Connect with us

Ethereum News

Blast Layer 2 Tutup, Pengguna Diminta Tarik Dana 26 Oktober

Blast, layer-2 Ethereum, mulai ditutup dan pengguna wajib menarik aset paling lambat hari ini, 26 Oktober 2026.

Tivan

Published

on

Blast, jaringan Layer 2 Ethereum yang sebelumnya menarik dana miliaran dolar ke ekosistemnya, mulai menghentikan operasional karena model bisnisnya dinilai tidak lagi berkelanjutan.

Pengembang meminta pengguna memindahkan aset ke jaringan utama Ethereum paling lambat 26 Oktober 2026 melalui antarmuka penarikan Blast yang biasa digunakan.

Keputusan ini diambil setelah biaya pemeliharaan jaringan melampaui pendapatan yang dihasilkan.

Dalam pengumuman pada 2 Oktober 2026, tim Blast menyatakan belum melihat jalur yang realistis untuk menjadikan operasional jaringan kembali berkelanjutan secara ekonomi.

Penutupan tersebut juga berdampak pada perdagangan token BLAST.

Coinbase telah mengumumkan penghentian perdagangan token tersebut, sedangkan halaman pasar Upbit menampilkan jadwal berakhirnya pasangan BLAST/USDT pada 26 Oktober 2026.

Pengguna perlu membedakan penghentian perdagangan di bursa dari proses penarikan aset di jaringan, karena keduanya memiliki mekanisme dan tenggat yang berbeda.

Baca Juga: 3 Kripto Layer 2 Teratas yang Akan Meroket di Bulan Agustus

Apa yang Terjadi pada Blast?

Blast merupakan jaringan Layer 2 Ethereum yang dirancang untuk mendukung aktivitas aplikasi terdesentralisasi dengan menawarkan fitur imbal hasil asli untuk aset seperti ETH dan stablecoin.

Jaringan ini diluncurkan oleh tim di balik Blur, pasar NFT yang dikenal di kalangan pedagang aset digital. Blast sempat menarik perhatian besar sebelum peluncuran mainnet pada 2024.

Nilai aset yang terkunci di ekosistemnya atau total value locked (TVL) pernah melampaui US$2 miliar. Namun, aktivitas jaringan kemudian menyusut tajam.

Menurut laporan The Block, TVL Blast turun hingga sekitar US$32 juta ketika keputusan penutupan diumumkan.

Penurunan tersebut mencerminkan berkurangnya nilai aset yang berada dalam protokol, meskipun TVL saja tidak cukup untuk menggambarkan seluruh aktivitas maupun kondisi keuangan sebuah jaringan.

Tim Blast akhirnya memutuskan untuk menghentikan operasional secara bertahap. Prioritas yang diumumkan adalah membantu pengguna memindahkan aset dari Blast ke Ethereum mainnet dan membuat proses penarikan berlangsung seaman mungkin.

Tenggat Penarikan 26 Oktober

Tanggal 26 Oktober 2026 menjadi batas penggunaan antarmuka penarikan Blast yang biasa digunakan.

Pengguna diminta memindahkan aset yang masih berada di jaringan, termasuk saldo yang tersimpan melalui aplikasi web Blast atau progressive web app (PWA), ke Ethereum mainnet.

Dalam rencana penutupan, Blast terlebih dahulu menarik aset yang ditempatkan melalui Lido.

Proses ini diperkirakan membutuhkan sekitar satu minggu dan menyebabkan penarikan pengguna dihentikan sementara. Setelah proses tersebut selesai, penarikan direncanakan kembali dibuka dengan waktu tunggu 24 jam.

Penting untuk dicatat bahwa 26 Oktober bukan berarti semua aset otomatis hilang setelah tenggat tersebut.

Menurut penjelasan yang dilaporkan Crypto.news, aset masih dapat ditarik setelah tanggal itu melalui kontrak bridge Blast secara langsung di Ethereum mainnet.

Namun, pengguna harus berinteraksi dengan kontrak tersebut, bukan mengandalkan antarmuka penarikan normal.

Perbedaan ini tetap menyisakan risiko praktis. Penarikan melalui kontrak membutuhkan pemahaman teknis lebih tinggi, alamat kontrak yang benar, dan kewaspadaan terhadap situs atau panduan palsu.

Pengguna sebaiknya merujuk pada instruksi resmi Blast dan tidak menghubungkan dompet ke layanan yang tidak terverifikasi.

Alasan Penutupan

Alasan utama yang disampaikan tim Blast adalah ketidakseimbangan ekonomi.

Biaya berkelanjutan untuk memelihara jaringan kini lebih besar dibandingkan pendapatan yang dihasilkan aktivitas Layer 2, sementara tim tidak melihat jalan yang kredibel menuju operasional yang berkelanjutan.

Model Blast sebelumnya mengandalkan daya tarik imbal hasil asli untuk ETH dan stablecoin, dengan hasil yang berasal dari aktivitas seperti staking ETH dan protokol aset dunia nyata.

Strategi tersebut membantu menarik simpanan besar pada fase awal, tetapi mempertahankan jaringan membutuhkan aktivitas dan pendapatan yang cukup untuk menutup biaya operasional.

Penyusutan TVL dari lebih dari US$2 miliar menjadi sekitar US$32 juta memperlihatkan perubahan besar pada ekosistemnya.

Meski demikian, penurunan TVL tidak dapat dianggap sebagai satu-satunya penyebab penutupan; alasan resmi yang disampaikan pengembang adalah biaya pemeliharaan yang melampaui pendapatan dan tidak adanya jalur keberlanjutan ekonomi yang dinilai realistis.

Kasus ini juga menunjukkan bahwa keberhasilan menarik dana pada tahap awal tidak otomatis menjamin sebuah jaringan dapat bertahan dalam jangka panjang.

Pengembang perlu memiliki model pendapatan yang mampu menopang infrastruktur, keamanan, dan layanan kepada pengguna.

Delisting BLAST di Bursa Besar

Dampak penutupan Blast turut menjalar ke perdagangan token BLAST. Coinbase mengumumkan penghentian perdagangan BLAST pada 20 Oktober 2026.

Lewat laman resminya, Coinbase memperingatkan bahwa BLAST yang tidak dipindahkan dari Coinbase sebelum 26 Oktober berisiko tidak dapat diakses setelah jaringan Blast dihentikan.

Peringatan tersebut penting karena penghentian perdagangan tidak sama dengan penarikan aset.

Pengguna perlu memeriksa apakah BLAST berada di akun bursa, dompet kustodian, atau dompet pribadi yang terhubung langsung ke jaringan Blast.

Langkah yang diperlukan dapat berbeda untuk setiap lokasi penyimpanan.

Untuk Upbit, halaman pasar BLAST/USDT menampilkan jadwal berakhirnya pasangan perdagangan tersebut pada 26 Oktober 2026 pukul 03.00 UTC.

Informasi itu mendukung adanya penghentian pasar BLAST/USDT di Upbit, tetapi tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa seluruh layanan terkait BLAST di semua yurisdiksi Upbit dihentikan dengan jadwal yang sama.

Pengguna tetap perlu memeriksa pengumuman resmi bursa untuk memastikan jadwal perdagangan dan penarikan yang berlaku pada akunnya.

Delisting atau penghentian perdagangan di bursa juga tidak otomatis berarti token langsung tidak bernilai.

Namun, akses ke pasar dapat menyusut dan proses memindahkan aset menjadi lebih rumit, terutama ketika jaringan asalnya sedang dihentikan.

Apa yang Perlu Dicek Pengguna?

Tim Research Tokocrypto menilai bahwa penutupan Layer 2 dengan tenggat singkat menguji seberapa aman dana pengguna ketika sebuah proyek berhenti beroperasi.

Pelajaran pentingnya adalah memeriksa sejak awal apakah aset dapat ditarik, bagaimana prosesnya, dan kapan tenggat penarikan berlaku sebelum mengikuti program apa pun di jaringan yang tidak lagi aktif.

Pengguna Blast sebaiknya terlebih dahulu memastikan lokasi aset mereka.

Saldo yang masih berada di jaringan Blast, aset yang tersimpan melalui PWA, dan token BLAST di akun bursa bisa memerlukan langkah berbeda.

Periksa juga apakah aset sudah berhasil masuk ke jaringan tujuan, bukan sekadar mengandalkan status transaksi yang belum selesai.

Sebelum melakukan pemindahan, pastikan alamat tujuan dan jaringan yang dipilih benar.

Simpan transaction hash sebagai bukti transaksi dan siapkan ETH di Ethereum mainnet jika diperlukan untuk membayar biaya transaksi.

Hindari mengirim aset ke alamat yang diberikan pihak tidak dikenal atau menandatangani transaksi yang tidak dipahami.

Bagi pengguna yang melewati tenggat antarmuka normal, langkah berikutnya adalah mengikuti petunjuk resmi Blast untuk mengakses kontrak bridge di Ethereum.

Jangan menganggap aset otomatis hilang, tetapi jangan pula mengasumsikan penarikan akan semudah sebelumnya.

Status dana dan kemampuan pemulihan dapat bergantung pada aset, kontrak, serta kondisi teknis masing-masing.

Baca Juga: Ini Dia Cara Mendapatkan Bitcoin Secara Gratis!

Bukan Saran Investasi

Penutupan Blast menjadi pengingat bahwa keberlanjutan ekonomi merupakan faktor penting dalam ekosistem blockchain.

Teknologi Layer 2 dapat menawarkan transaksi yang lebih efisien dan fitur menarik, tetapi operasionalnya tetap memerlukan pendapatan, aktivitas pengguna, dan biaya pemeliharaan yang terkendali.

Bagi pengguna, prioritas saat ini adalah memastikan aset tidak tertinggal di jaringan yang sedang dihentikan dan mengikuti informasi resmi terkait penarikan serta perdagangan BLAST.

Tenggat 26 Oktober berlaku untuk antarmuka penarikan normal, sedangkan jalur melalui kontrak bridge Ethereum disebut masih tersedia setelahnya.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

Trending