Market
CFTC Aturan Kripto Leveraged: ANPRM dan Dampaknya ke Bursa
Pada 5 Oktober 2026, CFTC menerbitkan Advance Notice of Proposed Rulemaking (ANPRM) untuk meminta masukan publik mengenai pengaturan transaksi tersebut.
Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas Amerika Serikat (Commodity Futures Trading Commission, CFTC) tengah mempertimbangkan kerangka regulasi baru untuk transaksi kripto ritel yang melibatkan leverage, margin, atau pembiayaan. Langkah ini dapat mengubah cara bursa kripto di AS menawarkan layanan perdagangan, termasuk untuk transaksi yang selama ini diperlakukan sebagai pembelian aset spot.
Pada 5 Oktober 2026, CFTC menerbitkan Advance Notice of Proposed Rulemaking (ANPRM) untuk meminta masukan publik mengenai pengaturan transaksi tersebut. Dokumen ini kemudian dipublikasikan di Federal Register pada 13 Oktober 2026. Batas penyampaian komentar publik ditetapkan pada 14 Desember 2026.
Menurut analisis Morgan Lewis, kerangka yang dipertimbangkan CFTC mencakup dua konsep, yakni Regulation Crypto Asset Transactions (CTX) dan Regulation Crypto Asset Markets (CAM).
Apa Itu ANPRM dan Regulasi CTX?
ANPRM merupakan tahap awal proses pembuatan regulasi yang digunakan regulator untuk meminta masukan sebelum melanjutkan penyusunan aturan. Dengan demikian, pengumuman CFTC ini belum merupakan aturan final dan belum otomatis menciptakan kewajiban baru bagi pelaku pasar.
Melalui CTX, CFTC ingin memperjelas kapan transaksi aset kripto ritel masuk dalam cakupan aturan transaksi komoditas yang ditawarkan dengan leverage, margin, atau pembiayaan. Salah satu isu penting adalah apakah transaksi tetap tercakup ketika platform menawarkan fasilitas leverage, tetapi pelanggan memilih membayar aset secara penuh tanpa menggunakannya.
Pendekatan tersebut berpotensi memperluas cakupan pengawasan terhadap transaksi tertentu, bergantung pada bagaimana penawaran pembiayaan dan mekanisme penyerahan aset dinilai dalam aturan akhir.
Baca juga: Crypto Futures Trading untuk Pemula: Hal yang Perlu Dipahami
Regulasi CAM dan Isu Actual Delivery
Sementara itu, CAM dirancang untuk menyediakan jalur pendaftaran federal khusus bagi bursa yang menawarkan transaksi kripto dalam cakupan CTX. Kerangka ini berpotensi mencakup persyaratan pengawasan pasar, perlindungan aset pelanggan, serta ketentuan bagi perantara yang memfasilitasi transaksi.
Isu utama lainnya adalah actual delivery, yaitu penyerahan aset yang benar-benar memberikan kepemilikan atau kendali kepada pembeli. CFTC mempertimbangkan apakah aset yang dipindahkan ke dompet yang dikendalikan pelanggan memenuhi kriteria tersebut.
Sebaliknya, saldo yang hanya tercatat dalam pembukuan internal bursa belum tentu dianggap sebagai penyerahan aktual. Perbedaan ini penting karena dapat menentukan apakah transaksi tertentu tetap berada dalam cakupan pengawasan CFTC atau memenuhi pengecualian yang berlaku.
Dalam laporan TokenPost mengenai rencana regulasi CFTC, kerangka tersebut digambarkan sebagai upaya membuka jalur pengawasan federal bagi perdagangan kripto ritel dengan leverage tanpa secara otomatis mewajibkan seluruh bursa kripto AS mendaftar secara federal.
Baca juga: Open Interest Kripto Adalah: Cara Membaca Posisi yang Masih Terbuka
Apa Artinya bagi Trader Kripto?
Jika diterapkan, kerangka baru ini dapat memengaruhi cara bursa AS menyusun produk perdagangan, menawarkan pembiayaan, mengelola aset pelanggan, dan memenuhi persyaratan pendaftaran. Namun, dampak akhirnya masih bergantung pada hasil konsultasi publik dan ketentuan yang nantinya ditetapkan.
Bagi trader Indonesia, rencana ini tidak secara langsung mengubah ketentuan perdagangan kripto domestik. Meski demikian, perkembangan tersebut menjadi sinyal penting mengenai arah pengaturan perdagangan aset digital di pasar global.
CFTC sedang mencari kejelasan mengenai batas antara transaksi spot dan transaksi kripto ritel yang melibatkan leverage atau pembiayaan. Definisi CTX, kerangka pendaftaran CAM, serta standar actual delivery akan menjadi faktor penting dalam menentukan cakupan regulasi. Untuk saat ini, ANPRM masih berupa tahap konsultasi, bukan aturan final.
Baca juga: Leverage dalam Crypto Futures: Peluang dan Risiko
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
-
Bitcoin News6 days agoAnalisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat saat IHSG Anjlok 5,1%, Investor Menahan Panik
-
Market6 days agoIHSG Anjlok, OJK dan SRO Gelar Dialog dengan Pelaku Pasar, Bagaimana Dampaknya ke Kripto?
-
Bitcoin News5 days agoAnalisa Harga Bitcoin Hari Ini: Bitcoin Bertahan di US$82.000, ETF Outflow Bayangi Peluang Rebound
-
Market4 days agoOJK Dorong Pajak Kripto Terbaru Turun Jadi 0,1%, Trader Bisa Hemat Rp11 Ribu per Rp10 Juta

