Connect with us

Blockchain

Harga Solana Meningkat Lebih Dari 400% dalam 2 Bulan Terakhir

Published

on

Harga Solana Meningkat 400%

Bagi kamu yang hold Solana pasti sudah banyak sekali profit yang dihasilkan. Solana merupakan salah satu koin kripto yang mengalami kenaikan harga yang cukup cepat. Harga Solana mulai naik pada awal bulan Agustus 2021 dengan harga 34,25 US Dollar pada tanggal 1 Agustus 2021 dan terus meningkat hingga tanggal 20 Agustus 2021 di harga 79 US Dollar. Setelah itu sedikit mengalami koreksi pada tanggal 21 agustus hingga 25 agustus ke harga 69 USD Dollar. 

Setelah koreksi sekitar 10 US Dollar, harga Solana mengalami peningkatan yang sangat cepat mulai dari tanggal 26 Agustus 2021 hingga tanggal 8 September 2021 ke harga 216 USD Dollar dan mengalami koreksi ke harga 168 USD Dollar pada tanggal 9 September 2021. Koreksi harga berlangsung hingga tanggal 21 September 2021 ke harga 115,8 US Dollar  dan harga Solana kembali meningkat pada hari selanjutnya 29 September 2021 hingga tanggal 3 Oktober 2021 pada harga 177 US Dollar. 

 

Jika di hitung dari awal bulan Agustus 2021 hingga 3 Okotber 2021 harga Solana meningkat sekitar 410 persen. Pada bulan Oktober ini harga Solana tetap bertahan diatas harga 130 US Dollar. Bagi kamu yang membeli Solana sejak awal Agustus pastinya sudah mendapatkan untuk yang sangat berlimpah. Peningkatan harga Solana yang begitu cepat pastinya sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor tertentu seperti project yang berhasil diluncurkan oleh Solana. 

Baca Juga: Solana, Altcoin Potensial untuk Para Trader dan Investor

4 Alasan Kenapa Harga Solana Terus Naik

Banyak sekali faktor yang mempengaruhi naik turunnya harga kripto, seperti ADA yang naik saat peluncuran Cardano Smart Contract, begitu juga Solana naik karena banyak faktor yang mempengaruhinya. Berikut ini adalah faktor kenapa harga Solana terus mengalami kenaikan. 

Solana Terjun Ke NFT

Degenerate Apes merupakan sebuah terobosan besar pertama Solana ke dalam NFT. Koleksi NFT dengan kera berkostum ini menampilkan banyak ciri mulai dari kera berkostum yang sedang makan sandwich hingga kera yang sedang meniup permen karet yang memiliki tingkat kelangkaan tertentu. 

Walaupun peluncuran mengalami beberapa masalah teknis seperti tim yang kewalahan menangani jumlah permintaan akan NFT tersebut akan tetapi hal ini bukanlah masalah yang besar. Koleksi NFT 10.000 Degenerate Apes terjual habis dalam waktu kurang dari 10 menit. Volume perdagangan mencapapi lebih dari 600.000 SOL (atau lebih dari 66 juta US Dollar). Penjualan NFT ini semuanya menggunakan SOL yang mana berpengaruh besar terhadap kenaikan harga Solana. 

Berhasil Meluncurkan Project Wormhole

Wormhole atau Lubang Cacing mungkin terdengar seperti salah satu bagian yang ada di luar angkasa. Akan tetapi bagi Solana, Wormhole Project merupakan sebuah cara untuk menjembatani jaringan yang berbeda dengan mudah. Sebuah jaringan blockchain tidak dapat bekerja dengan baik satu sama lain, seperti halnya seperti dua penyedia nirkabel yang tidak bisa melakukan komunikasi satu sama lain. 

Project Wormhole ini dapat memindahkan aset antara Ethereum dan Solana dengan cepat dan murah. Solana juga selanjutnya akan membuat langkah untuk menghubungkan jaringan BSC (Binance Smart Chain) dan Terra (LUNA). 

Transaksi Tercepat

Solana merupakan salah satu kripto dengan transaksi tercepat di blockchain saat ini. Solana dapat memproses sekitar 50.000 transaksi dalam waktu satu detik dengan biaya kurang dari 0,01 US Dollar setiap transaksi. Hal ini tidak hanya bersaing dengan kecepatan transaksi pembayaran Visa akan tetapi Solana akan menjadi lebih cepat seiring dengan peningkatan hardware yang memiliki potensi 700.000 transaksi per detiknya. Kecepatan merupakan sebuah hal yang penting, dan sudah menjadi kendala bagi banyak mata uang kripto yang saat ini sedang berkembang. 

Banyaknya Project Solana

Sudah ada kurang lebih 400 proyek yang dibangun didalam jaringan Solana, termasuk berbagai aplikasi DeFi (Decentralized finance). Decentralized finance merupakan sebuah istilah yang sangat umum untuk beberapa proyek yang mengeluarkan perantara (seperti bank) dari transaksi keuangan. Sistem keuangan DeFi sangat memungkinkan transaksi antara pembeli, peminjam dan pemberi pinjaman. Sistem DeFi ini sangat mirip seperti bank. 

Peringkat kapitalisasi pasar Solana saat ini berada di peringkat 7 dengan kapitalisasi pasar sebesar 3 miliar US Dollar dan berada diatas Polkadot. Banyak juga faktor lain yang dapat berpengaruh akan kemungkinan harga Solana meningkat. Pada akhir September juga harga Solana mengalami peningkatan setelah koreksi dari harga 128 USD Dollar dan meningkat ke harga 177 USD dollar pada tanggal 3 Oktober 2021 kemarin. 

Bagi kamu yang baru mengenal dunia kripto dan ingin memiliki aset kripto kamu dapat melakukan pembelian dan penjualan di Tokocrypto. Tokocrypto sendiri juga memiliki token TKO yang saat ini memiliki kapitalisasi pasar sebesar 200 an juta US Dollar. Kamu juga bisa lebih mudah melakukan trading di Tokocrypto dengan menggunakan CryptoHero, yang mana CryptoHero ini merupakan aplikasi bot yang dapat membantu kamu dalam trading kripto. Kamu bisa membeli berbagai aset kripto yang tersedia banyak di market Tokocrypto. Selain itu kamu juga bisa mendapatkan TKO gratis dengan staking TKO di Pancakeswap. 

 

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Blockchain

Jepang Bakal Uji Coba CBDC Yen Digital di Tahun 2023, Indonesia?

Published

on

Jepang Bakal Uji Coba CBDC Yen Digital di Tahun 2023.

Bank sentral Jepang telah merencanakan uji coba central bank digital currency (CBDC) dengan tiga bank besar pada tahun 2023. Peluncuran percontohan akan sejalan dengan eksperimen awal CBDC sebelumnya selama satu tahun yang akan berakhir pada April 2023.

Uji coba ini akan memeriksa apakah infrastruktur beroperasi dengan baik untuk mengantisipasi bencana alam dan gangguan tanpa koneksi internet. Eksperimen ini juga akan mengeksplorasi bagaimana setoran dan penarikan dapat bekerja dengan Yen Digital.

Jika semua berjalan lancar sesuai rencana, Bank sentral Jepang dapat melanjutkan dan merilis CBDC Yen Digital pada tahun 2026.

Ekplorasi CBDC

Ilustrasi Central Bank Digital Currency (CBDC).
Ilustrasi Central Bank Digital Currency (CBDC).

Baca juga: Penerbitan CBDC Semakin Dekat, Australia Luncurkan Proyek Pilot

Sebelumnya, Gubernur Bank of Japan mengatakan pada Mei 2022 bahwa, meskipun Bank of Japan belum memutuskan apakah akan meluncurkan CBDC, namun pihaknya akan terus mengembangkan infrastruktur mata uang digital yang aman dan mulus di negara tersebut.

CBDC adalah versi digital mata uang fiat suatu negara—seperti dolar AS atau euro yang didukung oleh bank sentral. CBDC adalah aset digital, tetapi berbeda dari Bitcoin, Ethereum, atau Dogecoin.

China jauh di depan permainan — beberapa warganya saat ini sudah dapat berbelanja dengan Yuan Digital. Sementara itu, Bahama meluncurkan CBDC sendiri pada tahun 2020.

CBDC di Indonesia

Bank Indonesia terus mengembangkan CBDC atau yang akan dikenal sebagai Rupiah Digital. BI juga bersiap mengeluarkan Whitepaper pengembangan CBDC di akhir tahun 2022.

Ilustrasi Central Bank Digital Currency (CBDC).
Ilustrasi Central Bank Digital Currency (CBDC).

Baca juga: CBDC dan Aset Kripto Bisa Tingkatkan Inklusi Keuangan di Indonesia

Whitepaper pengembangan digital rupiah berisi laporan mengenai latar belakang dan rencana pengembangan CBDC. Penerbitan Whitepaper ini merupakan sebuah bentuk komunikasi kepada publik terkait rencana pengembangan Rupiah Digital serta untuk mendapatkan masukan dari berbagai pihak.

BI melihat pertumbuhan aset kripto dan CBDC memiliki potensi untuk mengembangkan inklusi dan efisiensi dalam sistem keuangan walaupun dengan berbagai risiko yang dikhawatirkan dapat mempengaruhi perekonomian.

Sebagian besar bank sentral di dunia terdorong untuk mengembangkan CBDC yang bertujuan mendukung mandat penguatan kebijakan moneter, tidak serta merta hanya menjaga stabilitas keuangan, tetapi juga meningkatkan efisiensi dan ketahanan sistem pembayaran.

Continue Reading

Blockchain

Binus University Jadi Kampus Indonesia Pertama yang Hadir di Metaverse

Published

on

Binus University jadi kampus Indonesia pertama yang hadir di metaverse. Foto: Binus University.

Binus University bakal menjadi kampus pertama Indonesia yang hadir di metaverse. Konsep teknologi dunia virtual kini sangat menarik untuk dikembangkan pada sektor pendidikan.

Dilansir dari situs resminya, Binus University mengambil langkah besar dalam mendukung metaverse, dibuktikan dengan terjalinnya kolaborasi strategis dengan PT WIR Asia Tbk (WIR Group) yang merupakan perusahaan pengembang teknologi berbasis AR/VR karya anak bangsa, untuk menjadi salah satu bagian dalam pembangunan Nusameta.

“Dalam waktu dekat, prototype kita melalui BINUSMAYA versi 9 akan berbentuk Metaverse dan akan kita jalankan bersama dengan Nusameta. Artinya memang proses pembelajaran berbasis gamification tadi ke depan menjadi hal yang wajib dan itu menjadi tuntutan zamannya generasi muda sekarang,” kata Prof. Meyliana.

Teknologi Metaverse

Binus University jadi kampus Indonesia pertama yang hadir di metaverse. Foto: Binus University.
Binus University jadi kampus Indonesia pertama yang hadir di metaverse. Foto: Binus University.

Baca juga: Hong Kong Kembangkan Kampus Metaverse Pertama, Ijazah NFT

Prof. Meyliana menjelaskan pihaknya akan terus mengembangkan kurikulum sesuai dengan kemajuan teknologi metaverse untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul. Binus University memiliki visi untuk menjadi Perguruan Tinggi Indonesia berkelas dunia yang dapat membina dan memberdayakan masyarakat melalui pendidikan.

Binus University bersama WIR Group membangun Nusameta, yang merupakan ekosistem metaverse yang menampilkan teknologi AR, VR dan AI di Indonesia diharapkan dapat mempermudah pengguna untuk merasakan pengalaman unik yang imersif, menggali potensi dan berbagai benefit.

Stephen Ng, Chief Executive Officer Nusameta, anak perusahaan WIR Group, menyatakan apreasiasinya terhadap Binus yang telah memilih WIR Group sebagai mitra dalam mengembangkan Eduverse.

“Masuknya BINUS dalam dunia web3 dan metaverse menambah daftar panjang sektor pendidikan, riset, dan penelitian yang memanfaatkan teknologi web3 dan metaverse untuk pengembangan berbagai lini dalam sistem pendidikan di kampus, serta kemampuan sumber daya manusia,” ujar Stephen.

Majukan Dunia Pendidikan

Kolaborasi Binus University dan WIR Group hadirkan kampus kelas dunia. Foto: Binus University.
Kolaborasi Binus University dan WIR Group hadirkan kampus kelas dunia. Foto: Binus University.

Baca juga: Kenal Jagat Nusantara Metaverse IKN yang Diresmikan Presiden Jokowi

Binus merupakan kampus pertama di Indonesia yang telah hadir di dunia virtual Nusameta yang telah di launching pada acara G20 kemarin. Harapannya dengan hadirnya Binus di Nusameta dapat memajukan dunia pendidikan ke depannya.

Kehadiran Binus University di Nusameta ini menampilkan kehidupan mahasiswa di kampus Binus. Avatar-avatar yang diciptakan bisa berinteraksi. Binus metaverse ini dirancang oleh tim Binus terdiri dari 10 dosen dan 15 mahasiswa. Adapun target utama Binus di ruang virtual ini adalah para mahasiswa Binus, alumni, dosen dan diperluas ke masyarakat.

Pengembang teknologi digital berbasis AR/VR memiliki kapabilitas yang kuat, selain karena rekam jejaknya dalam menghadirkan teknologi metaverse di berbagai negara di dunia telah terbukti, juga telah mendapat pengakuan dan dukungan dari pemerintah dalam mengembangkan Metaverse Indonesia.

Continue Reading

Blockchain

JP Morgan Resmi Daftarkan Merek Dagang untuk Layanan Wallet Kripto

Published

on

JPMorgan: Kasus FTX Buka Regulasi Aset Kripto Dipercepat.

JP Morgan telah mendaftarkan merek dagang untuk wallet atau dompet digital dan layanan pemrosesan aset kripto terkait. Merek dagang tidak secara eksklusif berlaku untuk kripto, tetapi juga dapat diterapkan pada layanan keuangan lainnya.

Menurut pengajuan ke U.S. Patent and Trademark Office, JP Morgan mengajukan merek dagang untuk “JP Morgan Wallet” pada Juli 2020. Kemudian, pengajuan akhirnya disetujui pada 15 November 2022.

Dokumen merek dagang menunjukkan bahwa itu dapat diterapkan pada layanan online, termasuk pemrosesan pembayaran aset kripto, transfer elektronik dan pertukaran mata uang virtual.

Merek dagang tidak secara eksklusif berlaku untuk layanan kripto. Ini juga dapat diterapkan untuk layanan keuangan lainnya, termasuk rekening giro virtual, pembayaran Automated Clearing House (ACH), pemrosesan cek elektronik, dan pembayaran tagihan.

Terobosan JP Morgan

menyimpan aset kripto di wallet kripto
lustrasi crypto wallet.

Baca juga: Genesis Terancam Bangkrut Potensi Kirim Bitcoin ke Titik Rendah Baru

Meskipun JP Morgan belum menerapkan merek dagang ke crypto wallet yang lengkap, ia telah membuat beberapa terobosan ke dalam industri blockchain selama beberapa bulan terakhir.

Pada tanggal 2 November, perusahaan melakukan pertukaran mata uang internasional menggunakan blockchain Polygon. Transaksi tersebut dilakukan dengan dua bank asal Singapura, DBS Bank dan SBI Digital Asset Holdings.

Selain itu, JP Morgan bermitra dengan Visa pada 11 Oktober lalu. Kemitraan tersebut bertujuan untuk mengintegrasikan produk blockchain JP Morgans Liink dengan jaringan B2B Connect Visa.

Kuat di Industri Kripto

JP Morgan juga diketahui telah melakukan transaksi on-chain yang melibatkan penyelesaian aset BlackRock, membuka ruang di dunia virtual Decentraland berbasis blockchain, dan mengomentari The Merge Ethereum baru-baru ini.

Raksasa perbankan terus mengoperasikan berbagai lini produk terkait aset kripto, termasuk jaringan blockchain Onyx dan stablecoin pribadinya, JPM Coin.

Perkembangan tersebut, meski tidak terkait langsung dengan berita hari ini, akan menempatkan bank pada posisi yang kuat untuk memperluas layanan kripto di bawah merek dompet barunya.

Baca juga: Bappebti Tinjau Ulang Daftar Aset Kripto Legal di Indonesia

Continue Reading

Popular