Market
Bank Jerman Buka Trading Kripto untuk 50 Juta Nasabah
Bank tabungan dan koperasi di Jerman mulai membuka layanan trading kripto untuk nasabah ritel.
Tim Research Tokocrypto menilai langkah bank-bank Jerman ini juga terjadi di tengah pasar Bitcoin yang masih berfluktuasi.
Bank tabungan dan koperasi di Jerman mulai membuka layanan trading kripto untuk nasabah ritel. Langkah ini menjadi sinyal besar bahwa aset digital seperti Bitcoin semakin masuk ke layanan keuangan arus utama di Eropa.
Dikutip BeInCrypto, Sparkassen, jaringan bank tabungan Jerman, melayani sekitar 50 juta nasabah. Sementara itu, bank koperasi di bawah jaringan VR melayani sekitar 30 juta nasabah. Dengan basis pengguna yang sangat besar, integrasi layanan kripto ke aplikasi perbankan mereka berpotensi memperluas akses aset digital ke puluhan juta orang.
Menariknya, kedua kelompok bank tersebut sebelumnya sempat menolak kripto karena dianggap terlalu berisiko. Namun, perubahan regulasi dan meningkatnya minat investor membuat bank-bank lokal Jerman kini mulai membangun layanan kripto sendiri.
Trading Kripto Masuk Aplikasi Bank

DZ Bank telah meluncurkan platform meinKrypto di dalam aplikasi VR Banking App. Melalui layanan ini, nasabah dapat memperdagangkan beberapa aset kripto utama seperti Bitcoin, Ethereum, Litecoin, dan Cardano.
Layanan meinKrypto telah mendapatkan lisensi dari BaFin di bawah kerangka regulasi Markets in Crypto-Assets (MiCA) Uni Eropa pada akhir Desember 2025. Untuk layanan kustodi, DZ Bank bekerja sama dengan Boerse Stuttgart Digital, sehingga proses penyimpanan aset tetap berada dalam pengawasan regulasi Jerman.
DekaBank juga sedang menyiapkan produk serupa untuk sekitar 340 bank tabungan Sparkassen. Peluncurannya akan dilakukan secara bertahap pada tahun ini. Setiap bank tabungan dan koperasi nantinya dapat memilih sendiri apakah ingin ikut menyediakan layanan kripto kepada nasabahnya.
Perubahan sikap ini cukup signifikan. Pada 2021, Sparkassen sempat mempertimbangkan layanan trading kripto, tetapi kemudian membatalkannya karena risiko yang dianggap sulit dihitung. Kini, hadirnya MiCA memberi kepastian regulasi yang lebih jelas bagi institusi keuangan besar di Jerman.
Risiko Total Loss Tetap Jadi Sorotan

Meski membuka peluang adopsi yang lebih luas, langkah bank-bank Jerman ini tetap memicu perdebatan. Salah satu alasan utama bank tertarik masuk ke kripto adalah tingkat kepercayaan nasabah terhadap bank tradisional yang lebih tinggi dibanding platform kripto khusus.
Survei Boerse Stuttgart Digital menunjukkan masyarakat Jerman lebih percaya pada bank utama mereka dibanding platform kripto khusus. Hal ini bisa membuat nasabah lebih nyaman mengakses kripto melalui aplikasi bank yang sudah mereka gunakan sehari-hari.
Namun, kepercayaan tersebut juga menimbulkan kekhawatiran. Kritikus menilai nasabah bank tradisional belum tentu memahami risiko besar dari aset kripto. Bahkan DSGV, asosiasi bank tabungan Jerman, tetap menyebut kripto sebagai investasi yang sangat spekulatif dan memiliki risiko kehilangan seluruh modal.
Karena itu, layanan ini diposisikan untuk investor yang mengambil keputusan secara mandiri. Artinya, nasabah tetap harus memahami volatilitas dan risiko pasar sebelum membeli aset kripto melalui aplikasi bank.
Tim Research Tokocrypto menilai langkah bank-bank Jerman ini juga terjadi di tengah pasar Bitcoin yang masih berfluktuasi. Bitcoin diperdagangkan di sekitar US$62.483 setelah turun sekitar 50% dari rekor tertingginya pada Oktober 2025 di level US$126.080.
“Meski begitu, tren integrasi kripto ke layanan perbankan Eropa terus berkembang. UBS sebelumnya juga telah membuka layanan trading kripto untuk klien private banking pada Januari,” ujarnya.
Bagi bank lokal Jerman, masuk ke aset kripto bukan hanya soal potensi pendapatan, tetapi juga relevansi jangka panjang. Bank yang tidak menyediakan akses ke aset digital berisiko kehilangan nasabah muda dan tech-savvy ke platform lain.
Kini, tantangan terbesar bagi bank-bank tersebut adalah menjaga kepercayaan nasabah saat pasar kripto kembali mengalami tekanan besar. Dengan reputasi bank tradisional yang kuat, layanan kripto berbasis aplikasi perbankan bisa mempercepat adopsi. Namun, risiko volatilitas tetap menjadi faktor utama yang tidak bisa diabaikan.
Baca Juga: TRON Dukung Infrastruktur Pembayaran Agentic AI
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
-
Bitcoin News7 days agoHeboh! Profesor Jiang Bongkar Bitcoin Adalah Operasi CIA!
-
Market6 days agoReli Altcoin Bisa Dimulai saat Kondisi Pasar Masih Terlihat Buruk
-
Market6 days agoPasar Kripto Hari Ini 29 Juni 2026: Bitcoin Tertekan di Tengah Aksi Jual
-
Market6 days agoSinyal Kripto 29 Juni 2026: Analisis Teknikal dan Proyeksi Pasar

