Altcoin News
Chainlink Uji Breakout, Standard Chartered Pasang Target LINK US$200 pada 2030
Tim Research Tokocrypto mengatakan proyeksi tersebut muncul di tengah meningkatnya penggunaan oracle Chainlink dan pertumbuhan narasi tokenisasi aset dunia nyata.
Harga Chainlink (LINK) kembali menjadi perhatian setelah Standard Chartered memulai coverage terhadap token ini dengan target jangka panjang US$200 pada 2030.
Tim Research Tokocrypto mengatakan proyeksi tersebut muncul di tengah meningkatnya penggunaan oracle Chainlink dan pertumbuhan narasi tokenisasi aset dunia nyata.
“Pada 11 Agustus 2026, LINK diperdagangkan di sekitar US$8,41, naik 1,45% dalam sehari. Harga saat ini sedang menguji descending trendline yang telah menahan upaya pemulihan LINK sejak Januari,” ujarnya.
Secara teknikal, level US$8,51 menjadi resistance terdekat yang perlu ditembus. Jika LINK mampu ditutup di atas level tersebut, peluang breakout yang lebih kuat dapat terbuka menuju US$9,55.
Daftar Isi
LINK Uji Resistance US$8,51
Grafik harian menunjukkan LINK sedang menekan batas atas descending trendline yang membatasi pergerakan harga sejak awal 2026. Pada sesi 11 Agustus, LINK dibuka di US$8,29, sempat naik ke US$8,45, lalu bertahan di sekitar US$8,41.
Saat ini, harga berada tepat di area uji teknikal penting. EMA 20 hari di US$8,27 dan EMA 50 hari di US$8,25 telah berhasil direbut kembali dan kini menjadi support awal jika terjadi pullback.

Namun, EMA 100 hari di US$8,51 masih menjadi resistance langsung. Di atasnya, EMA 200 hari di US$9,55 menjadi target teknikal utama berikutnya.
Supertrend berada di US$7,80 dan masih berada di bawah harga, sehingga tren jangka pendek masih mendukung pembeli. Selama LINK mampu bertahan di atas area tersebut, peluang pemulihan masih terbuka.
Meski begitu, breakout belum dapat dikonfirmasi sebelum LINK mencatat penutupan harian di atas descending trendline dan EMA 100 hari di US$8,51. Level ini menjadi kunci untuk menentukan apakah LINK akhirnya mampu keluar dari tekanan teknikal yang berlangsung sepanjang tahun.
Baca juga: PUMP Breakout ke US$0,00286, Pendapatan Pump.fun Salip Hyperliquid
Standard Chartered Targetkan LINK US$200
Dikutip Coinedition, sentimen positif terhadap Chainlink datang dari laporan Standard Chartered yang menetapkan target harga LINK di US$200 pada akhir 2030. Target tersebut mencerminkan potensi kenaikan sekitar 25 kali lipat dari level harga saat ini.
Geoff Kendrick, Global Head of Digital Assets Research Standard Chartered, memetakan target LINK secara bertahap. Proyeksinya menempatkan LINK di US$13 pada akhir 2026, US$41 pada 2027, US$82 pada 2028, US$133 pada 2029, dan US$200 pada 2030.
Argumen utama laporan tersebut berpusat pada pertumbuhan tokenisasi aset dunia nyata. Standard Chartered memperkirakan aset tokenisasi on-chain dapat mencapai US$4 triliun pada akhir 2028.
Selain itu, aset DeFi diproyeksikan tumbuh 37 kali lipat menjadi US$2,7 triliun pada 2030. Karena Chainlink memperoleh fee setiap kali menyediakan data atau memindahkan aset lintas-chain, pertumbuhan aktivitas tersebut dinilai dapat mendorong kenaikan pendapatan jaringan.
Kendrick memperkirakan fee Chainlink dapat meningkat sekitar 25 kali lipat dalam periode yang sama. Jika harga token mengikuti pertumbuhan fee tersebut, target US$200 pada 2030 dinilai masuk dalam skenario bullish jangka panjang.
Klien Institusional Perkuat Narasi Chainlink
Selain proyeksi tokenisasi, daftar pengguna Chainlink juga menjadi faktor pendukung utama. Beberapa institusi besar yang disebut menggunakan layanan Chainlink antara lain Swift, DTCC, Euroclear, JPMorgan, Mastercard, UBS, Fidelity, dan S&P Global.
Kehadiran institusi tersebut memperkuat posisi Chainlink sebagai infrastruktur penting bagi pasar aset digital, terutama ketika semakin banyak produk seperti dana tokenisasi, obligasi tokenisasi, dan aset dunia nyata lain masuk ke blockchain.
Di sisi interoperabilitas, Chainlink Cross-Chain Interoperability Protocol atau CCIP juga mencatat pertumbuhan signifikan. Lebih dari US$7 miliar nilai token disebut telah bermigrasi dari bridge lama ke CCIP setelah eksploitasi senilai US$292 juta pada April.
Volume kuartalan CCIP mencapai US$4,9 miliar pada kuartal II, naik 353% secara tahunan. Pertumbuhan ini menunjukkan permintaan terhadap infrastruktur lintas-chain yang lebih aman terus meningkat.
Jika tren ini berlanjut, Chainlink dapat memperoleh manfaat dari dua narasi sekaligus, yaitu tokenisasi aset dunia nyata dan kebutuhan interoperabilitas lintas blockchain.
Oracle Chainlink Amankan Transaksi US$33,43 Triliun
Dari sisi penggunaan jaringan, oracle Chainlink kini telah mengamankan total transaction value sebesar US$33,43 triliun. Angka ini naik dari US$30,06 triliun pada April 2026.
Artinya, lebih dari US$3 triliun transaksi berjalan melalui infrastruktur Chainlink hanya dalam empat bulan. Milestone ini menjadi salah satu sinyal bahwa pertumbuhan Chainlink tidak hanya didorong spekulasi, tetapi juga penggunaan nyata.
Chainlink juga masih mendominasi pangsa pasar oracle di beberapa blockchain besar. Pada Ethereum, Chainlink mengamankan sekitar 49,16% oracle-dependent value. Di BNB Chain, pangsanya berada di 43,02%, sementara di Base mencapai 98,91%.
Solana menjadi pengecualian karena Pyth Network memimpin dengan pangsa sekitar 46,23%. Meski demikian, dominasi Chainlink di tiga dari empat chain utama memperkuat argumen bahwa jaringan ini masih menjadi infrastruktur oracle utama di pasar.
Dominasi tersebut menjadi dasar penting bagi model valuasi berbasis fee seperti yang digunakan Standard Chartered. Semakin besar nilai aset dan transaksi yang membutuhkan data oracle, semakin besar potensi pendapatan jaringan.
Target Jangka Pendek LINK di US$9,55
Dalam skenario bullish, LINK perlu mencatat penutupan harian di atas descending trendline dan EMA 100 hari di US$8,51. Jika berhasil, hal ini dapat menjadi konfirmasi breakout teknikal pertama yang lebih kuat sepanjang 2026.
Setelah itu, target berikutnya berada di EMA 200 hari sekitar US$9,55. Jika momentum berlanjut, target Standard Chartered di US$13 pada akhir 2026 dapat menjadi area yang mulai diperhitungkan pasar.
Namun, skenario bearish tetap perlu diperhatikan. Jika LINK kembali tertolak di trendline dan turun di bawah EMA 20 hari di US$8,27, momentum jangka pendek dapat melemah.
Dalam kondisi tersebut, harga berisiko kembali menguji Supertrend di US$7,80. Jika level ini hilang, LINK dapat kembali bergerak ke area bawah range dekat US$7,00.
Untuk saat ini, prospek fundamental Chainlink terlihat lebih kuat dibanding konfirmasi teknikalnya. Target US$200 dari Standard Chartered, secured value US$33,43 triliun, dan pertumbuhan CCIP menjadi latar belakang positif bagi LINK.
Namun, harga tetap perlu membuktikan kekuatan di grafik. Penutupan harian di atas US$8,51 akan menjadi sinyal awal bahwa breakout mulai terbentuk. Jika level tersebut ditembus, LINK berpeluang menuju US$9,55. Sebaliknya, jika gagal dan turun di bawah US$7,80, token ini kemungkinan masih akan bergerak dalam tekanan sebelum mencoba pemulihan berikutnya.
Baca juga: Ondo x Chainlink Buka Era Baru, Token Saham AS Bisa Jadi Jaminan
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
-
Event2 days agoEvent Tokocrypto Minggu Ini
-
Market7 days agoPasar Kripto Hari Ini 5 Agustus 2026: Bitcoin Kembali Tembus $64.000
-
Academy4 days agoRiset Kripto 3-7 Agustus 2026: S&P500 ATH, Indonesia Deflasi, Bitcoin Ngeyel
-
Market5 days agoPasar Kripto Hari Ini 7 Agustus 2026: BTC Tertekan Data Tenaga Kerja AS


