Bitcoin News
Short Squeeze Bitcoin: Likuidasi Short US$188-208 Juta saat Rebound
Data CoinGlass yang dikutip sejumlah media menunjukkan total likuidasi di pasar kripto mencapai sekitar US$243 juta hingga US$246 juta dalam periode 24 jam pada 21 Oktober.
Bitcoin kembali menembus level US$84.000 pada 21 Oktober 2026, memicu gelombang likuidasi terhadap trader yang bertaruh harga aset kripto tersebut akan turun. Pergerakan ini menjadi contoh short squeeze, yakni kondisi ketika kenaikan harga memaksa posisi short ditutup dan berpotensi mendorong harga naik lebih tinggi.
Data CoinGlass yang dikutip sejumlah media menunjukkan total likuidasi di pasar kripto mencapai sekitar US$243 juta hingga US$246 juta dalam periode 24 jam pada 21 Oktober. Dari jumlah tersebut, posisi short menyumbang sekitar US$188 juta, atau lebih dari tiga perempat total likuidasi. Sementara itu, lebih dari 71.000 trader tercatat mengalami likuidasi.
Angka tersebut dapat berbeda berdasarkan waktu pengambilan data. Sejumlah laporan lain mencatat total likuidasi mendekati US$286 juta dan proporsi posisi short sekitar 67% dalam jendela pengukuran yang berbeda. Karena itu, angka likuidasi perlu dibaca bersama waktu pembaruan dan periode data yang digunakan.
Bitcoin menjadi salah satu kontributor utama dalam gelombang likuidasi tersebut. Nilai posisi BTC yang dilikuidasi tercatat sekitar US$78,4 juta, dengan hampir 94% berasal dari posisi short. Artinya, sebagian besar posisi Bitcoin yang ditutup paksa merupakan taruhan bahwa harga akan melemah.
Baca juga: Likuidasi Long BTC Tampak Turun? Cek Nilai Dolarnya
Daftar Isi
Apa Itu Short Squeeze dalam Perdagangan Bitcoin?
Short squeeze terjadi ketika harga aset naik dan menekan trader yang mengambil posisi short. Dalam perdagangan derivatif kripto, posisi short umumnya digunakan untuk memperoleh keuntungan ketika harga turun.
Trader yang membuka posisi short dengan leverage menghadapi risiko lebih besar ketika harga bergerak berlawanan dengan perkiraan. Jika kerugian membuat margin tidak lagi memenuhi persyaratan bursa, posisi tersebut dapat ditutup secara otomatis melalui mekanisme likuidasi.
Penutupan posisi short dapat menambah tekanan beli karena trader perlu membeli kembali aset atau menutup eksposur mereka. Ketika banyak posisi short ditutup dalam waktu berdekatan, permintaan beli tambahan ini dapat mempercepat kenaikan harga.
Mekanisme tersebut membentuk lingkaran umpan balik. Harga Bitcoin naik, posisi short mengalami tekanan, likuidasi memicu penutupan posisi, lalu aktivitas beli tambahan berpotensi mendorong harga lebih tinggi. Kenaikan lanjutan kemudian dapat menekan posisi short lainnya.
Meski demikian, likuidasi short bukan satu-satunya faktor yang menentukan arah harga. Kondisi pasar spot, arus modal, likuiditas, dan sentimen makroekonomi tetap dapat memengaruhi keberlanjutan kenaikan.
Mengapa Likuidasi Short Bisa Mendorong Harga Naik?
Dalam perdagangan berleverage, trader menggunakan modal sebagai jaminan untuk membuka posisi dengan eksposur yang lebih besar. Strategi ini memperbesar potensi keuntungan sekaligus risiko kerugian.
Ketika harga bergerak berlawanan dengan posisi short, kerugian trader meningkat. Jika batas margin yang ditetapkan bursa terlampaui, sistem dapat menutup posisi secara otomatis untuk membatasi risiko lebih lanjut.
Berbeda dengan penjualan paksa pada posisi long ketika harga turun, likuidasi short berkaitan dengan penutupan taruhan terhadap kenaikan harga. Proses ini dapat menghasilkan tekanan beli tambahan sehingga pergerakan harga menjadi lebih tajam.
Namun, short squeeze tidak selalu menandakan bahwa tren naik akan berlanjut. Setelah posisi short yang rentan ditutup, tekanan beli tambahan dapat berkurang. Jika tidak diikuti permintaan baru di pasar spot, harga berpotensi kembali terkoreksi.
Estimasi Klaster US$2 Miliar Bukan Likuidasi yang Sudah Terjadi
Perhatian lain datang dari estimasi klaster likuidasi short Bitcoin senilai sekitar US$2 miliar di area harga US$84.000–US$85.000 yang beredar dalam analisis pasar.
Angka tersebut perlu dibedakan dari nilai likuidasi yang benar-benar telah terjadi. Klaster likuidasi merupakan estimasi posisi berleverage yang berpotensi terkena likuidasi jika harga mencapai level tertentu. Nilainya dapat dihitung menggunakan data open interest, perkiraan leverage, dan asumsi mengenai harga likuidasi.
Sebaliknya, data likuidasi terealisasi mencatat posisi yang telah ditutup paksa dalam periode pengukuran tertentu. Dengan demikian, estimasi klaster US$2 miliar tidak berarti sebanyak itu posisi short sudah dilikuidasi.
Klaster tersebut juga bukan jaminan bahwa seluruh posisi akan ditutup apabila Bitcoin menyentuh rentang harga yang dimaksud. Harga likuidasi aktual dapat berbeda bergantung pada besarnya posisi, margin yang tersedia, mode margin, dan ketentuan bursa.
Pembedaan ini penting agar pelaku pasar tidak menyamakan potensi tekanan likuidasi dengan transaksi yang sudah terjadi.
Baca juga: Cara Kerja Perpetual Futures Crypto: Funding Rate dan Mekanismenya
Open Interest Besar Menjaga Risiko Volatilitas
Setelah gelombang likuidasi, open interest pada kontrak perpetual Bitcoin tetap menjadi indikator penting untuk memantau kondisi pasar. Open interest menggambarkan nilai kontrak derivatif yang masih terbuka dan belum diselesaikan atau ditutup.
Estimasi open interest Bitcoin perpetual sekitar US$67 miliar yang tercantum dalam materi pemantauan perlu diverifikasi berdasarkan bursa, waktu pengambilan data, dan cakupan kontrak. Angka tersebut tidak otomatis menunjukkan bahwa seluruh nilai itu akan mengalami likuidasi. Namun, open interest yang besar menunjukkan bahwa eksposur derivatif masih signifikan.
Selain open interest, pelaku pasar dapat memantau funding rate, yaitu pembayaran berkala antara pemegang posisi long dan short pada kontrak perpetual. Funding rate dapat membantu menunjukkan kecenderungan posisi pasar, meskipun tidak dapat digunakan sendirian untuk memprediksi arah harga.
Perhatian terhadap kedua indikator tersebut semakin relevan menjelang pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada 27–28 Oktober 2026. Perubahan ekspektasi suku bunga dan respons pasar terhadap kebijakan bank sentral Amerika Serikat berpotensi memengaruhi aset berisiko, termasuk Bitcoin.
Apabila open interest tetap tinggi setelah pergerakan harga tajam, pasar masih dapat rentan terhadap likuidasi lanjutan. Namun, arah pergerakan berikutnya tetap bergantung pada perubahan posisi trader, permintaan pasar spot, likuiditas, serta perkembangan makroekonomi.
Kesimpulan
Gelombang likuidasi pada 21 Oktober 2026 memperlihatkan bagaimana kenaikan Bitcoin dapat menekan trader yang mengambil posisi short. Dengan total likuidasi pasar kripto sekitar US$243 juta–US$246 juta dalam salah satu snapshot yang dilaporkan, posisi short menyumbang sekitar US$188 juta dan menjadi bagian terbesar dari posisi yang ditutup paksa.
Fenomena short squeeze dapat memperkuat kenaikan harga melalui penutupan posisi secara paksa. Namun, efek tersebut tidak menjamin reli akan bertahan. Estimasi klaster likuidasi harus tetap dibedakan dari likuidasi terealisasi, sementara open interest dan funding rate dapat membantu memantau potensi perubahan tekanan di pasar derivatif.
Bagi pelaku pasar, memahami perbedaan likuidasi long dan short penting untuk membaca risiko perdagangan berleverage. Likuidasi long umumnya meningkat ketika harga turun, sedangkan likuidasi short dapat meningkat ketika harga naik. Keduanya dapat memperbesar volatilitas ketika banyak posisi menggunakan leverage tinggi.
Baca juga: Leverage dalam Crypto Futures: Peluang dan Risiko
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
-
Bitcoin News7 days agoAnalisa Harga BTC Hari Ini: Menguat ke US$82.378, Momentum Bullish Mulai Terlihat?
-
Academy6 days agoRiset Kripto 12-16 Oktober 2026: Bitcoin Terkoreksi Imbas Memanasnya Inflasi-—Buy the Dip?!
-
Crypto6 days agoHarga Solana Hari Ini: Naik 2,4% ke US$105, Ini Faktor yang Mendukung SOL
-
Crypto6 days agoAnalisa Harga Ethereum Hari Ini: Rebound, Kapitalisasi Pasar ETH Dekati US$300 Miliar

