Connect with us

Market

Drift Protocol Exploit: US$109 Juta ETH Dipindahkan ke Tornado Cash

Drift Protocol merupakan platform perdagangan derivatif terdesentralisasi berbasis Solana.
Dalam serangan pada April 2026, pelaku memperoleh kendali administratif melalui penyalahgunaan persetujuan transaksi dan mekanisme otorisasi.

Tivan

Published

on

Ilustrasi The Merge Ethereum. Sumber: Getty Images.

Dompet yang terkait dengan eksploitasi Drift Protocol memindahkan sekitar 44.510 Ethereum (ETH) senilai US$109 juta ke Tornado Cash pada 20–21 Oktober 2026. Pergerakan ini membuat pelacakan dana hasil peretasan tersebut semakin menantang.

Berdasarkan laporan Crypto.news dan Cointelegraph, transfer dilakukan dalam dua tahap. Pada 20 Oktober, sekitar 25.710 ETH senilai US$61 juta dipindahkan. Sehari kemudian, sebanyak 18.800 ETH senilai US$46 juta kembali dikirim ke layanan pencampur kripto tersebut.

Jumlah itu setara dengan sekitar 37% dari estimasi US$295 juta aset yang dicuri dalam eksploitasi Drift Protocol pada 1 April 2026. Setelah transfer tersebut, dompet yang ditandai terkait dengan pelaku masih menyimpan sekitar 56.569 ETH, dengan nilai sekitar US$138 juta, menurut data yang dikutip dalam laporan media.

Baca juga: 5 Penipuan Kripto yang Sering Terjadi dan Cara Menghindarinya

Eksploitasi Drift Protocol Bukan Akibat Bug Smart Contract

Drift Protocol merupakan platform perdagangan derivatif terdesentralisasi berbasis Solana. Dalam serangan pada April 2026, pelaku memperoleh kendali administratif melalui penyalahgunaan persetujuan transaksi dan mekanisme otorisasi.

Menurut analisis Chainalysis, serangan tersebut melibatkan kompromi terhadap proses persetujuan administratif, bukan sekadar celah pada smart contract. Investigasi keamanan juga mengaitkan serangan dengan kelompok peretas Korea Utara.

Apa Itu Tornado Cash?

Tornado Cash merupakan protokol pencampur kripto yang menggabungkan dana dari berbagai transaksi untuk mempersulit pengaitan antara alamat pengirim dan penerima.

Penggunaan layanan semacam ini dapat mempersulit analisis transaksi blockchain dan penelusuran aset oleh penyelidik. Namun, pemindahan ETH ke Tornado Cash tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa dana tersebut telah dicairkan menjadi uang tunai atau tidak dapat dipulihkan.

Baca juga: Stablecoin Adalah: Cara Kerja dan Aturan Baru AS (GENIUS Act)

Tantangan Pelacakan dan Keamanan Aset Kripto

Pemindahan dana senilai US$109 juta tersebut bukan kerugian baru bagi pengguna Drift Protocol, melainkan pergerakan lanjutan dari aset yang dicuri pada April. Meski demikian, aktivitas ini menegaskan tantangan dalam melacak dan memulihkan dana hasil peretasan.

Kasus ini juga menjadi pengingat bahwa keamanan platform kripto tidak hanya bergantung pada smart contract, tetapi mencakup pengelolaan akses administratif, persetujuan transaksi, dan perlindungan kunci serta kewenangan penting.

Pengguna perlu mempelajari praktik keamanan platform, mengaktifkan perlindungan akun yang tersedia, dan mempertimbangkan risiko penyimpanan aset pada satu layanan. Simak juga panduan tips menghindari penipuan kriptountuk memahami risiko keamanan dalam ekosistem aset digital.

Baca juga: Leverage dalam Crypto Futures: Peluang dan Risiko


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

Trending