Connect with us

Market News

Mengenal 5 Ragam Pola Candlestick Lengkap Menguntungkan

Published

on

Bentuk dan pola pola candlestick yang menguntungkan

Seiring waktu, ragam pola candlestick (Candlestick Pattern) dalam trading semakin banyak variasinya, mulai dari pola satu batang candlestick, dua batang, tiga batang dan seterusnya. Namun, dari semua pilihan tersebut, ternyata ada beberapa pola candlestick lengkap menguntungkan yang bisa Anda pelajari. Seperti apakah pola-pola candlestick tersebut? Yuk, kita pelajari pada artikel ini.

Kilas Balik Pengertian Pola Candlestick

Pola candlestick adalah metode charting kuno dari Jepang yang telah terbukti akurasinya hingga berabad-abad lalu sampai sekarang. Meskipun telah digunakan begitu lama, namun kepopulerannya telah menjadi bagian dari analisa teknikal populer yang digunakan oleh berbagai kalangan trader.

Candlestick merupakan jenis grafik harga yang digunakan trader untuk melihat harga sekuritas tinggi, rendah, terbuka, dan penutupan di periode-periode tertentu. Teknik candlestick ini haruslah dipahami dan dikuasai dengan baik oleh para trader dalam upaya mendapatkan keuntungan yang maksimal serta meminimalkan risiko kerugian. Karena dari pola candlestick inilah, para trader bisa memantau pergerakan harga yang sedang terjadi.

Perlu dicatat, analisa dengan pola candlestick termasuk dalam metode analisa diskresional. Artinya, analisa teknikal melalui pola candlestick, pada dasarnya akan mengandalkan intuisi subyektif trader untuk memahami dan membaca candlestick chart hingga menjadi suatu eksekusi trading aktual. Implikasinya, dibutuhkan pengalaman dan jam terbang tinggi supaya metode ini benar-benar optimal mendatangkan profit konsisten.

Jenis-jenis Pola Candlestick Lengkap yang Menguntungkan

Agar lebih mudah dipahami pemula yang banyak digunakan oleh trader-trader di luar sana, pola-pola candlestick menguntungkan akan mengikuti sistematika dari  analisis teknikal pada umumnya, candlestick memiliki tingkat siaga berupa “sinyal” dan “konfirmasi”.

Tingkat “sinyal” berarti  candlestick  tersebut  telah membentuk satu pola yang akan menunjukkan pergerakan naik atau turun, namun trader belum disarankan untuk memasang posisi terlebih dahulu. Sedangkan, tingkat “konfirmasi” berarti pola candlestick tersebut  sudah  menyarankan  trader  memasang posisi mengikuti arah pergerakan sesuai dengan pola yang muncul.

Berikut adalah 5 kategori pola candlestick lengkap menguntungkan sesuai dengan bentuk konfirmasinya dalam pembukaan posisi:

1. Pola Pin bar

Pola pin bar adalah salah satu pola candlestick menguntungkan yang paling sering muncul pada chart. Pola ini mudah dikenali karena bentuk panjang shadow-nya selalu lebih panjang daripada badan dan ujung shadow lawannya (nose). Semakin panjang shadow dibanding body dan nose, maka semakin tinggi indikasi kemungkinan akan terjadi penerusan trend atau reversal.

Pola Pinbar Candlestick

Terbentuknya pola candlestick pin bar mengindikasikan sentimen pasar yang awalnya tergiring ke satu arah, tapi kemudian berbalik arah, sehingga meninggalkan jejak shadow panjang. Contohnya, pada saat harga mendekat batas resistansi atau support, pin bar biasanya menandakan akan terjadinya reversal:

Pola Candlestick Bullish dan Bearish

2. Pola Inside bar

Pola candlestick menguntungkan kedua ini biasanya paling sering muncul saat trend telah mencapai titik tertinggi atau terendahnya. Pola Inside Bar selalu diwakili dengan karakteristik dua batang candlestick, di mana salah satu batang lebih kecil dan berada di antara range batang induknya (Mother Bar).

Pola Candlestick Inside Bar

Pola candlestick menguntungkan ini mengindikasikan konsolidasi antara penjual vs. pembeli, di mana keduanya masih berusaha saling tarik-menarik sampai akhirnya salah satu pihak kalah lalu pihak lain mendominasi sehingga terbentuklah trend baru. Dalam pengembangannya, pola Engulfing juga termasuk dalam kategori pola Inside Bar.

Pola Candlestick Forex

3. Pola Three Outside Up dan Three Outside Down

Pola Three Outside Up dan Three Outside Down juga termasuk pengembangan dari pola Inside Bar. Bedanya, jika pada Inside Bar, candlestick pertama biasanya lebih besar daripada candlestick kedua, maka pada pola candlestick menguntungkan ini justru candle pertama lebih kecil atau berada di dalam candle berikutnya. Artinya, bar pertama dan kedua menandakan tekanan antara penjual vs. pembeli semakin besar (ekspansi) dan pemenang dari unjuk kekuatan tersebut dikonfirmasi oleh bar ketiga.

Pola Candlestick

Pola Three Inside Up

Pola Candlestick Three Inside Down

Pola Three Inside Down

Pola Three Inside Up Pola Three Inside Down Pola Three Inside Up mengindikasikan akan terjadinya reversal bearish (pembalikan harga dari naik menjadi menurun). Sedangkan pola Three Inside Down menandakan peluang reversal bullish (pembalikan harga dari turun menjadi naik).

4. Pola Evening Star dan Morning Star

Pola candlestick menguntungkan berikutnya bernama Evening Star dan Morning Star. Formasi Evening Star dan Morning Star adalah pola tiga batang candlestick yang mengindikasikan keraguan para pelaku pasar. Namun, candlestick ketiga mengkonfirmasi ke mana haluan arah harga berikutnya.

Jenis Pola Candlestick Evening Star

Pola Evening Star

Candlestick Morning Star

Pola Morning Star

Pola Evening Star Pola Morning Star Pola Evening Star mengindikasikan akan adanya reversal bearish (pembalikan harga dari naik menjadi menurun). Sebaliknya, jika muncul pola Morning Star setelah periode tren menurun, maka akan ada kemungkinan besar untuk reversal bullish (pembalikan harga dari turun menjadi naik).

5. Pola Reversal Multi-Bar (Falling and Rising Three Methods)

Umumnya, semakin banyak batang dalam suatu formasi, maka akan semakin jarang tingkat kemunculannya. Namun, akurasi sinyal trading dari pola Falling dan Rising Three Methods lebih tinggi dari pola dengan jumlah batang lebih sedikit. Contohnya seperti pada pola candlestick menguntungkan di bawah ini:

Jenis Candlestick Failling Method

Pola Falling Three Method

Pola Candlestick Rising Failling Method

Pola Rising Three Methods

Pola Falling Three Method Pola Rising Three Methods Pola candlestick menguntungkan kelima ini memiliki ciri khas tiga bar yang diapit di tengahnya, namun kemudian dilawan oleh bar terakhir. Harga penutupan (closing) pada candle terakhir menentukan akurasi dari pola multi-bar ini.

Pada pola Falling Three Methods, reversal bullish (pembalikan harga dari turun menjadi naik) terkonfirmasi setelah closing bar terakhir ditutup lebih rendah dari bar pertama. Sebaliknya, pada pola Rising Three Methods, silahkan pasang posisi long (buy) setelah bar terakhir ditutup lebih tinggi daripada bar pertama.

Catatan Tambahan Untuk Menyaring Pola Candlestick Menguntungkan

Salah satu faktor penting dalam menyaring tingkat akurasi pola candlestick adalah dengan memperhatikan pilihan timeframe. Timeframe tinggi (di atas H4) umumnya memiliki noise lebih rendah, sehingga tingkat akurasi sinyal tradingnya lebih tinggi daripada pola candlestick pada time frame rendah.

Kedua, jangan terburu-buru untuk mengeksekusi market order sebelum ada konfirmasi dari batang candlestick lain. Misalnya pada saat terbentuk pola Pin Bar, tunggu sampai batang candlestick berikutnya menyentuh garis konfirmasi. Alternatif lainnya, gunakan indikator seperti MACD atau RSI untuk mengkonfirmasi akurasi sinyal trading.

Kesimpulan

Pola candlestick atau candlestick merupakan alat bantu bagi para trader dan investor membaca pergerakan crypto. Candlestick  memiliki sejarah yang panjang dan telah berlangsung ratusan tahun. Pola candlestick juga merupakan pola yang dianggap sangat bisa diandalkan dalam membaca trading saham keuangan, oleh karena itu pola candle sangat populer di kalangan trader dan investor.

Nah itu dia beragam pola dari candlestick yang menguntungkan yang bisa membantu Anda untuk mendapatkan profit pada saat melakukan trading crypto. Pada dasarnya banyak ragam cara untuk melakukan trading crypto. Seiring dengan berkembangnya teknologi blockchain maka semakin berkembang pula fitur yang ditawarkan bagi para pengguna crypto. 

Salah satunya yang mulai terkenal di Dunia dan Indonesia yaitu ada DeFi (Decentralized Finance). Apa itu DeFi? Singkatnya DeFi merupakan sebuah sistem yang bertujuan untuk menghadirkan layanan keuangan terbuka tanpa izin, transparan, dan tersedia tanpa adanya otoritas terpusat yang dibuat dengan protokol smart contract

Di Indonesia sendiri, gerakan DeFi ini masih sangat terbatas dan Tokocrypto dengan Toko Token (TKO) hadir sebagai pelopor yang menjadi project aset kripto lokal pertama di Indonesia yang menawarkan model token hybrid yang nantinya Token TKO ini akan menjadi token platform penukaran, Centralized Finance, dan Decentralized Finance. Toko Token juga dibangun di atas Binance Smart Chain yang merupakan salah satu blockchain ternama dengan tingkat keamanan yang tinggi. Ingin tahu lebih banyak tentang TKO ini? Yuk cek sekarang!

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Altcoin News

Tokocrypto Market Signal 25 Mei 2022: Dinamika Pasar Kripto Masih Statis

Published

on

Tokocrypto market signal

Pergerakan market aset kripto tampaknya masih statis selama beberapa waktu mendatang. Secara umum, dinamika pasar kripto belum menunjukan penguatan harga, lantaran belum ada sentimen kuat yang mampu mendongkrak nilai transaksi.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, menjelaskan sebagian besar investor masih belum terlalu optimistis terhadap pasar kripto, mengingat ancaman ketidakpastian makroekonomi yang masih membayangi. Alhasil pergerakan sejumlah aset kripto terutama yang berkapitalisasi besar atau big cap belum mampu menyentuh level resistance-nya.

“Pelaku pasar sebenarnya belum all out di pasar kripto karena sentimen pasar belum membaik. Mereka tampaknya ragu meramaikan market, setelah melihat nilai indeks Nasdaq yang juga terjun,” kata Afid.

Afid kembali mengingatkan bahwa ada tiga situasi makroekonomi yang saat ini membuat market kripto tertekan dan belum menunjukan bull run-nya. Tiga hal tersebut adalah inflasi tinggi di sejumlah negara, potensi resesi ekonomi dan kebijakan moneter hawkish The Fed

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono. Foto: Tokocrypto.

“Menyikapi hal tersebut, investor akan bergerak menuju aset yang lebih aman. Namun, ada sedikit kecenderungan investor akan mengambil sikap akumulasi buy the dip yang mungkin bisa menopang laju kripto di jangka pendek,” terangnya.

Trading Altcoin Lebih Cuan Dibanding Bitcoin

Di samping itu, Afid melihat saat ini cukup bagus untuk melakukan trading di altcoin daripada Bitcoin dan aset kripto besar lainnya. Altcoin lagi potensial buat minggu, terlebih sudah ada yang mencapai kenaikan harga yang signifikan.

Bitcoin (BTC) terus diperdagangkan dengan ketat dan masih berjuang untuk membuat terobosan yang menentukan di atas atau di bawah $ 30.000. Level support BTC kini berada dikisaran $ 27.500, yang telah menstabilkan aksi harga selama seminggu terakhir.

Pelaku pasar kini cenderung perlahan mengakumulasi altcoin, utamanya ADA dan DOT untuk memitigasi risiko BTC. Kemudian, Kava (KAVA) yang tumbuh 14,99% dalam 24 jam terakhir pada Rabu (25/5) menjelang perilisan upgrade Kava 10.

Selain KAVA, Afid juga memberikan rincian sejumlah aset kripto yang berpotensi bullish dan bearish di pekan keempat bulan Mei ini. Simak selengkapnya di Tokocrypto Market Signal.

Baca juga: Direktur IMF Akui Keunggulan Aset Kripto dan Sepakat Bukan Mata Uang

Daftar 5 Aset Kripto Bullish

1. Kava (KAVA)

Analisis teknikal Kava (KAVA).

Membuka daftar aset kripto berpotensi bullish di pekan terakhir Mei 2022 ini adalah KAVA. Kripto ini sudah lama nyaman dalam daftar bullish, namun apakah akan terus berlanjut?

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, yakin potensi kenaikan harga KAVA masih terus berlanjut. Alasannya, KAVA masih tetap akan meluncurkan mainnet Kava 10 yang digelar 25 Mei ini.

“Sentimen positif KAVA terus menguat. Kemungkinan besar level support KAVA akan meningkat dari $ 2,3 menjadi $ 2,8. KAVA masih dapat bergerak menuju harga sekitar $ 4 atau naik 76% dalam beberapa hari ke depan,” kata Afid.

Menurut Afid, mainnet Kava 10 sudah lama ditunggu investor, karena akan menghubungkan dua ekosistem terdesentralisasi terbesar antara Ethereum dan Cosmos. Tentu akan menciptakan lonjakan aktivitas di jaringan Kava.

Peringkat KAVA di CoinMarketCap pada Rabu (25/5) pukul 12.00 WIB adalah #83, dengan kapitalisasi pasar $ 552.078.034. Pasokan yang beredar 197.039.622 koin KAVA dan maksimal pasokan tidak tersedia.

2. THORChain (RUNE)

Analisis teknikal THORChain (RUNE).

Selanjutnya adalah THORChain yang berpotensi bullish. Token RUNE masih dipengaruhi oleh sentimen positif dari perilisan mainnet yang kemungkinan terjadi pada 31 Mei mendatang.

Berdasarkan analisis teknikalnya, Afid melihat RUNE memang sempar terjadi koreksi harga, tapi, saat ini perlahan bergerak naik. Kemungkinan besar RUNE dapat terus bergerak menuju harga $ 4 atau naik sekitar 50% dari harga bawah $ 2,9 dalam beberapa hari ke depan. 

“RUNE masih mendapatkan sentimen positif dari rumor perilisan mainnet pada akhir Mei nanti. Kabar itu sudah menguat sehingga mendorong harga RUNE, di mana investor sudah mulai hold dan trading,” kata Afid.

THORChain sendiri adalah sebuah protokol blockchain terdesentralisasi yang memungkinkan pengguna dengan mudah menukar aset kripto mereka dari berbagai jaringan, termasuk Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH), dengan token lainnya yang tidak berada di dalam jaringan yang sama, tanpa perlu pihak ketiga, seperti Coinbase atau Binance.

Peringkat RUNE di CoinMarketCap pada Rabu (25/5) pukul 12.00 WIB adalah #56, dengan kapitalisasi pasar $ 1.018.379.350. Pasokan yang beredar 330.688.061 koin RUNE dan maksimal pasokan 500.000.000 koin RUNE.

3. IoTeX (IOTX)

Analisis teknikal IoTeX (IOTX).

IoTeX (IOTX) sudah dikenal luas di dunia kripto dengan status sebagai aset yang sangat menjanjikan. IoTeX (IOTX) adalah sebuah platform yang menggabungkan teknologi blockchain yang aman dengan Internet of Things (IoT). 

Afid menjelaskan IOTX bisa menjadi kripto yang berpotensi bullish pekan ini. Sentimen positif IOTX datang dari perilisan mainnet pada 30 Mei mendatang. Mainnet ini bisa meningkat kecepatan dan transaksi, staking yang didukung melalui protokol web3 hingga peningkatan ketahanan koneksi p2p.

“Dari analisis teknikalnya, harga IOTX perlahan sudah naik dalam beberapa hari terakhir. Harga IOTX bisa mencapai $ 0,046 atau sekitar 16% dari level support-nya yang berada di $ 0,039,” kata Afid.

Peringkat IOTX di CoinMarketCap pada Rabu (25/5) pukul 12.00 WIB adalah #102, dengan kapitalisasi pasar $ 381.234.875. Pasokan yang beredar 9.540.779.324 koin IOTX dan maksimal pasokan 10.000.000.000 koin IOTX.

Baca juga: Aset Kripto Jadi Primadona dalam Agenda Pertemuan Tahunan WEF 2022

4. Loopring (LRC)

Analisis teknikal Loopring (LRC).

LRC adalah token kripto Loopring berbasis Ethereum, protokol terbuka yang dirancang untuk membangun pertukaran crypto terdesentralisasi. Tujuan Loopring adalah untuk menggabungkan jaringan terpusat dengan penyelesaian pesanan on-blockchain yang terdesentralisasi menjadi produk hybrid.

Afid mengungkap LRC kemungkinan besar akan bullish pada pekan ini. Alasannya kabar GameStop, perusahaan game ritel terbesar di dunia meluncurkan versi beta dompet kripto dan NFT yang menggunakan jaringan Loopring Layer 2. 

“Masuknya GameStop ke industri kripto dengan dukungan Loopring membuat harga LRC berpotensi naik. Analisis teknikal melihat LRC akan mengalami kenaikan harga hingga 28% menuju $ 0,64 dari level support $ 0,54,” tutur Afid.

Peringkat LRC di CoinMarketCap pada Rabu (25/5) pukul 12.00 WIB adalah #68, dengan kapitalisasi pasar $ 752.428.116. Jumlah koin yang beredar 1.330.082.009 koin LRC dan maks. pasokan 1.374.513.896 koin LRC.

5. Fantom (FTM)

Analisis teknikal Fantom (FTM).

Fantom adalah platform smart contract berbasis directed acyclic graph (DAG) dengan kinerja yang tinggi, aman serta skalabilitas tinggi. Sayangnya, dalam dua pekan terakhir ini nilai FTM terus merosot.

Afid melihat nilai FTM yang reli bergerak naik diakibatkan oleh spekulasi tokoh penting dalam Fantom dan Yearn Finance, Andre Cronje yang merupakan arsitek di Fantom Foundation akan kembali aktif proyek DeFi tersebut.

“FTM belum bisa lepas dari dampak keluarnya Andre Cronje dan Anton Nell. Namun, ada spekulasi mereka akan kemballi meningkatkan harga FTM,” jelas Afid. 

Analisis teknikal FTM melihat ada pergerakan naik meski perlahan dalam beberapa hari terakhir. Kemungkinan besar nilai FTM bisa mencapai $ 0,51 atau sekitar 31% dari level support $ 0,41.

Peringkat FTM di CoinMarketCap pada Rabu (25/5) pukul 12.00 WIB adalah #52, dengan kapitalisasi pasar $ 1.079.759.008. Pasokan yang beredar 2.545.006.273 koin FTM dan maksimal pasokan 3.175.000.000 koin FTM.

Daftar 5 Aset Kripto Bearish

1. Beta Finance (BETA)

Analisis teknikal Beta Finance (BETA).

Beta Finance (BETA) adalah platform pinjaman aset kripto dan DeFi. Beta Finance memiliki alat perdagangan untuk memfasilitasi pengalaman pengguna DeFi.

Beta Finance memang sudah dikenal luas di dunia aset kripto dengan status sebagai crypto yang sangat menjanjikan. Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan BETA kemungkinan besar masih akan terus mengalami penurunan harga.

“Dari analisis teknikal, terlihat saat ini BETA sudah sampai titik jenuh atau overbought. Penurunan harga akan terjadi ke $ 0,12 atau sekitar 23% dan bisa anjlok ke level support-nya $ 0,07 selama beberapa hari ke depan,” ucap Afid.

Peringkat BETA di CoinMarketCap pada Rabu (25/5) pukul 12.00 WIB adalah #366, dengan kapitalisasi pasar $ 62.957.220. Jumlah koin yang beredar 401.666.667 koin BETA dan maksimal pasokan 1.000.000.000 koin BETA.

Baca juga: Boss Binance: Jika Binance Bangkrut, Investasi Kalian Masih Aman

2. Anchor Protocol (ANC)

Analisis teknikal Anchor Protocol (ANC).

Anchor Protocol (ANC) kembali terjebak dalam fase bearish pada pekan ini. Kabar penolakan proposal pemotongan hasil oleh pemegang token ANC masih terus menekan harganya. 

“ANC kemungkinan besar akan masuk bearish. Dari segi analisis teknikalnya ANC tidak ada harapan lagi untuk bullish. ANC bisa terus turun bahkan bisa mencapai harga di bawah $ 0,3,” kata Afid.

Anchor Protocol adalah protokol pinjam meminjam di blockchain Terra. ANC adalah token utilitas dan tata kelola asli protokol yang memungkinkan pengguna untuk berpartisipasi dalam tata kelola, pinjam meminjam, dan mendapatkan bunga dengan aset digital mereka menggunakan model jaminan berlebih.

Peringkat ANC di CoinMarketCap pada Rabu (25/5) pukul 12.00 WIB adalah #276, dengan kapitalisasi pasar $ 101.367.663. Pasokan yang beredar 348.969.807 koin ANC dan maksimal pasokan 1.000.000.000 koin ANC.

3. Elipsis (EPX)

Analisis teknikal Ellipsis (EPX).

Ellipsis adalah aset kripto yang beroperasi pada platform BNB Smart Chain (BEP20). Pada 31 Maret lalu, melakukan migrasi token dari Ellipsis (EPS) ke Ellipsis (EPX).

Setelah migrasi, token baru dikunci dari transfer hingga protokol Ellipsis 2.0 diluncurkan pada 23 Mei lalu, Binance Convert telah menambahkan beberapa pasangan EPX untuk diperdagangkan. Afid melihat EPX bisa masuk fase bearish karena sudah melampaui titik jenuh atau overbought pasca protokol baru dirilis.

“EPX bisa turun harganya kalo dilihat dari analisis teknikalnya. Penurunan dapat terjadi sekitar 15% menuju harga $ 0,0022 tapi masih jauh dari level support-nya yang berada di $ 0,0015,” ungkap Afid.

Peringkat EPX di CoinMarketCap pada Rabu (25/5) pukul 12.00 WIB adalah #2813, dengan kapitalisasi pasar tidak tersedia. Pasokan yang beredar tidak tersedia dan maksimal pasokan 1.000.000.000 koin EPX.

4. Perpetual Protocol (PERP)

Analisis teknikal Perpetual Protocol (PERP).

Perpetual protocol adalah sebuah protokol terdesentralisasi yang dapat digunakan untuk memperdagangkan kontrak perpetual dengan dana pinjaman. PERP token adalah sebuah ERC-20 native token dari Perpetual protocol yang digunakan sebagai token tata kelola dan juga staking.

Afid mengatakan PERP kemungkinan besar akan masuk zona bearish. “PERP telah mencoba untuk bergerak naik, namun tampaknya gagal dan akan terus alami penurunan. PERP bisa turun hingga harga $ 1,16 atau 17% dari $ 1,42,” jelasnya.

Peringkat PERP di CoinMarketCap pada Rabu (25/5) pukul 12.00 WIB adalah #271, dengan kapitalisasi pasar $ 103.567.376. Pasokan yang beredar 76.475.000 koin PERP dan maksimal pasokan tidak tersedia.

Baca juga: Tips Cuan Investasi Kripto Kala Market Bearish dan Kekhawatiran Stablecoin

5. Automata Network (ATA)

Analisis teknikal Automata Network (ATA).

Automata Network adalah protokol layanan terdesentralisasi yang menyediakan lapisan privasi middleware untuk dApps di beberapa blockchain. Sementara, ATA adalah token utilitas asli di ekosistem Automata Network dan merupakan bagian dari Binance Launchpool.

Afid melihat dari analisis teknikalnya, ATA telah mengalami penurunan yang cukup signifikan pada pekan lalu, kemudian berusaha konsolidasi bergerak naik, namun gagal. Kemungkinan besar ATA akan kembali masuk zona bearish pada pekan ini.

“ATA gagal menuju level resistance-nya di $ 0,26 sehingga sulit untuk bull run. ATA kemungkinan akan terus turun dari harga saat ini $ 0,18 menuju $ 0,16 atau sekitar 13%,” ucap Afid.

Peringkat ATA di CoinMarketCap pada Rabu (25/5) pukul 12.00 WIB adalah #539, dengan kapitalisasi pasar $ 29.428.002. Pasokan yang beredar 172.252.000 koin ATA dan maksimal pasokan tidak tersedia.

Disclaimer:

Konten ini bersifat informatif, bukan ajakan/anjuran membeli dan atau menjual aset kripto. Segala bentuk perdagangan aset kripto ditanggung pelanggan dengan segala risikonya karena merupakan keputusan pribadi. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas segala resiko yang terjadi, baik keuntungan maupun kerugian dari perdagangan aset kripto.

Continue Reading

Altcoin News

Mengenal Aset kripto Augur (REP) dan Orion Protocol (ORN)

Published

on

Augur (REP) dan Orion Protocol (ORN)

Augur (REP) dan Orion Protocol (ORN) adalah dua aset kripto yang memiliki utilitas yang penting dalam ruang keuangan terdesentralisasi (DeFi). Keduanya bertujuan memecahkan masalah utama untuk mewujudkan keuangan yang inklusif melalui teknologi blockchain.

Misalnya, Augur dimaksudkan untuk mendukung optimalisasi Prediction markets atau pasar prediksi yang bisa dijalankan lebih baik secara desentralisasi. Sementara, Orion Protocol dirancang untuk menggabungkan likuiditas beberapa pertukaran kripto ke dalam platform terdesentralisasi.

So, mari mengenal lebih dekat aset kripto Augur (REP) dan Orion Protocol (ORN).

Augur (REP)

Apa Itu Augur (REP)?

Augur adalah platform oracle blockchain yang terdesentralisasi dan protokol peer to peer untuk pasar prediksi. Augur adalah software open source gratis yang sebagian dilisensikan di bawah General Public License (GPL) dan sebagian dilisensikan di bawah lisensi Massachusetts Institute of Technology (MIT).

Augur adalah seperangkat smart contract yang ditulis dalam Solidity dan dapat digunakan ke blockchain Ethereum. Protokol Augur dimaksudkan untuk upaya memecahkan salah satu masalah paling sulit yang dihadapi insinyur perangkat lunak yang bekerja untuk mengembangkan aplikasi praktis untuk teknologi blockchain, terutama smart contract, masalah oracle.

Augur adalah oracle peer to peer terdesentralisasi tanpa kepercayaan yang digunakan pada protokol pasar prediktif. Oracle Augur memungkinkan informasi untuk dimigrasikan dari dunia nyata ke blockchain tanpa bergantung pada perantara atau pihak ketiga yang tepercaya.

Augur (REP)
Ilustrasi aset kripto Augur (REP).

Baca juga: Apa Itu Aset Kripto Nexo (NEXO) dan Mobilecoin (MOB)?

Augur bukan pasar prediksi, ini adalah protokol bagi pengguna aset kripto untuk membuat pasar prediksi mereka sendiri. Augur adalah satu set smart contract open source yang dapat digunakan ke blockchain Ethereum.

Protokol Augur tidak lebih dari perangkat lunak sumber terbuka, dan pengguna individu dari protokol Augur adalah orang-orang yang membuat pasar prediksi menggunakan software tersebut.

Apa yang Membuat Augur (REP) Unik?

Augur adalah satu-satunya protokol pasar prediksi yang diketahui oleh Forecast Foundation di mana tim pengembangan tidak melakukan apa pun selain menulis kode open source gratis.

Forecast Foundation dan orang-orang yang telah menulis kode protokol Augur tidak menciptakan pasar pada protokol Augur itu sendiri, mereka tidak melakukan perdagangan, atau memiliki kemampuan untuk memantau, mengontrol, menyensor, atau memodifikasi tindakan apa pun yang dilakukan pada Augur protokol.

Augur (REP) adalah aset kripto yang digunakan oleh pelapor jaringan selama fase sengketa pasar Augur. Pemegang REP harus melakukan pekerjaan, dalam bentuk mempertaruhkan aset kripto mereka pada hasil yang benar, untuk menerima sebagian dari biaya penyelesaian pasar.

Augur (REP)
Ilustrasi aset kripto Augur (REP).

Baca juga: Mengenal Dekat Kripto Wrapped Bitcoin (WBTC) dan Kava Lend (HARD)

Jika holders tidak melaporkan dengan benar, mereka tidak mendapatkan bayar. Jika alah melaporkan, akan kehilangan REP. Jika mereka tidak berpartisipasi dalam fork (ketika jaringan memiliki perselisihan yang sangat besar atas suatu hasil), secara permanen kehilangan kemampuan untuk memigrasikan REP, sehingga secara fungsional tidak berguna dalam versi Augur yang digunakan Protokol, dan secara teori membuatnya tidak berharga.

Peringkat REP di situs CoinMarketCap pada Rabu (25/5) jam 08.00 adalah #199, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar $ 113.883.548. Ini memiliki pasokan yang beredar dari 11.000.000 koin REP dan maksimal pasokan tidak tersedia.

Orion Protocol (ORN)

Apa Itu Orion Protocol (ORN)?

Orion Protocol dirancang untuk menggabungkan likuiditas beberapa pertukaran kripto ke dalam platform terdesentralisasi yang menyediakan gerbang tunggal non-kustodian ke seluruh pasar aset digital. Protokol ini didirikan pada 2018 dan diluncurkan pada 2020 oleh Alexey Koloskov dalam upaya untuk memecahkan beberapa masalah utama dari ruang keuangan terdesentralisasi (DeFi).

Orion bertujuan untuk mengatasi kesulitan dalam melakukan transaksi yang menguntungkan terkait dengan kurangnya likuiditas di sebagian besar bursa kripto. Ini adalah kasus untuk pertukaran terpusat dan terdesentralisasi. Solusi Orion untuk ini adalah dengan menggabungkan buku pesanan pertukaran menjadi satu terminal yang mudah digunakan dan dipahami.

Orion Protocol (ORN)
Ilustrasi aset kripto Orion Protocol (ORN).

Baca juga: Lebih Kenal Aset Kripto Akropolis (AKRO) & Tellor (TRB)

Tujuan Orion Protocol adalah untuk membantu pengguna mendapatkan hasil terbaik dari investasi mereka sambil juga menurunkan risiko yang terkait dengan penggunaan banyak bursa.

Apa yang Membuat Orion Protocol (ORN) Unik?

Orion Protocol beroperasi melalui pengumpulan likuiditas yang ditawarkan di beberapa bursa dalam pasar kripto dan menampilkannya dalam satu API universal. API ini menggabungkan beberapa buku pesanan dan menyederhanakannya untuk kemudahan penggunaan.

Orion Protocol juga menawarkan aplikasi manajemen portofolio yang memungkinkan pengguna untuk memantau dan merekam aktivitas mereka di seluruh bursa, memberi mereka kemampuan untuk mengatur alarm untuk peluang dan mengotomatiskan manajemen aset.

Selain itu, Orion menyediakan pasar untuk aplikasi terdesentralisasi (DApps) yang dapat diakses dan dibeli dengan mudah oleh pengguna.

Orion Protocol (ORN)
Ilustrasi aset kripto Orion Protocol (ORN).

Baca juga: Tips Cuan Investasi Kripto Kala Market Bearish dan Kekhawatiran Stablecoin

Orion Token (ORN) adalah token utilitas asli dari Protokol Orion berdasarkan standar ERC-20. Pasokannya dibatasi pada 100.000.000 ORN. ORN dapat digunakan di Orion Terminal dan untuk broker terdesentralisasi.

Peringkat ORN di situs CoinMarketCap pada Rabu (25/5) jam 08.00 adalah #410, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar $ 52.597.623. Ini memiliki pasokan yang beredar dari 34.146.255 koin ORN dan maksimal pasokan 100.000.000 koin ORN.

Augur (REP) dan Orion Protocol (ORN) Listing di Tokocrypto

Tokocrypto terus menghadirkan beberapa aset kripto baru untuk memberikan pengguna pelayanan trading yang lebih luas lagi, seperti Augur (REP) dan Orion Protocol (ORN).

Trading REP/USDT, REP/BTC, ORN/USDT, ORN/BUSD dan ORN/BTC dapat dilakukan mulai tanggal 24 Mei 2022 pukul 16.00 WIB. Kini, pengguna dapat melakukan deposit/setoran REP dan ORN di Tokocrypto sebagai persiapan trading.

DISCLAIMER : Bukan ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih beresiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.

Continue Reading

Altcoin News

Ethereum 2.0 Siap Meluncur Agustus? Ini Kejelasannya

Published

on

Ethereum 2.0 Siap Meluncur Agustus? Ini Kejelasannya

Ethereum 2.0 dikabarkan akan meluncur di Bulan Agustus 2022 setelah adanya pernyataan dari developer utama Ethereum (ETH) di acara Permissionless. 

Tim developer Ethereum sedang mengejar waktu menuju Agustus karena dengan Ethereum 2.0, mereka harus mengurus mekanisme “difficulty bomb” atau peningkatan kesulitan menambang ETH yang juga harus diluncurkan di Agustus.

Ethereum 2.0 Diprediksi Meluncur Agustus 2022

Developer utama Ethereum, Preston Van Loon menyatakan bahwa Ethereum 2.0 akan diselesaikan dalam tiga bulan ke depan. 

Sejauh ini jika sesuai rencana, menurutnya Ethereum 2.0 akan diluncurkan pada Bulan Agustus yang membuat urgensi difficulty bomb menjadi lebih besar. 

Difficulty bomb adalah mekanisme yang diciptakan oleh developer Ethereum pada Tahun 2016 dalam rangka untuk terus meningkatkan kesulitan penambangan Ethereum agar imbalan penambang terus berkurang sepanjang waktu. 

Mekanisme ini diterapkan pada blockchainnya saat ini yang menggunakan mekanisme Proof of Work

Baca juga: Belajar dari Kripto UST dan LUNA, Stablecoin Masih Aman Jadi Instrumen Investasi?

Tapi, jika ETH 2.0 diluncurkan maka mekanisme ini tidak diimplementasikan di blockchain baru, karena blockchain barunya menggunakan mekanisme Proof of Stake

Justin Drake dari Ethereum Foundation juga menyetujui rencana ini dengan mendorong developer untuk meluncurkan Ethereum 2.0 bersama difficulty bomb di Agustus. 

Nantinya jika Ethereum 2.0 diluncurkan, akan terjadi penggabungan dalam sebuah kejadian yang dinamakan The Merge. 

The Merge mereferensikan kondisi dimana data dari blockchain Ethereum Proof of Work saat ini bergabung dengan blockchain Proof of Stake yang baru.   

Kejadian ini akan membuat para penambang atau miner berubah menjadi staker atau kegiatan melakukan staking. Sebab dalam blockchain Proof of Stake, untuk menjadi validator, seorang individu harus melakukan staking

Mekanisme mining atau penambangan masih bisa dilakukan pada jaringan yang lama, namun tergantung penggunanya. 

Apa bila tidak ada yang menggunakan jaringan lama untuk transaksi maka kegiatan penambangan akan berhenti karena tidak ada transaksi yang divalidasi. 

Baca juga: Investor Terra LUNA Korsel Mencapai 280 Ribu Orang, Total 70 Miliar LUNA

Mengapa Agustus?

Banyak investor yang bertanya mengapa tim Ethereum memilih Agustus sebagai waktu peluncuran Ethereum 2.0 tersebut. 

Jawabannya adalah karena adanya mekanisme difficulty bomb yang sebelumnya telah dikatakan. 

Mekanisme difficulty bomb jika dilihat secara luas hampir dapat disamakan dengan mekanisme halving yang berada pada blockchain Bitcoin

Intinya mekanisme tersebut akan membuat validasi transaksi lebih sulit dan imbalan menjadi lebih kecil. 

Agustus merupakan waktu dimana implementasi mekanisme ini akan dilakukan lagi dan dengan adanya mekanisme tersebut urgensi Ethereum 2.0 untuk selesai menjadi lebih besar. 

Alasannya adalah, developer Ethereum dapat meningkatkan difficulty bomb secara drastis sehingga penambangan jauh lebih sulit dan imbalan jauh lebih kecil dari saat ini. 

Ethereum 2.0 Siap Meluncur Agustus? Ini Kejelasannya
Pengertian Difficulty Bomb

Bersama dengan peluncuran Ethereum 2.0, mekanisme tersebut akan mengurangi insentif untuk para validator yang menetap di blockchain lama agar pindah ke blockchain baru yaitu Blockchain Proof of Stake Ethereum 2.0. 

Jadinya developer Ethereum “mengejar target” untuk menyelesaikan Ethereum 2.0 di Agustus agar bisa “mengusir” para penambang di blockchain lama dan memberinya “tempat” baru untuk mendapat imbalan secara sekaligus. 

Hingga saat ini sangat banyak investor yang menunggu peluncuran Ethereum 2.0 karena beberapa alasan. 

Pertama adalah dengan blockchain baru maka Ethereum akan bergerak lebih efisien dengan biaya transaksi yang lebih rendah, konsumsi energi yang lebih rendah, dan kecepatan transaksi yang lebih tinggi. 

Baca juga: Tips Cuan Investasi Kripto Kala Market Bearish dan Kekhawatiran Stablecoin

Kedua adalah dengan blockchain baru maka untuk menjadi validator di Ethereum menjadi lebih mudah dari sisi mekanisme, walau tetap butuh modal untuk staking sebesar minimal 32 ETH. 

Ketiga adalah akan munculnya kelangkaan terhadap persediaan ETH yang beredar di pasar. Hal ini disebabkan dengan ETH 2.0, jumlah ETH yang dikeluarkan akan berkurang hingga 90%. 

Jadi dengan mekanisme ini ETH akan lebih langka. Jika permintaan meningkat maka kemungkinan besar harga akan meningkat. 

Ethereum 2.0 Siap Meluncur Agustus? Ini Kejelasannya
Penjelasan Mekanisme Sharding ETH 2.0

Keempat adalah dari sisi teknikal blockchain dimana akan adanya mekanisme sharding yang telah terbukti membuat peningkatan dalam efisiensi penyimpanan data dalam satu block yang berujung pada kecepatan transaksi yang meningkat. 

Hingga saat ini belum ada kabar terbaru lagi, tapi developer masih terus berusaha untuk mengejar target di Bulan Agustus 2022. 

Sumber

Continue Reading

Popular