Cara Membaca Candlestick untuk Pemula

0
30460
Cara Baca Candlestick Saham

Menentukan trend ketika akan melakukan transaksi sangat krusial bagi keberhasilan trader ketika akan melakukan transaksi. Trader harus mengetahui dengan jelas posisinya berada dimana saat itu. Dalam hal ini, setidaknya trader mampu membaca pergerakan harga dengan berbagai jenis informasi yang telah disediakan.

Informasi mengenai pergerakan harga pada semua jenis instrumen finansial termasuk pada aset kripto biasanya digambarkan dalam bentuk grafik. Grafik ini memudahkan trader untuk mengetahui pola-pola pergerakan harga yang terjadi sebelumnya. Salah satu grafik yang banyak digunakan adalah grafik candlestick.

Ada alasannya kenapa candlestick menjadi acuan paling populer bagi beberapa trader profesional. Refleksi pergerakan harga (price action) pada candlestick cukup mendasar untuk dijadikan indikator dalam memprediksi perubahan harga. Oleh karena itu, setiap trader sebaiknya tahu bagaimana cara membaca candlestick.

Dasar Cara Membaca Candlestick dengan Akurat

Pada artikel kali ini mari kita mempelajari cara membaca beberapa informasi yang tertera dalam candlestick yang perlu kita ketahui.

  1. Harga Buka (open price)

    Open mewakili harga pertama yang diperdagangkan pada time frame tertentu, ditunjukkan oleh bagian atas atau bawah tubuh. Jika harga tren naik maka candlestick akan berwarna hijau, dan jika harga turun maka akan menunjukan candlestick berwarna  merah.

  2. Harga tertinggi (highest price)

    Pada harga tertinggi akan ditunjukkan oleh bagian atas ekor yang terjadi di atas tubuh, yang disebut ekor atas. Jika pembukaan adalah harga tertinggi selama kerangka waktu maka tidak akan ada ekor atas.

  3. Harga terendah (lowest price)

    Rendah menunjukkan harga terendah yang diperdagangkan selama time frame tertentu, ditunjukkan oleh bagian bawah ekor yang terjadi di bawah tubuh, yang disebut ekor lebih rendah. Jika harga open adalah harga terendah, maka tidak akan ada ekor yang lebih rendah.

  4. Harga Terkini (Close/Current Price)

    Harga close adalah harga terakhir atau harga terbaru yang diperdagangkan pada time frime tertentu.

Contoh Candle Stick ForexAkan muncul pola-pola tertentu saat kita membaca candlestick (doji, marubozu, spinning tops, dsb). Pola-pola candlestick tersebut sebenarnya terbentuk dari “pertempuran” antara buyer-seller, di mana harga close menunjukkan kondisi terakhir dibandingkan harga open, dari situlah terbentuk body (badan) dari candlestick.

Sedangkan harga tinggi dan rendah membentuk shadow pada candlestick. Disini, panjangnya shadow menentukan seberapa kuat salah satu pihak berusaha mendorong harga. Bila lower shadow panjang, artinya seller berusaha keras untuk menjatuhkan harga. Sebaliknya, jika upper shadow panjang berarti buyer sedang berupaya menaikkan harga.

Nah, dari panjangnya shadow tadi bisa kita bandingkan dengan body-nya untuk mengetahui seberapa kuat salah satu pihak melawan pihak lain. Misalnya pada setup pin bar, umumnya price action setup tersebut digunakan untuk menandakan kontinuitas atau reversal suatu trend.

Pinbar Candle Forex

Pada pola di atas (pin bar) umumnya body memiliki shadow panjang bergerak menjauh dari harga open, sedangkan harga close-nya bergerak tidak jauh dari harga tersebut. Artinya, salah satu pihak (buyer atau seller) berusaha mendorong harga naik atau turun namun dalam perjalanannya “kehabisan tenaga” untuk meneruskan upaya karena tekanan dari pihak lawan, bisa terlihat dari harga close yang tak mampu bergerak jauh.

ARTIKEL TERKAIT : Penggunaan Platform TradingView

Contoh kasusnya pada saat terjadinya uptrend, bullish pinbar digunakan sebagai indikasi bahwa seller berada di bawah tekanan buyer, dengan kata lain harga akan naik.

Bull Pinbar Candle Forex

Berikutnya saat terjadi downtrend, bearish pin bar adalah penanda bahwa buyer berada di bawah tekanan seller, atau harga akan turun kembali.

Cara Baca Membaca Candle Stick Bear Pinbar

Contoh-contoh tadi hanya dasar dari cara membaca candlestick menurut para trader profesional. Pada perkembangannya, terdapat juga pola-pola lain mulai dari single bar pattern (satu bilah) sampai multiple bars pattern (lebih dari satu bilah).

Karena memang trend dalam pergerakan harga ini merupakan salah satu hal yang sulit ditentukan arahnya dan menjadi challenge terutama untuk trader pemula yang ingin melakukan analisis terhadap aset crypto pilihannya.

Untuk itu, teknologi blockchain juga semakin berkembang demi memudahkan trader dalam melakukan trading. Saat ini, terdapat satu gerakan yang sangat populer dan paling berdampak dalam ekosistem blockchain dan kripto sejak tahun 2019 yaitu DeFi.

Decentralized Finance (DeFi) adalah sebuah sistem yang dibangun di atas blockchain dan memiliki sistem keuangan terbuka yang bertujuan untuk menghadirkan layanan keuangan yang transparan, tersedia tanpa adanya otoritas terpusat yang dibuat dengan protokol smart contract.

Dengan adanya DeFi, pengguna dapat melakukan trading dengan lebih cepat, mudah, dan murah karena tidak adanya pihak ketiga.

Tidak hanya menyediakan fitur yang memudahkan pengguna, DeFi juga memiliki project DeFi ini cukup sukses di luar negeri, seperti: Compound, Curve, dan bahkan ada yang sempat menyaingi harga Bitcoin sebagai pemegang tahta tertinggi di dunia kripto yaitu YFI.

Sedangkan untuk project lokal, token berbasis DeFi ini sangat terbatas, baik dari segi jumlah dan penggunaannya. Dan hal ini yang menjadi concern dari Tokocrypto sehingga meluncurkan Toko Token (TKO).

Toko Token ini merupakan project DeFi pertama di Indonesia yang dibangun di atas Binance Smart Chain yang bertujuan untuk memberi kemudahan kepada masyarakat yang belum memiliki akses ke fasilitas layanan perbankan.

Serta Toko Token ini juga hadir sebagai todel hybrid (CeDeFi) yang mempunyai utilitas mulai dari exchange platform token, CeFi token, dan DeFi token. Tertarik dengan Toko Token? yuk telurusi lebih jauh apa itu TKO!