan MATIC kemungkinan besar selama batas bawah pada US$ 0,55 masih terjaga, MATIC dapat naik hingga US$ 0,67 atau naik 23% dalam beberapa hari ke depan. 

Peringkat MATIC di CoinMarketCap pada Rabu (13/7) pukul 12.00 WIB adalah #17, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 4.427.205.447. Jumlah koin yang beredar 8.006.803.853 koin MATIC dan maksimal pasokan 10.000.000.000 koin MATIC.

2. Cardano (ADA)

Analisis teknikal Cardano (ADA).

Selanjutnya ada Cardano (ADA) yang kemungkinan punya potensi bullish pada pekan ini. Kripto Cardano ada kemungkinan akan bersinar dengan Vasil Hardfork yang dijadwalkan untuk ditayangkan di mainnet sekitar akhir bulan ini

Afid mengatakan Cardano masih memiliki kesempatan untuk mengambil kembali apa yang hilang dari kepercayaan para investor, asalkan Vasil benar-benar membawa perubahan.

“Vasil Hardfork adalah update besar dalam jaringan Cardano yang akan berdampak pada stabilitas dan konektivitas jaringan secara keseluruhan. Hal tersebut akan meningkatkan sentimen positif pada pergerakan ADA dan mengembalikan kepercayaan investornya. Cardano juga tidak kehilangan popularitasnya berkat potensi besar dan peta jalan untuk pengembangan,” ujar Afid.

Lebih lanjut, Afid menjelaskan dari analisis teknikalnya kemungkinan besar selama batas bawah pada US$ 0,42 masih terjaga, ADA masih bisa bergerak menuju harga sekitar US$ 0,46 atau naik 11% dalam beberapa hari ke depan.

Peringkat ADA di CoinMarketCap pada Rabu (13/7) pukul 12.00 WIB adalah #8, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 14.329.294.670. Jumlah koin yang beredar 33.739.028.516 koin ADA dan maksimal pasokan 45.000.000.000 koin ADA.

Baca juga: 6 Tips Tetap Profit saat Bear Market Kripto

3. The Sandbox (SAND)

Analisis teknikal The Sandbox (SAND).

Aset kripto metaverse, The Sandbox (SAND) kemungkinan besar akan bullish dengan pergerakan harga yang cukup signifikan. Afid melihat kabar The Sandbox yang menjalin kemitraan dengan bank Korea Selatan, Hana Bank, untuk masuk ke proyek metaverse sebagai mitra global bikin harga SAND merangkak naik.

Metaverse telah terbukti menjadi peluang yang sangat beragam bagi lembaga keuangan. Hal itu yang dilihat dari KEB Hana Bank untuk kerja sama dengan The Sandbox. Sebelumnya, Sandbox telah bermitra dengan taman hiburan terbesar di Korea Selatan, LOTTE WORLD,” tutur Afid.

Dari analisis teknikalnya, pergerakan nilai SAND selama batas bawah pada $ 1 masih terjaga, kemungkinan besar konsolidasi akan berlanjut dan SAND dapat bergerak naik menuju US$ 1,24 atau naik 16 % dalam beberapa hari ke depan. 

Peringkat SAND di CoinMarketCap pada Rabu (13/7) pukul 12.00 WIB adalah #35, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 1.405.447.753. Jumlah koin yang beredar 1.258.626.081 koin SAND dan maksimal pasokan 3.000.000.000 koin SAND.

4. Aave (AAVE)

Analisis teknikal Aave (AAVE).

Aave adalah protokol keuangan terdesentralisasi yang memungkinkan orang untuk melakukan transaksi pinjam dan meminjam aset kripto. Sentimen positif untuk AAVE datang dari kabar bahwa Aave berencana untuk meluncurkan stablecoin yang akan menyaingi MakerDAO DAI. Menurut laporan, stablecoin baru Aave akan diberi nama GHO. 

“Pergerakan AAVE bakal disambut baik oleh investor setelah adanya rencana merilis stablecoin baru yang didesentralisasi dan didukung jaminan, asli dari ekosistem Aave,” jelas Afid.

Dari analisis teknikalnya, pergerakan nilai AAVE kemungkinan besar akan terkonsolidasi dan dapat bergerak naik menuju US$ 82,5 atau naik 22% dari harga US$ 70,6 dalam beberapa hari ke depan. 

Peringkat AAVE di CoinMarketCap pada Rabu (13/7) pukul 12.00 WIB adalah #46, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 981.728.198. Jumlah koin yang beredar 13.915.774 koin AAVE dan maksimal pasokan 16.000.000 koin AAVE.

5. Ethereum (ETH)

Analisis teknikal Ethereum (ETH).

Ethereum menjadi satu-satunya kripto big cap yang diperkirakan akan bullish pekan ini. Afid melihat adanya event Ethereum Community Conference (EthCC) yang akan berlangsung tanggal 19-21 Juli mendatang. Acara tersebut akan menjadi ajang berkumpulnya komunitas kripto yang besar untuk membahas penggantian protokol proof-of-work dengan proof-of-stake untuk ETH.

“Sudah jelas mungkin akan ada pembahasan untuk komunitas Ethereum, di mana semua mata tertuju pada penggabungan yang akan menggantikan protokol proof-of-work dengan proof-of-stake, yang memungkinkan pengurangan energi potensial sebesar 99,95%. Nilai ETH kemungkinan naik dengan “Buy the rumor, sell the news”,” ungkap Afid.

Lebih lanjut, Afid menjelaskan dari analisis teknikalnya kemungkinan besar ETH masih bisa bergerak menuju harga sekitar US$ 1.270 atau naik 19% dari US$ 1.060 dalam beberapa hari ke depan.

Peringkat ETH di CoinMarketCap pada Rabu (13/7) pukul 12.00 WIB adalah #2, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 128.851.877.834. Jumlah koin yang beredar 121.524.783 koin ETH dan maksimal pasokan tidak tersedia.

Baca juga: Bali United Bakal Rilis Fan Token Kripto untuk Penggemarnya

Daftar 5 Aset Kripto Bearish 

1. Voyager Token (VGX)

Analisis teknikal Voyager Token (VGX).

Voyager Token adalah broker yang memberi investor titik akses tepercaya dan aman ke perdagangan aset kripto. Voyager dibangun untuk melayani investor ritel dan institusional dengan solusi instan untuk memperdagangkan aset kripto.

Afid mengungkap VGX akan mengalami penurunan pada pekan ini sehingga bisa dikatakan akan masuk fase bearish. Ini masih berkaitan dengan perusahaan pialang dan pemberi pinjaman kripto, Voyager Digital (VOYG) yang mengajukan proses kebangkrutan pada 6 Juli 2022 setelah dana lindung nilai yang sekarang tidak berfungsi, karena Three Arrows Capital (3AC) gagal membayar pinjaman senilai lebih dari US$ 650 juta. 

“VGX telah mengikuti garis resistensi yang menurun. VGX telah jatuh sejak mencapai harga tertinggi sepanjang masa US$ 5,91 pada 23 November. Pergerakan ke bawah sejauh ini menyebabkan harga terendah sepanjang masa sebesar US$ 0,179 pada 6 Juli,” kata Afid.

Dari analisis teknikalnya, pergerakan nilai VGX kemungkinan besar akan terkoresksi lebih lanjut dan dapat bergerak turun menuju US$ 0,300 atau anjlok 32% dari harga US$ 0,445 dalam beberapa hari ke depan.

Peringkat VGX di CoinMarketCap pada Rabu (13/7) pukul 12.00 WIB adalah #176, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 102.008.555. Jumlah koin yang beredar 278.482.214 koin VGX dan maksimal pasokan 279.387.971 koin VGX.

2. REI Network (REI)

Analisis teknikal REI Network (REI).

REI Network dikembangkan untuk tren evolusi Blockchain, untuk mencapai kerangka kerja jaringan yang ringan, kompatibel dengan EVM, kinerja lebih tinggi dan tanpa biaya. Afid melihat REI relatif lebih fluktuatif daripada sejumlah aset kripto di market dalam beberapa hari belakangan ini.

“REI punya potensi untuk bearish dalam pekan ini. Harga REI Network diperdagangkan mendekati resistance. Dengan dukungan pada US$ 0,03209 dan resistance ditetapkan pada US$ 0,03544. Ini memposisikan REI Network dengan potensi tekanan jual dalam waktu dekat ke depan,” terang Afid.

Peringkat REI di CoinMarketCap pada Rabu (13/7) pukul 12.00 WIB adalah #352, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 50.149.309. Jumlah koin yang beredar 950.000.000 koin REI dan maksimal pasokan tidak tersedia.

3. Helium (HNT)

Analisis teknikal Helium (HNT).

Helium (HNT) adalah jaringan blockchain terdesentralisasi untuk perangkat Internet of Things (IoT). HNT memiliki utilitas yang menarik. Afid melihat HNT punya potensi untuk bearish pada pekan ini.

Menurutnya sentimen buruk dari kabar jaringan IoT blockchain Helium ditutup selama sekitar 4 jam karena pemadaman validator dari pembaruan software, sehingga menyebabkan finalitas transaksi tertunda.

“Dampak dari pemadaman itu nilai Helium anjlok. HNT turun 4,1% selama 24 jam terakhir, diperdagangan pada US$ 8,66. Ini turun 84% dari tertinggi sepanjang masa saat ATH di November 2021 lalu,” ungkap Afid.

Dari analisis teknikalnya, nilai HNT kemungkinan besar akan turun lagi sebesar 19% dari harga US$ 8,70 ke US$ 7,80 dalam beberapa hari ke depan. pergerakan HNT juga sudah menunjukan pola reserved cup and handle yang menjadi sinyal bearish.

Peringkat HNT di CoinMarketCap pada Rabu (13/7) pukul 12.00 WIB adalah #44, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 1.057.694.969. Jumlah koin yang beredar 121.695.579 koin HNT dan maksimal pasokan 223.000.000 koin HNT.

Baca juga: Binance Gratiskan Fee Trading Bitcoin, Pengguna: Pertahankan!

4. Uniswap (UNI)

Analisis teknikal Uniswap (UNI).

Uniswap (UNI) potensi masuk zona bearish-nya pada pekan ini. Sentimen negatif datang, pasca laporan penipuan phishing yang menawarkan airdrop palsu berhasil merampok dana pengguna Uniswap hampir US$ 8 juta. 

Penipuan phishing ini menjanjikan airdrop gratis sebesar 400 token UNI (senilai sekitar US$ 2.200). Pengguna diminta untuk menghubungkan dompet kripto mereka dan menandatangani transaksi untuk mengklaim airdrop berbahaya. Alhasil, sentimen buruk terus berlanjut. 

“Analisis teknikal melihat harga UNI bisa terjun dari harga US$ 5,6 ke US$ 4,30 atau turun 16%. UNI belum bisa lepas dari tekan kabar miring mengenai token nativenya yang ternyata digunakan untuk penipuan,” ungkap Afid.

Peringkat UNI di situs CoinMarketCap pada Rabu (13/7) pukul 12.00 WIB adalah #19, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar US$ 4.106.521.469. Ini memiliki pasokan yang beredar dari 734.135.451 koin UNI dan maksimal pasokan 1.000.000.000 koin UNI.

5. WINkLink (WIN)

Analisis teknikal WINkLink (WIN).

WINkLink adalah proyek oracle terdesentralisasi yang berjalan di jaringan TRON, menyediakan data on-chain yang stabil dan andal ke berbagai ekosistem DeFi. WIN kemungkinan besar akan masuk fase bearish pada pekan ini.

“WIN sudah membentuk overbought dengan kenaikan 15% dalam 24 jam terakhir. Titik jenuh ini akan membuat WIN harganya terkoreksi. Kemungkinan ada penurunan sekitar 10% dari harga US$ 0,0001239 ke US$ 0,0001198 dalam waktu dekat,” ungkap Afid.

Peringkat WIN di situs CoinMarketCap pada Rabu (13/7) pukul 12.00 WIB adalah #160, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar US$ 119.628.342. Ini memiliki pasokan yang beredar dari 961.737.300.000 koin WIN dan maksimal pasokan 999.000.000.000 koin WIN.

Disclaimer

Konten ini bersifat informatif, bukan ajakan/anjuran membeli dan atau menjual aset kripto. Segala bentuk perdagangan aset kripto ditanggung pelanggan dengan segala risikonya karena merupakan keputusan pribadi. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas segala resiko yang terjadi, baik keuntungan maupun kerugian dari perdagangan aset kripto.

Market

The Fed Genjot Suku Bunga, Market Kripto Terus Turun

Published

on

Bitcoin zona merah

Market kripto hadapi serangan mendadak pasca bank sentral AS, The Fed mengumumkan peningkatan suku bunga acuan sebesar 0,75 basis poin untuk ketiga kalinya berturut-turut pada Kamis (22/9) dini hari. Sejumlah kripto big cap langsung turun ke zona merah.

Dengan inflasi yang terus tidak terkendali, kenaikan terbaru ini membawa suku bunga dasar The Fed ke level tertinggi dalam hampir 15 tahun. Ketua Fed, Jerome Powell, mengakui tidak ada cara “tanpa rasa sakit” untuk mengakhiri krisis biaya hidup.

Kenaikan suku bunga AS tersebut merupakan yang kelima kalinya sepanjang 2022. Sebelumnya, The Fed mulai menaikkan suku bunga sebesar 0,25% pada Maret, kemudian 0,50% di bulan Mei, 0,75% di bulan Juni, dan 0,75% pada Juli.

Dalam pengumumannya, Powell menyatakan pihaknya bertekad untuk membawa inflasi kembali turun sekitar 4% pada akhir tahun 2022. Sekadar informasi, untuk Agustus 2022 angka inflasi AS berada di angka 8,3%.

Ilustrasi Bank Sentral AS, The Fed. Foto: Shutterstock.
Ilustrasi Bank Sentral AS, The Fed. Foto: Shutterstock.

Baca juga: Segala Hal Penting Masa Depan Ethereum Setelah The Merge

Market kripto Tiarap

Bitcoin bergerak secara dramatis saat pengumuman kenaikan suku bunga The Fed semakin dekat. Data CoinMarketCap menunjukkan aset kripto terbesar di dunia itu, awalnya reli ke US$ 19.500 dalam beberapa menit sebelum suku bunga baru dikonfirmasi. Dalam 20 menit, kemudian jatuh ke US$ 18.975.

Begitu juga dengan Ethereum, mencapai US$ 1.376 pada saat detik-detik pengumuman The Fed. Kemudian menukik tajam ke US$ 1.260. Sebagian besar kripto memiliki reaksi yang sama setelah pengumuman suku bunga baru.

Kenaikan drastis 75 basis poin dari The Fed telah diperkirakan, tetapi itu tidak berarti bahwa investor kripto tidak terlalu ketakutan. Perlu juga dicatat bahwa aksi jual ini tidak khusus untuk Bitcoin, dengan pasar saham juga mengalami perubahan yang tidak menentu.

Hubungan Bitcoin dengan The Fed

Tidak ada tanda-tanda bahwa The Fed bermaksud untuk memperlambat laju kenaikan suku bunga, yang berarti segala sesuatunya kemungkinan akan menjadi lebih buruk. Bitcoin tidak pernah berada di kondisi di mana suku bunga setinggi ini.

Ketua The Fed, Jerome Powell. Foto: REUTERS / Yuri Gripas
Ketua The Fed, Jerome Powell. Foto: REUTERS / Yuri Gripas

Baca juga: CEO Tokocrypto: Web3 Sangat Potensial untuk Masa Depan

Pejabat The Fed mengharapkan kenaikan suku bunga lebih lanjut seiring berjalannya tahun, dan rata-rata mereka memproyeksikan tanda yang tinggi sebesar 4,6% tahun depan. Semua ini bisa membuat BTC jauh kurang menarik jika dibandingkan dengan aset yang lebih aman seperti obligasi.

Ahli strategi komoditas senior Bloomberg Intelligence, Mike McGlone baru-baru ini mengatakan kepada Kitco News bahwa The Fed berkontribusi pada salah satu bear market terbesar secara global.

McGlone percaya mungkin ada rasa sakit lebih lanjut untuk BTC di bulan-bulan mendatang, dan berpotensi terendah baru 12 bulan. Meski begitu, ia tetap bersikukuh bahwa Bitcoin memiliki potensi untuk mencapai rekor tertinggi baru dan itu hanya masalah waktu sebelum berpacu ke US$ 100.000.

Continue Reading

Market

Bloomberg: Bitcoin Bisa Raih Harga Rp 1,5 Miliar di Tahun 2025

Published

on

Iustrasi aset kripto Bitcoin

Market kripto sasat ini memang sedang tidak baik-baik saja. Namun, masih banyak analis yang meyakinkan, market akan kembali bull run, sehingga nilai Bitcoin (BTC) bisa capai all time high (ATL) baru di tahun 2025.

Ahli strategi komoditas senior di Bloomberg Intelligence, Mike McGlone mengatakan Bitcoin bakal menyentuh harga ATH terbaru sektiar US$ 100.000 atau Rp 1,5 miliar pada tahun 2025. Hal tersebut dinilai dapat terwujud, setelah kondisi makroekonomi saat ini yang sedang dibayangi inflasi tinggi berakhir.

Bitcoin bagi saya, ini masalah waktu sebelum mencapai US$ 100.000. Fakta kuncinya adalah bahwa adopsi dan permintaan meningkat. Dengan begitu harga akan melambung, dan sekali lagi ini hanya masalah waktu sekarang,” kata McGlone dikutip Kitco News.

Adopsi dan Permintaan Bitcoin

Menurut McGlone, pemicu Bitcoin untuk bergerak naik akan terhubung dengan meningkatnya adopsi dan permintaan. BTC dan aset kripto lainnya secara umum berpotensi tampil paling atas di antara semua kelas aset instrumen investasi saat ini.

Senior Commodity Strategist at Bloomberg, Mike McGlone. Foto: Bloomberg.
Senior Commodity Strategist at Bloomberg, Mike McGlone. Foto: Bloomberg.

Baca juga: Riset: Adopsi Kripto Tumbuh Subur di Indonesia 

Ia berdalih, aset kripto dapat membawa keuntungan tambahan karena memiliki teknologi dengan pertumbuhan tercepat. Web3 dan blockchain akan menjadi kunci adopsi kripto di masa depan.

Bitcoin kemungkinan akan menjadi emas digital baru. Tapi akan membutuhkan waktu karena status kripto andalan saat ini masih sebagai aset berisiko, dan tentunya akan membutuhkan waktu untuk dihilangkan,” jelas McGlone.

Crypto Winter dan The Fed

McGlone juga membandingkan kondisi pasar kripto saat ini, dengan fenomena gelembung dot-com di tahun 2000, yang mana aset tertentu muncul di atas sementara yang lain hancur. Namun, ia pun juga menyampaikan bahwa kebijakan The Fed mungkin akan memainkan peran kunci dalam mengakhiri kondisi saat ini.

“Kuncinya adalah kripto merupakan kuda tercepat dalam perlombaan. Mereka memiliki keunggulan teknologi yang berkembang pesat dan menantikan masa depan yang akan terus mereka hargai. Ini seperti tahun 2000 semuanya turun dan sebenarnya, bahkan lebih buruk dari tahun 2000 karena pasar obligasi benar-benar diperdagangkan dengan baik saat itu,” tuturnya.

Menurutnya, Bitcoin dan pasar kripto umum telah terjebak dalam kondisi ekonomi winter global. Bitcoin telah babak belur pada tahun 2022, dengan harga berjuang untuk diperdagangkan bisa mencapai di bawah US$ 20.000.

“Ini bukan crypto winter saja, ini adalah winter bagi makroekonomi global. Saya pikir kripto hanyalah sebagian kecil dari itu, tetapi itulah mengapa saya pikir makronya luar biasa,” ujar McGlone.

Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum.
Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum. Foto: Jaap Arriens | NurPhoto | Getty Images.

Baca juga: Segala Hal Penting Masa Depan Ethereum Setelah The Merge

Momentum Ethereum Setelah The Merge

McGlone turut mengomentari peluang Ethereum (ETH) membalik Bitcoin dalam waktu dekat, terutama setelah peningkatan The Merge. Menariknya, ahli strategi tersebut mencatat Ethereum pada akhirnya mungkin mengambil alih Bitcoin tetapi tidak saat ini.

Pergeseran Ethereum yang telah lama dinanti-nantikan dari Proof-of-Work ke Proof-of-Stake akhirnya terjadi minggu lalu dan, tentu saja, merupakan salah satu topik yang paling banyak dibahas di ruang kripto.

McGlone juga di antara mereka yang berpikir bahwa transisi menerima terlalu banyak publisitas, dan itulah yang akan berdampak negatif pada penilaian token dalam jangka pendek. Ia mengharapkan harga ETH naik menjadi US$ 6.000 atau sekitar Rp 90 juta pada tahun 2025.

“Saya pikir gambaran besar tentang Ethereum adalah merevolusi keuangan seperti futures dan ETF, tetapi sekarang kita melewati The Merge ini, dan sekarang kita harus khawatir tentang potensi hambatan di jalan, yang kita semua tahu terjadi dengan teknologi semacam ini,” pungkasnya.

Continue Reading

Market

Analisa Pasar: Kripto Masih Sideways, Waspada Ancaman The Fed

Published

on

market aset kripto

Pergerakan market kripto pada Selasa (20/9) pagi melaju lebih baik dibandingkan Senin kemarin. Sejumlah aset kripto, seperti Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH) hingga Solana (SOL) berhasil rebound ke zona hijau dengan kenaikan tipis.

Melansir CoinMarketCap pada Selasa (20/9) pukul 11.00 WIB, nilai Bitcoin (BTC) alami kenaikan 2,94% di posisi US$ 19.377 dalam sehari terakhir. ETH bernasib lebih baik naik 4,08% capai posisi US$ 1.354. Altcoin lainnya seperti XRP, Cardano (ADA), Solana (SOL), dan Dogecoin (DOGE) terbang ke zona hijau.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, melihat gerak market kripto sedang mengalami konsolidasi, meski kenaikan saat ini masih tergolong sideways. Sejumlah kripto masih bergerak direntang harga pendek dan mencoba untuk melewati jauh level support-nya.

“Sejumlah kripto big cap berhasil masuk ke zona hijau, namun belum bisa membalikan keuntungan dari reli pekan lalu. Sejauh ini sikap investor sejatinya terbilang anomali. Pasalnya, di tengah antisipasi pengumuman rapat komite pasar terbuka federal (FOMC) bank sentral AS, The Fed yang dimulai Selasa (20/9), market bergerak variasi,” kata Afid.

Ilustrasi bear market
Ilustrasi bear market.

Baca juga: Epic Games Rilis Game NFT Blankos Block Party

Ia menambahkan kenaikan harga kripto ini juga mungkin di dorong oleh faktor indeks dolar AS yang menurun pada Selasa pagi ini, berada 109.64 -0.09%. Hal tersebut berhasil mendorong investor bergairah ke kripto.

“Turunnya harga kripto yang drastis sejak akhir pekan lalu, tampaknya membuat sebagian investor melakukan akumulasi atau memborongnya. Mereka menganggap waktu yang tepat karena aset kripto harganya terjun bebas dalam beberapa hari terakhir,” terangnya.

Waspada Kebijakan The Fed

Menurut Afid, investor perlu mewaspadai The Fed yang bisa bikin galau. Ia menjelaskan kondisi market kripto sejatinya masih terbilang bergejolak dan rawan untuk breakdown lebih jauh.

Dalam survei terakhir, sekitar 80% analis dan investor meramalkan The Fed dapat mengerek suku bunga acuannya sebesar 75 basis poin, sementara sisanya menaksir kenaikan hingga 100 basis poin.

“Sentimen makroekonomi, utamanya pengumuman kebijakan moneter The Fed pada pekan ini, masih menghantui gerak-gerik investor. Jika kenaikan suku bunga acuan di atas ekspektasi, maka kinerja pasar aset berisiko, termasuk aset kripto, akan terseok-seok,” tuturnya.

Ilustrasi Bank Sentral AS, The Fed. Foto: Shutterstock.
Ilustrasi Bank Sentral AS, The Fed. Foto: Shutterstock.

Baca juga: Tesla Jual Pluit Rp 800 Ribu Harus Bayar Pakai Dogecoin

Dari sisi analisis teknikal, Bitcoin (BTC) masih bisa terus mengalami penurunan. Level support terdekat BTC pada harga US$ 19.305. Pergerakan harga BTC masih terus menunjukan perlawanan. Khawatir BTC bisa menuju major support pada level US$ 17.567 yang merupakan all time low (ATL) atau harga terendah sementara pada 2022.

Sementara, Ethereum masih menujukan perlawanan di level support-nya pada harga US$ 1.325. Proyeksi terburuk, ETH bisa valid breakdown, kemungkinan harganya akan melanjutkan laju turunnya dengan target US$ 880-US$ 1.128.

Continue Reading

Popular