Connect with us

Academy

Riset Kripto 14-18 Sept 2026: Bitcoin Tertekan Suku Bunga, Kok Malah Naik?

Aksi Pasar & Proyeksi Mingguan
Harga Bitcoin pada timeframe daily saat ini mengalami pelemahan dan bisa Pullback untuk Short Squeeze setelah keputusan suku bunga.

Tokocrypto Research Team

Published

on

Mengapa Bitcoin Memiliki Nilai? Sumber; Binance Academy.

Laporan riset kripto yang disusun oleh tim Research Tokocrypto ini hadir sebagai referensi strategis bagi investor dalam memahami dinamika ekonomi global serta perkembangan industri aset digital.

Melalui analisis komprehensif yang mencakup data makroekonomi, pergerakan harga, dan berbagai peristiwa penting dalam ekosistem blockchain, laporan ini mengulas tren utama yang turut membentuk arah pasar.

Riset ini berfokus pada penyajian wawasan yang tajam, relevan, dan terpercaya bagi para pembaca. Dengan informasi yang aktual dan terukur, laporan ini diharapkan dapat menjadi panduan dalam merumuskan strategi investasi yang lebih cerdas di tengah volatilitas industri aset digital.

Fokus Utama

  1. Makroekonomi Global
    • Pemerintah Amerika Serikat mencatat defisit sekitar US$1,966 triliun selama sebelas bulan pertama tahun fiskal 2026 hingga Agustus.
    • Para pemimpin Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara menandatangani kesepakatan untuk pisah dari United Kingdom dan hak menentukan nasib sendiri. 
    • Presiden Trump mengecam Federal Reserve karena menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin dengan menyatakan Suku bunga harusnya 1% atau kurang.
  2. Makroekonomi Nasional
    • Presiden Prabowo Subianto mengangkat Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa.
    • Bank Indonesia mencatat utang luar negeri Indonesia mencapai US$454,8 miliar pada Juli 2026, naik tipis dari US$454,5 miliar pada Juni dan tumbuh 4,9% secara tahunan. 
    • Badan Gizi Nasional menghentikan sementara 1.276 dapur program Makan Bergizi Gratis karena belum memenuhi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi.
  3. Performa Pasar Kripto
    • Market Cap & Volume mengalami koreksi ke angka $2.60 Triliun (-2.21%), sejalan dengan CoinMarketCap 100 Index yang ikut turun ke level $151.47 (-2.37%). Indikator Fear & Greed berada di angka 63, menandakan sentimen pasar masih cukup optimis dan bertahan di fase keserakahan (Greed). 
    • CMC Altcoin Season Index menyentuh skor 34/100. Kondisi ini memperlihatkan bahwa arus modal masih sangat condong ke arah Bitcoin (Bitcoin Season), di mana pelaku pasar cenderung memusatkan likuiditas pada aset utama (Bitcoin).
    • Sektor Sports (+6,193%) dan Layer 2 (+110%) memimpin tren, menggeser fokus pasar ke arah anomali sektor olahraga dan ekspansi infrastruktur skalabilitas jaringan. 
    • Token PENDLE melesat naik (+16.94%), disusul oleh lonjakan signifikan dari RAY (+15.90%) dan JST (+11.62%).
  4. Aksi Pasar & Proyeksi Mingguan
    • Harga Bitcoin pada timeframe daily saat ini mengalami pelemahan dan bisa Pullback untuk Short Squeeze setelah keputusan suku bunga. 
    • Plasma (XPL) → Risiko distribusi suplai tertinggi minggu ini (~63.2%). 
    • BTC: Spot vs Futures Demand ➜ Pemulihan didorong oleh futures, bukan spot.

📌 Kesimpulan: Fokuskan radar portofolio minggu ini pada pergerakan arus modal yang melesat kuat ke sektor olahraga (Sports) dan ekspansi infrastruktur skalabilitas jaringan (Layer 2).

Mengingat sentimen pasar saat ini bertahan di angka 63 (‘Greed’) di tengah pergeseran likuiditas yang masih condong memprioritaskan aset utama (Bitcoin Season), tingkatkan kewaspadaan secara ketat terhadap potensi volatilitas dan ancaman tekanan jual dari token dengan jadwal unlock signifikan seperti XPL (63.2%), BLESS (27.8%), serta H (13.5%).

Manfaatkan kondisi pasar saat ini untuk menerapkan manajemen risiko yang disiplin tanpa terbawa FOMO, serta memfokuskan porsi portofolio secara selektif pada aset berfundamental solid dengan jadwal emisi minimum di bawah 5% seperti MET, SKR, maupun AT di area support historisnya.

Makroekonomi Global

  • Para pemimpin Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara menandatangani kesepakatan untuk pisah dari United Kingdom dan hak menentukan nasib sendiri. 
  • Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Ukraina dan Rusia telah sepakat untuk berhenti saling menyerang target energi masing-masing di tengah kekhawatiran atas lonjakan harga bahan bakar global.
  • Pemerintah Amerika Serikat mencatat defisit sekitar US$1,966 triliun selama sebelas bulan pertama tahun fiskal 2026 hingga Agustus. Angka ini sudah lebih tinggi daripada defisit setahun penuh tahun fiskal 2025 sebesar $1,78 triliun.
  • Kementerian Keuangan Jepang mencatat defisit perdagangan Agustus sebesar ¥1,1 triliun atau sekitar US$7 miliar, menjadi bulan keempat berturut-turut dalam posisi defisit meski ekspor tumbuh 19,3% menjadi ¥10 triliun tetapi peningkatan tersebut belum menutup kenaikan tagihan energi.
  • Presiden Trump mengecam Federal Reserve karena menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin, saat ini berada pada kisaran 3,75% hingga 4,00%. Presiden Trump menyatakan Suku bunga seharusnya 1% atau kurang.

Makroekonomi Nasional

Bank Indonesia: Kripto Tingkatkan Inklusi Keuangan
Bank Indonesia: Kripto Tingkatkan Inklusi Keuangan.
  • Presiden Prabowo Subianto mengangkat Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan untuk sisa masa jabatan Kabinet Merah Putih hingga 2029, menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa.
  • Bank Indonesia mencatat utang luar negeri Indonesia mencapai US$454,8 miliar pada Juli 2026, naik tipis dari US$454,5 miliar pada Juni dan tumbuh 4,9% secara tahunan. Kenaikan terutama berasal dari utang sektor publik, sementara utang swasta sebesar US$194,5 miliar masih menyusut 1,2%.
  • Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan ekonomi Jakarta tumbuh 5,52% secara tahunan pada kuartal II 2026, inflasi berada di 2,5%, dan provinsi tersebut menyumbang 16,32% terhadap ekonomi nasional. 
  • Badan Gizi Nasional menghentikan sementara 1.276 dapur program Makan Bergizi Gratis karena belum memenuhi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi. Sebanyak 821 masih dalam proses, 447 telah mendaftar tetapi tidak laik, dan delapan belum terkonfirmasi; 654 unit berisiko ditutup permanen bila tidak memenuhi ketentuan dalam tujuh hari. 
  • Menteri Keuangan Suahasil Nazara meminta Direktorat Jenderal Bea dan Cukai melanjutkan penindakan terhadap rokok ilegal dan barang ilegal lain. Tujuannya menjaga penerimaan cukai, melindungi produsen yang patuh, dan memperkuat pengawasan peredaran barang tanpa dokumen yang tidak sah.

Kalender Makroekonomi

Sept 16, 2026U.S. Producer Price Index (PPI) MoM

U.S. Core Retail Sales MoM
Actual: 1.4%
Forecast: 0.6%
Previous: -0.2%→ Data aktual untuk Core Retail Sales MoM AS dirilis melonjak di 1.4%, jauh berada di atas ekspektasi dan periode sebelumnya.

Sentimen ini Bearish untuk kripto. Peningkatan tajam pada aktivitas penjualan ritel menunjukkan bahwa daya beli konsumen dan ekonomi AS secara keseluruhan masih sangat tangguh, yang berpotensi menjaga tekanan inflasi tetap tinggi.

Kondisi ini memberi alasan kuat bagi The Fed untuk mempertahankan kebijakan moneter ketat (menunda pemangkasan suku bunga), yang pada gilirannya akan menguatkan Dolar AS dan menekan selera pasar terhadap aset berisiko.
Sept 17, 2026
Fed Interest Rate Decision 


Fed Interest Rate Decision
Actual: 4.00%
Forecast: 4.00%
Previous: 3.75%→ Keputusan The Fed untuk menaikkan suku bunga menjadi 4.00% (sesuai ekspektasi, namun naik dari sebelumnya 3.75%) memberikan sentimen Bearish untuk kripto.

Kenaikan suku bunga ini menegaskan sikap hawkish The Fed dalam memperketat kebijakan moneter.

Suku bunga yang lebih tinggi akan meningkatkan biaya pinjaman, menyedot likuiditas dari pasar, serta memperkuat Dolar AS, yang pada akhirnya menekan selera investor terhadap aset berisiko tinggi seperti kripto.
Sep 17, 2026U.S. Initial Jobless Claims U.S. Initial Jobless Claims
Actual: –
Forecast: 207.00K
Previous: 206.00K→ Data aktual untuk Initial Jobless Claims AS belum dirilis. Jika nantinya data dirilis di atas ekspektasi (> 207.00K), sentimen ini akan Bullish untuk kripto.

Peningkatan jumlah klaim pengangguran menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja mulai mendingin, yang dapat meredakan tekanan inflasi dari sektor upah.

Kondisi ini dapat mendorong The Fed untuk mempertimbangkan pelonggaran kebijakan moneter ke depannya, sehingga berpotensi menekan Dolar AS dan memicu aliran likuiditas ke aset berisiko.

Sebaliknya, jika data dirilis di bawah ekspektasi (< 207.00K), sentimen akan berbalik Bearish. Angka klaim yang lebih rendah menandakan pasar tenaga kerja yang masih ketat dan tangguh, memberi ruang bagi The Fed untuk mempertahankan suku bunga tinggi, yang pada gilirannya akan menguatkan Dolar AS dan menekan selera pasar terhadap kripto.
Sep 17, 2026U.S. Philadelphia Fed Manufacturing Index 
U.S. Philadelphia Fed Manufacturing Index
Actual: –
Forecast: 31.3
Previous: 47.4→ Data aktual untuk Philadelphia Fed Manufacturing Index AS belum dirilis.

Jika nantinya data dirilis di bawah ekspektasi (< 31.3), sentimen ini akan Bullish untuk kripto. Sebaliknya, jika data dirilis di atas ekspektasi (> 31.3), sentimen akan berbalik Bearish.

Ketahanan di sektor manufaktur menunjukkan aktivitas ekonomi yang masih ekspansif, memberi alasan tambahan bagi The Fed untuk mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama, yang pada gilirannya akan menguatkan Dolar AS dan menekan selera pasar terhadap kripto.
KesimpulanKetangguhan ekonomi AS yang terlihat dari lonjakan penjualan ritel serta keputusan The Fed menaikkan suku bunga ke 4.00% telah menciptakan tekanan bearish yang kuat bagi pasar kripto; oleh karena itu, arah pergerakan likuiditas selanjutnya kini sangat bergantung pada apakah rilis data tenaga kerja dan manufaktur yang akan datang mampu menunjukkan tanda-tanda perlambatan untuk kembali memicu harapan pelonggaran moneter. 

Perkembangan Regulasi Kripto

CLARITY Act
CLARITY Act
  • Departemen Kehakiman Amerika Serikat mengajukan gugatan perdata kepada Blessed Trust dan Hexa Whale untuk menyita sekitar US$61 juta aset kripto yang diduga berasal dari penjualan ilegal minyak Iran. 
  • Petisi dari 50.000 investor Korea Selatan kini mewajibkan Majelis Nasional untuk meninjau usulan penundaan pajak kripto 22%, meskipun pemerintah bersikeras untuk tetap menerapkannya pada 1 Januari 2027 setelah tiga kali penundaan. 
  • Estate kebangkrutan Celsius menggugat pengelola BitMEX senilai US$495 juta di Pengadilan Kepailitan AS atas dugaan penipuan dan penyitaan keliru 6.360 BTC pada Maret 2020, meskipun tuduhan tersebut belum terbukti secara hukum. 
  • HM Treasury menyerahkan draf final perubahan Cryptoassets Regulations 2026 kepada Parlemen Inggris dalam transfer, pertukaran antar-UK qualifying stablecoin, serta memberi keringanan kustodi untuk menyelesaikan pembayaran. 
  • Senat Amerika Serikat gagal meloloskan CLARITY Act. Hasil voting 49–50 tidak mencapai ambang 60 suara, setelah negosiasi berbulan-bulan mengenai pembagian kewenangan SEC dan CFTC, aturan etika pejabat, serta kewenangan negara bagian dalam menindak penipuan kripto. 

Adopsi Kripto oleh Institusi

BitMine
BitMine
  • BitMine, DeFi Development Corp, dan Strive terus mengakumulasi aset kripto hingga masing-masing menguasai 5,956 juta ETH, 2,39 juta SOL, dan 25.000 BTC untuk memperkuat perbendaharaan perusahaan, sementara Strategy tidak beli Bitcoin. 
  • Bank Sentral Eropa membuka pendaftaran bagi merchant di zona euro untuk mengikuti uji coba pembayaran beta euro digital pada paruh kedua 2027 guna menyempurnakan sistem sebelum resmi diterbitkan. 
  • Carolyn Wilkins dari Bank of England menilai bahwa dominasi stablecoin dolar—yang menguasai 98% pasar dan memegang ratusan miliar dolar surat utang AS—berpotensi memperluas akses dolar global, mempermudah transaksi lintas negara, serta meningkatkan permintaan terhadap obligasi pemerintah AS.
  • Setelah mendapat persetujuan regulator, Deutsche Bank berencana meluncurkan layanan kustodi aset digital untuk memudahkan institusi di Eropa dalam menyimpan dan mengelola kripto tanpa perlu membangun sistem mereka sendiri.
  • Didukung dana US$43 juta dari Balesia Group, operator telekomunikasi VIVA menjadi yang pertama mengadopsi jaringan keuangan Iris berbasis Avalanche dan stablecoin USDi guna mengintegrasikan akun pelanggan dengan layanan pembayaran digital tanpa mengubah infrastruktur inti perusahaan.

Performa Pasar Kripto Mingguan

Memasuki minggu ketiga bulan September 2026, perputaran arus modal (capital flow) di ekosistem kripto menunjukkan lonjakan likuiditas yang masih berpusat kuat pada sektor olahraga (Sports) dan mulai bergeser secara masif menuju sektor infrastruktur Layer 2 dan kecerdasan buatan (AI). Pekan ini, sentimen pasar mengalir deras menuju berbagai proyek berbasis skalabilitas jaringan serta ekosistem desentralisasi.

📈 Highlights:

  • Reli Ekstrem Sektor Olahraga & Ledakan Infrastruktur Layer 2  ⚽🐕 Sektor Sports memimpin reli pasar secara luar biasa dengan mempertahankan lonjakan ekstrem mencapai +6,193%. Tren anomali positif ini disusul dengan kuat oleh fokus ekspansi infrastruktur melalui sektor Layer 2 yang meroket +110%, serta antusiasme tinggi pada narasi spesifik AI Applications yang tumbuh +85.65%.
  • Momentum Ekosistem, Infrastruktur Desentralisasi, & Inisiatif Bursa 📊🔗 Sektor Olympus Pro Ecosystem naik signifikan sebesar +84.57%, sejalan dengan ekspansi ekosistem DePIN (+58.17%) dan Binance Alpha Airdrops (+44.62%). Di sisi lain, terlihat tepat 4 sektor lain yang melengkapi daftar 10 besar minggu ini, yaitu Four.Meme Ecosystem (+44.12%), Binance Alpha (+41.81%), DeFAI (+38.58%), dan Long Ecosystem (+27.95%), membuktikan adanya diversifikasi arus modal yang agresif di berbagai narasi ekosistem spekulasi..
  • Top Gainers🔥 Token PENDLE berhasil memimpin reli sebesar +16.94% dalam sepekan. Kenaikan harga tersebut disusul secara solid oleh token RAY (+15.90%) dan JST (+11.62%). Di lapisan berikutnya dari daftar tepat 12 token yang masuk dalam sorotan volume minggu ini, jajaran token seperti CAKE (+3.75%), GT (+3.06%), PYTH (+1.98%), serta 币安人生/Binance Life (+0.15%) juga menorehkan angka hijau, sementara fase konsolidasi dan koreksi minor secara beruntun dialami oleh TUSD (-0.05%), SPX (-0.71%), FLR (-1.16%), AERO (-1.07%), serta EURC (-1.37%).

Pergerakan Harga Bitcoin

Daily Chart Bitcoin – TradingView

Pada minggu sebelumnya, harga diprediksi akan mengalami retracement apabila menembus level 0.236 pada (76,995.6), hal tersebut benar dan kini ada di fibonacci 0.382. Lantas, kemana selanjutnya?

Pada timeframe daily, harga telah mengalami liquidity sweep setelah menurun dari level 0.236 dan hampir Retracement ke 0.382, didukung dengan RSI yang bertahan di atas angka 50. Hal ini menunjukkan Bitcoin mengalami pelemahan meski masih berada di dalam zona Range. Tetapi, hal tersebut juga tidak mengindikasikan akan adanya retracement lebih jauh, justru hal ini lebih terasa seperti Bitcoin akan mengalami Pullback atau Short Squeeze sebelum benar-benar mengalami Retracement.

Lalu, pada Timeframe Weekly, harga juga tertahan di MA 50 dan candle mingguan menutup di bawah level 0.236, hal ini juga semakin mendukung adanya pelemahan seperti pada timeframe daily. Didukung dengan angka RSI nya yang menuju ke 50. Meski demikian, tidak semata-mata langsung mengalami retracement, bisa jadi akan mengalami Pullback untuk Short Squeeze sebelum akhirnya mengalami Retracement sebenarnya.

Jadi, apa yang harus dilakukan? Tetaplah DCA dan melakukan pembelian dengan sizing seperti minggu-minggu sebelumnya, bag yang kecil dalam aset jauh lebih baik daripada tidak sama sekali.

Daily:

  • Harga Bitcoin pada timeframe daily saat ini mengalami pelemahan dan bisa Pullback untuk Short Squeeze setelah keputusan suku bunga.

Weekly:

  • Harga Bitcoin pada timeframe weekly terindikasi terjadi penutupan mingguan yang melemah, menunjukkan bahwa Bitcoin kemungkinan besar akan mengalami retracement.

🔭 Short-Term Projection:

Bullish Case:

  • Harga saat ini mengalami pelemahan di bawah level 0.236 dan bisa Pullback untuk Short Squeeze meski belum ada kepastian mengenai hal tersebut.

⚠️ Bearish Case:

  • Bitcoin terindikasi bisa mengalami retracement hingga fibonacci 0.382 (74,085.5) – 0.5 (71,879.7) sebelum akhirnya melanjutkan kenaikan. Meski demikian, hal tersebut tidak bisa dibilang bearish, kenaikan yang sehat diiringi oleh koreksi yang sehat juga.

Analisis Data On-Chain Bitcoin

Heatmap Liquidation Bitcoin 1 Week

Peta likuiditas Bitcoin minggu ini memperlihatkan konsentrasi posisi yang cukup padat mengapit pergerakan harga saat ini di kisaran $76.000. 

  • Zona Bawah ($74.000 – $75.500): Akumulasi posisi Long tebal tepat di bawah harga, berpotensi menjadi magnet penyapuan likuiditas (long squeeze).
  • Zona Atas ($77.500 – $80.000): Tumpukan posisi Short pekat yang bertindak sebagai resistensi utama sekaligus target rebound (short squeeze). 

🔍 Insight:

  • Padatnya likuiditas Short di rentang $77.500–$80.000 memicu potensi rebound jangka pendek, namun risiko volatilitas dua arah tetap tinggi akibat tebalnya dinding Long di $74.000–$75.500.

BTC: Long Term Holders

Data on-chain terbaru menunjukkan bahwa investor Bitcoin jangka panjang (Long-Term Holder) mulai merealisasikan keuntungan mereka, meskipun pergerakan tersebut masih tergolong wajar dan jauh dari sinyal puncak pasar.

  • Realisasi Profit Stabil: Indikator LTH SOPR naik di atas angka 1 (menandakan profit), namun total kepemilikan koin investor lawas ini tetap bertahan di dekat level rekor tertingginya. 
  • Jauh dari Puncak Pasar: Level LTH SOPR saat ini masih moderat dan belum mendekati angka ekstrem (>6) yang biasanya memicu profit-taking masif pada puncak siklus historis. 

🔍 Insight: 

Realisasi profit yang terkendali di tengah tingginya kepemilikan mencerminkan keyakinan fundamental yang kuat. Hal ini menandakan Bitcoin masih memiliki ruang pertumbuhan yang sehat tanpa ancaman aksi jual masif dari investor lawas dalam waktu dekat.

BTC: Realized Cap – UTXO Age Bands

Data on-chain melalui metrik Realized Cap (UTXO Age Bands) memperlihatkan tren penahanan aset (HODL) yang semakin kuat seiring matangnya usia koin yang beredar di jaringan.

  • Pematangan Usia Koin: Proporsi koin berusia 6–12 bulan melonjak tajam ke 30,8% (naik dari 16,2% di Desember). Sebaliknya, kelompok usia 3–6 bulan anjlok dari 24,8% menjadi 7,7% karena koin tersebut tidak dijual sehingga bergeser masuk ke kategori usia yang lebih tua. 
  • Transisi ke Jangka Panjang: Kedisiplinan investor untuk menahan koinnya juga tercermin pada kelompok yang lebih matang, di mana porsi koin berusia 12–18 bulan dan 18–24 bulan masing-masing ikut meningkat menjadi 17,0% dan 9,9%. 

🔍 Insight:

  • Berubahnya status dari short-term holder menjadi long-term holder ini secara signifikan menyedot pasokan likuid di bursa, sehingga menciptakan fondasi penawaran yang sangat kokoh untuk menopang harga.

BTC: Short Term Holder P&L to Exchanges

Data on-chain mencatat lonjakan tajam aliran masuk (inflow) Bitcoin ke bursa yang dipicu oleh kepanikan investor jangka pendek pasca gagalnya Senat AS dalam melanjutkan CLARITY Act.

  • Lonjakan Inflow Ritel: Inflow pemegang jangka pendek melonjak dari 19.400 BTC ke 33.100 BTC, didominasi bursa ritel (Binance >10.000 BTC & Kraken >6.000 BTC), sementara Coinbase institusional tetap stabil (7.300 BTC). 
  • Kapitulasi Rugi Terbesar: Sebanyak 23.200 BTC dikirim dalam posisi rugi, mencetak rekor cut loss massal pemegang jangka pendek terbesar dalam satu bulan terakhir. 

🔍 Insight: 

  • Kapitulasi masif dari investor ritel jangka pendek ini menandakan proses pembersihan weak hands di pasar. Secara historis, aksi panic selling ekstrem seperti ini sering kali menjadi sinyal kuat pembentukan dasar harga (local bottom) sebelum tren kembali stabil.

Altcoin Update

Perkembangan Proyek Altcoin

Canary Capital meluncurkan Staked TRX ETF berkode TRXS yang kini tersedia melalui Fidelity. Produk ini memberi investor pasar tradisional eksposur terhadap TRX sekaligus hasil staking tanpa harus membeli, menyimpan, dan melakukan staking token secara langsung. Peluncuran tersebut membuka jalur investasi teregulasi baru terhadap TRON.

Otoritas telekomunikasi dan pemerintahan digital Uni Emirat Arab, TDRA, bekerja sama dengan Deca4 untuk mengintegrasikan teknologi Avalanche sebagai infrastruktur UAE PASS Digital Vault. Vault tersebut memungkinkan warga, penduduk, dan pengunjung mengakses serta membagikan dokumen resmi, sementara blockchain dipakai untuk memverifikasi keaslian dokumen.

Virtuals Protocol meluncurkan Occupy, launchpad di Base yang memasangkan token baru dengan saham tertokenisasi. 40% dari biaya perdagangan digunakan untuk membeli saham pasangan ke dalam treasury bersama, sementara kreator menerima 30% biaya.

Aave Labs mengajukan proposal Custodied Collateral Lending agar institusi dapat meminjam stablecoin di Aave V4 menggunakan aset yang tetap disimpan oleh Anchorage. Chainlink CustodySync menyelaraskan saldo kustodian ke on-chain melalui receipt token CoCT yang tidak dapat dipindahtangankan, sementara Anchorage mengelola agunan dan melakukan likuidasi melalui penjualan OTC.

Dilaporkan BeInCrypto, Circle meluncurkan Arc sebagai blockchain Layer 1 yang ditujukan untuk pembayaran stablecoin, pasar keuangan, dan transaksi agen AI. Mainnet memakai USDC untuk membayar biaya transaksi, kompatibel dengan EVM, menawarkan finalitas deterministik di bawah satu detik, serta mendukung lebih dari 20 stablecoin fiat dan aset tertokenisasi seperti BUIDL dan USYC.

Analisis On Chain Altcoin

Data On-Chain tiga ETF Dogecoin di Amerika Serikat hanya mendapatkan arus masuk bersih sedikit di atas US$12 juta selama hampir 10 bulan. Sebagai pembanding, ETF XRP mencatat US$12,29 juta dalam satu hari dan telah mengumpulkan US$1,7 miliar sejak diluncurkan, sedangkan ETF Solana mencapai US$1,36 miliar. ETF DOGE mencatat arus nol pada 166 dari 199 hari perdagangan dan net outflow sekitar US$108.000 selama 13 Agustus–10 September.

Data On-Chain Volume spot seluruh exchange mencapai sekitar US$75 miliar pada Agustus, terbesar kedua sejak puncak Februari, ketika Bitcoin dan aset utama naik sekitar 25%. Binance menyumbang US$19,4 miliar, Coinbase US$8 miliar, dan Gate US$5,1 miliar. Volume perpetual mencapai sekitar US$336 miliar, tetapi sebagian besar lonjakannya berasal dari penutupan posisi short dan likuidasi saat harga naik.

Data On-Chain sebanyak 5.464.617 SUSHI masuk ke Binance pada September dan menghasilkan netflow positif 2.405.086 SUSHI, tertinggi dalam enam bulan. Lonjakan berasal dari lebih banyak deposan, bukan transaksi yang lebih besar: jumlah deposit naik 421% secara kuartalan menunjukkan realized profit pada token Sushi dari banyaknya pemegang token tersebut.

Data On-Chain Inflow Ethereum ke Binance mencapai sekitar 709.400 ETH, level tertinggi sejak Juni setelah beberapa lonjakan harian sebelumnya menembus 500.000 ETH. Inflow mengukur jumlah ETH yang masuk ke wallet exchange; kenaikan ini memperbesar aset yang tersedia untuk diperdagangkan dan menunjukkan aktivitas transfer jauh lebih tinggi daripada pola Juli–Agustus. Namun inflow tidak memperhitungkan ETH yang keluar pada hari yang sama dan tidak membuktikan seluruh koin akan dijual.

Data on-chain perputaran likuiditas XRP selama 30 hari di Binance naik menjadi sekitar US$4,6 miliar, sementara Liquidity Index mencapai sekitar 0,0675, level tertinggi dalam enam bulan. Angka ini pulih dari kisaran US$2–3 miliar pada Juli dan Agustus, bersamaan dengan meningkatnya arus deposit dan penarikan XRP di exchange. Likuiditas yang lebih dalam membantu pesanan besar dieksekusi dengan dampak harga yang lebih kecil.

Token Unlock (21 – 25 September 2026)

Memasuki minggu keempat September 2026, kalender token unlock pada rentang 21 hingga 25 September menghadirkan rilis dari tepat 22 proyek secara keseluruhan. Sorotan utama minggu ini menunjukkan dominasi pelepasan pasokan di zona aman, meskipun terdapat 4 anomali pasokan masif dan 4 emisi menengah yang menuntut manajemen risiko ketat untuk mengantisipasi potensi kejutan pasokan (supply shock) pada aset-aset terkait.

🔍 Highlight Unlock

  • 🔺 Unlock Masif (>10% dari Kapitalisasi Pasar): Minggu ini dipimpin oleh rilis dari tepat 4 proyek di zona masif. Plasma (XPL) mencatatkan tingkat emisi tertinggi dengan melepas suplai ekstrem sebesar 63.2% dari kapitalisasi pasarnya (senilai $141.35 juta) pada tanggal 25 September. Disusul oleh Bless (BLESS) sebesar 27.8% ($4.32 juta) pada 23 September, Humanity Protocol (H) sebesar 13.5% ($23.93 juta) pada 25 September, dan River (RIVER) sebesar 12.7% ($2.90 juta) pada 22 September.
  • 🟡 Unlock Menengah (5–10% dari Kapitalisasi Pasar): Deretan ini dipimpin oleh Akedo Games (AKE) dengan emisi sebesar 9.25% ($49.48 juta) pada tanggal 21 September, disusul oleh Orochi Network (ON) sebesar 8.56% ($1.61 juta) pada 24 September, Veranta (AVNT) sebesar 7.11% ($2.33 juta) pada 23 September, dan Perle (PRL) sebesar 5.70% ($1.07 juta) pada 25 September.
  • 🟢 Unlock Relatif Aman (<5% dari Kapitalisasi Pasar): Sisa tepat 14 proyek lainnya berada di zona aman, dipimpin oleh rilis paling minim dari Meteora (MET) sebesar 1.31% ($1.43 juta) pada tanggal 23 September, serta Seeker (SKR) sebesar 1.43% dan APRO (AT) sebesar 1.77%. Sisanya terdapat 11 proyek lain yang melengkapi zona pelepasan minim ini.

💡 Analisis untuk Investor/Trader:

  • Ancaman Volatilitas Tinggi (XPL, BLESS, H, RIVER): Menghadapi inflasi pasokan yang menembus batas dua digit pada proyek-proyek ini, langkah rasional yang harus diambil adalah meningkatkan kewaspadaan (wait and see). Emisi masif pada XPL (63.2%) dan BLESS (27.8%) berpeluang kuat memicu tekanan jual (selling pressure) yang mengarah pada dilusi nilai jangka pendek. Sangat disarankan menunda pembukaan posisi spekulatif hingga volume pasar selesai menyerap hantaman pasokan tersebut.
  • Kewaspadaan Rotasi Likuiditas (AKE, ON, AVNT, PRL): Rentang emisi menengah (5%-10%) menuntut pengawasan ketat, khususnya karena valuasi pelepasan dari proyek-proyek ini (terutama AKE yang mencapai $49.48 juta) tergolong signifikan secara nominal. Penambahan pasokan dengan volume dolar yang masif di level ini berpotensi membebani pergerakan harga secara signifikan jika likuiditas beli di pasar tidak mampu mengimbanginya.
  • Momentum Buy the Dip di Aset Solid (MET, SKR, AT, ID, dll): Proyek-proyek dengan jadwal penambahan suplai di bawah 5% secara historis membawa risiko inflasi yang jauh lebih terkendali. Emisi pada aset-aset ini umumnya dapat dicerna secara wajar oleh pasar. Apabila terjadi koreksi simpati akibat kepanikan ritel sesaat, momen tersebut dapat dimanfaatkan sebagai peluang strategis untuk melakukan akumulasi bertahap (DCA) di area support teknikal yang solid.

Proyeksi & Analisis

Market Cap & Volume mengalami koreksi ke angka $2.60 Triliun (-2.21%), sejalan dengan CoinMarketCap 100 Index yang ikut turun ke level $151.47 (-2.37%). Indikator Fear & Greed berada di angka 63, menandakan sentimen pasar masih cukup optimis dan bertahan di fase keserakahan (Greed). CMC Altcoin Season Index menyentuh skor 34/100. Kondisi ini memperlihatkan bahwa arus modal masih sangat condong ke arah Bitcoin (Bitcoin Season), di mana pelaku pasar cenderung memusatkan likuiditas pada aset utama di tengah pergerakan pasar saat ini. 

🔮Outlook Minggu Depan:

✅ Harga Bitcoin pada timeframe daily saat ini mengalami pelemahan dan bisa Pullback untuk Short Squeeze setelah keputusan suku bunga. 

  • Bullish case: Harga saat ini mengalami pelemahan di bawah level 0.236 dan bisa Pullback untuk Short Squeeze meski belum ada kepastian mengenai hal tersebut. 
  • Bearish case: Bitcoin terindikasi bisa mengalami retracement hingga fibonacci 0.382 (74,085.5) – 0.5 (71,879.7) sebelum akhirnya melanjutkan kenaikan. Meski demikian, hal tersebut tidak bisa dibilang bearish, kenaikan yang sehat diiringi oleh koreksi yang sehat juga.

Zona likuidasi & teknikal:

  • Zona Atas ($77.500 – $80.000): Area ini merupakan resistensi utama dengan tumpukan posisi Short yang sangat padat, menjadikannya target sapuan ke atas (short squeeze). 
  • Zona Bawah ($74.000 – $75.500): Area ini menjadi tumpukan likuiditas posisi Long terdekat yang sangat tebal sekaligus magnet utama penarik harga ke bawah (long squeeze). 

Narrative utama: 

  • Sektor Sports (+6,193%) dan Layer 2 (+110%) memimpin tren, menggeser fokus pasar ke arah anomali sektor olahraga dan ekspansi infrastruktur skalabilitas jaringan. 
  • Token PENDLE melesat naik (+16.94%), disusul oleh lonjakan signifikan dari RAY (+15.90%) dan JST (+11.62%).

On-chain Insight & Derivatif:

  • BTC: LTH SOPR ➜ Realisasi profit investor jangka panjang stabil.
  • BTC: Realized Cap UTXO ➜ Usia koin 6–12 bulan pasokan likuid di bursa. 
  • BTC: STH P&L to Exchanges ➜ Kapitulasi rugi 23.200 BTC dari pemegang jangka pendek.

Fokuskan radar portofolio minggu ini pada pergerakan arus modal yang melesat kuat ke sektor olahraga (Sports) dan ekspansi infrastruktur skalabilitas jaringan (Layer 2).

Mengingat sentimen pasar saat ini bertahan di angka 63 (‘Greed’) di tengah pergeseran likuiditas yang masih condong memprioritaskan aset utama (Bitcoin Season), tingkatkan kewaspadaan secara ketat terhadap potensi volatilitas dan ancaman tekanan jual dari token dengan jadwal unlock signifikan seperti XPL (63.2%), BLESS (27.8%), serta H (13.5%).

Manfaatkan kondisi pasar saat ini untuk menerapkan manajemen risiko yang disiplin tanpa terbawa FOMO, serta memfokuskan porsi portofolio secara selektif pada aset berfundamental solid dengan jadwal emisi minimum di bawah 5% seperti MET, SKR, maupun AT di area support historisnya.

Edukasi Mingguan

Memahami Dinamika dan Mekanisme Chain Rotation di Ekosistem Kripto

DePIN (Decentralized Physical Infrastructure Networks).
DePIN (Decentralized Physical Infrastructure Networks).

Saat pasar kripto mengalami chain rotation (rotasi arus modal antar-jaringan), likuiditas, volume perdagangan, dan perhatian pengguna bergeser secara masif dari satu jaringan atau platform (seperti ekosistem Robinhood) menuju ekosistem baru (seperti Arc Chain atau lainnya). Pergerakan modal ini bukan sekadar tren media sosial, melainkan fenomena yang didorong oleh perubahan dinamika insentif, kapasitas infrastruktur teknis, serta pencarian efisiensi imbal hasil. Berikut adalah faktor mendasar mengapa chain rotation terjadi di pasar kripto:

  • Ketimpangan Imbal Hasil & Migrasi Likuiditas (Yield Disparity & Capital Migration): Pasar kripto beroperasi dalam lingkungan modal efisien di mana likuiditas mengalir ke titik dengan pertumbuhan nilai aset atau yield tertinggi. Ketika pertumbuhan ekosistem asal mulai melambat atau mengalami titik jenuh (saturation point), smart money dan market maker memindahkan likuiditasnya ke jaringan baru demi memburu potensi keuntungan awal (early-stage momentum) yang jauh lebih tinggi.
  • Optimalisasi Skalabilitas & Efisiensi Eksekusi (Throughput & Gas Fee Optimization): Jaringan penerima arus rotasi (seperti Arc Chain atau jaringan berbasis App-Chain) umumnya menawarkan throughput transaksi ($TPS$) yang lebih tinggi serta arsitektur eksekusi yang terisolasi. Hal ini menghindarkan pengguna dari kemacetan biaya transaksi (gas fee) dan masalah state contention yang kerap terjadi di jaringan utama saat terjadi kejenuhan pemrosesan data.
  • Infrastruktur Lintas Rantai & Efek Jaringan Baru (Cross-Chain Interoperability & Network Effect): Kemajuan protokol cross-chain messaging dan liquidity bridge memudahkan perpindahan aset antar-rantai dengan gesekan minim (low friction). Pengembang memanfaatkan kemudahan ini untuk membangun aplikasi desentralisasi (dApps) baru, yang kemudian menarik antusiasme komunitas dan menciptakan efek jaringan (network effect) baru secara cepat.

🔍 Kesimpulan: Chain rotation merupakan fenomena alokasi ulang likuiditas secara alami untuk mengejar efisiensi komputasi, biaya transaksi yang lebih terjangkau, dan insentif pertumbuhan baru. Kunci utama bagi pelaku pasar dalam menyikapi siklus rotasi ini adalah memantau data on-chain (seperti arus masuk bridge dan pertumbuhan TVL) secara objektif sejak dini, serta tetap berdisiplin menjaga manajemen risiko agar tidak terjebak aksi beli spekulatif di puncak euforia narasi.

Pengumuman

Tokocrypto Rayakan 8 Tahun dengan Flash Hour Trade dan Hadiah Tokenized Stocks

Flash Hour Tokocrypto

Dalam rangka merayakan 8 tahun perjalanan Tokocrypto, Tokonauts bisa mengikuti berbagai campaign spesial dengan hadiah menarik, mulai dari Flash Hour Trade hingga trading Tokenized Stocks.

Flash Hour Trade: Total Hadiah Rp18 Juta

Campaign Flash Hour Trade berlangsung pada 11–25 September 2026. Setiap hari, Tokonauts bisa mengikuti sesi trading khusus selama 3 jam dan berkesempatan mendapatkan hadiah.

Cara ikut:

  • Pastikan akun Tokocrypto sudah KYC.
  • Bergabung melalui Reward Hub.
  • Lakukan trading minimal Rp100.000 selama Flash Hour.
  • 10 pemenang akan dipilih secara acak di setiap sesi.
  • Setiap pemenang mendapatkan Rp80.000.
  • Total hadiah setiap sesi mencapai Rp800.000.

Selain hadiah Flash Hour, Tokonauts juga bisa bersaing untuk masuk dalam Top 5 Trading Volume selama periode campaign.

Trade Tokenized Stocks, Rebut Hadiah hingga Rp500 Juta

Tokocrypto juga menghadirkan campaign Tokenized Stocks dengan total hadiah hingga 600.000 TKO atau senilai Rp500 juta.

Campaign berlangsung pada 25 Agustus–25 November 2026 dan mencakup berbagai Tokenized Stocks seperti SPCXB, SNDKB, MSTRB, CRCLB, NVDAB, hingga TSLAB.

Khusus pengguna baru:

  • Deposit minimal Rp90.000 atau sekitar 5 USDT.
  • Trading Tokenized Stocks minimal senilai Rp90.000.
  • Pengguna yang memenuhi syarat bisa mendapatkan 60 TKO.
  • Tersedia prize pool hingga 40.000 TKO untuk setiap periode aktivitas.
  • Reward tersedia untuk maksimal 666 pengguna di setiap periode sesuai ketersediaan kuota.

Dua campaign ini menjadi bagian dari perayaan 8 tahun Tokocrypto, sekaligus memberikan kesempatan bagi Tokonauts untuk mencoba berbagai aktivitas trading dan mendapatkan reward selama periode campaign.

Baca juga: Apa Itu Bitcoin Inscriptions dan Mengapa Penting bagi Masa Depan BTC?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

Trending