Connect with us

Bitcoin News

Analisa Harga BTC Hari Ini: Turun ke $75 Ribu, Ini Penyebab Koreksi Bitcoin

Berdasarkan analisa harga BTC hari ini, faktor kelangkaan inilah yang membuat Bitcoin masih dipandang sebagai aset digital bernilai tinggi dalam jangka panjang.

Tivan

Published

on

Meski sempat naik tipis, namun harga Bitcoin (BTC) mengalami tekanan cukup tajam pada perdagangan terbaru.

Berdasarkan data pasar terkini, Bitcoin turun sekitar 2,77% dalam 24 jam terakhir dan diperdagangkan di level $75.552 per koin.

Koreksi tersebut membuat kapitalisasi pasar Bitcoin menyusut menjadi sekitar $1,51 triliun, meski aset kripto terbesar dunia ini masih mendominasi pasar dengan posisi nomor satu berdasarkan market cap global.

Penurunan harga BTC kali ini memicu kekhawatiran investor karena terjadi setelah Bitcoin sempat bergerak stabil di atas area $77 ribu.

Tekanan jual yang meningkat membuat harga turun hingga menyentuh level terendah harian di $75.147.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Melemah, Koreksi Berlanjut?

Tekanan Jual Meningkat di Tengah Sentimen Risk-Off

Salah satu penyebab utama penurunan harga Bitcoin hari ini adalah meningkatnya sentimen risk-off di pasar global.

Investor cenderung mengurangi eksposur terhadap aset berisiko, termasuk kripto, di tengah ketidakpastian ekonomi dan tekanan makro.

Kondisi tersebut mendorong aksi ambil untung setelah reli yang sebelumnya membawa BTC mencatat kenaikan cukup kuat dalam beberapa bulan terakhir.

Dalam 90 hari terakhir, Bitcoin sebenarnya masih membukukan kenaikan sekitar 11,18%. Bahkan dalam dua bulan terakhir, harga BTC masih menguat lebih dari 7%.

Namun setelah reli panjang, banyak trader jangka pendek mulai merealisasikan keuntungan mereka. Aksi profit taking inilah yang kemudian menambah tekanan jual di pasar.

Bitcoin Gagal Bertahan di Area Resistance

Secara teknikal, Bitcoin juga terlihat kesulitan mempertahankan momentum bullish setelah gagal menembus area resistance penting di kisaran $78 ribu.

Dalam 24 jam terakhir, BTC sempat menyentuh level tertinggi di $77.819 sebelum akhirnya berbalik turun tajam.

Kegagalan breakout tersebut memicu peningkatan tekanan jual dari trader teknikal yang melihat sinyal pelemahan jangka pendek.

Akibatnya, harga Bitcoin bergerak turun menuju area support baru di sekitar $75 ribu.

Meski sempat mengalami rebound kecil sebesar 0,2% dalam satu jam terakhir, tekanan bearish secara keseluruhan masih mendominasi pasar.

Volume Perdagangan Tembus $29 Miliar

Di tengah penurunan harga, aktivitas perdagangan Bitcoin justru meningkat cukup tinggi.

Menurut laporan Tokocrypto pada Sabtu (23/5), volume transaksi BTC dalam 24 jam terakhir tercatat mencapai sekitar $29,4 miliar.

Tingginya volume perdagangan menunjukkan bahwa volatilitas pasar sedang meningkat. Investor institusi maupun trader ritel tampak aktif melakukan reposisi aset di tengah ketidakpastian arah pasar.

Lonjakan volume saat harga turun biasanya mengindikasikan dominasi aksi jual dalam jangka pendek.

Namun di sisi lain, tingginya likuiditas juga dapat membuka peluang terjadinya rebound apabila tekanan jual mulai mereda.

Faktor Makro Masih Membayangi Pasar Kripto

Selain faktor teknikal, tekanan terhadap Bitcoin juga dipengaruhi sentimen ekonomi global.

Investor saat ini masih mencermati arah kebijakan suku bunga bank sentral, kondisi inflasi, hingga potensi perlambatan ekonomi di beberapa negara besar.

Ketika pasar global memasuki fase hati-hati, aset berisiko seperti saham teknologi dan kripto biasanya ikut terkena dampaknya.

Di sisi lain, penguatan dolar AS dalam beberapa sesi perdagangan terakhir juga menjadi faktor tambahan yang menekan pasar aset digital.

Kombinasi faktor makro tersebut membuat investor memilih pendekatan yang lebih defensif untuk sementara waktu.

Area Support $75 Ribu Jadi Penentu

Saat ini, area $75 ribu menjadi level support psikologis yang sangat penting bagi Bitcoin.

Jika BTC mampu bertahan di atas level tersebut, peluang pemulihan menuju area $77 ribu hingga $78 ribu masih terbuka.

Namun apabila tekanan jual terus berlanjut dan support tersebut ditembus, maka Bitcoin berpotensi melanjutkan koreksi ke area $73 ribu.

Sementara itu, untuk kembali membangun tren bullish yang kuat, BTC perlu menembus resistance di atas $78 ribu dengan dukungan volume beli yang solid.

Baca Juga: Crypto Black Friday, Biang Dibalik Anjloknya Harga Bitcoin

Prospek Jangka Panjang Bitcoin Masih Positif

Meski mengalami koreksi jangka pendek, banyak analis menilai prospek jangka panjang Bitcoin masih tetap positif.

Hal ini didukung oleh dominasi pasar yang kuat, suplai terbatas maksimal 21 juta BTC, serta meningkatnya adopsi institusional terhadap aset kripto.

Saat ini jumlah Bitcoin yang beredar telah mencapai sekitar 20,03 juta BTC atau sekitar 95,4% dari total suplai maksimum.

Berdasarkan analisa harga BTC hari ini, faktor kelangkaan inilah yang membuat Bitcoin masih dipandang sebagai aset digital bernilai tinggi dalam jangka panjang.

Walaupun volatilitas jangka pendek masih tinggi, Bitcoin diperkirakan tetap menjadi pusat perhatian investor kripto global sepanjang tahun ini.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

Trending