Connect with us

Policy & Regulations

SEC Sebut 3 Bursa Saham Tertokenisasi: TSV, OKXICE, Perpetuals

SEC menyebut 3 bursa saham tertokenisasi. Ketiganya adalah TSV, OKXICE, dan Perpetuals

Tivan

Published

on

Stempel Komisi Sekuritas dan Bursa AS tergantung di dinding kantor pusat SEC di Washington, 24 Juni 2011. Sumber: REUTERS/Jonathan Ernst/File Photo.

Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat atau Securities and Exchange Commission (SEC) mencantumkan tiga firma yang telah menyampaikan niat untuk mengoperasikan Tokenized Securities Venues (TSV), yaitu tempat perdagangan saham tertokenisasi berbasis blockchain.

Ketiganya adalah TSV LLC, OKXICE, dan Perpetuals.com, yang masing-masing berencana memanfaatkan jaringan blockchain berbeda.

Informasi tersebut disorot dalam laporan Finance Magnates pada 22 Oktober 2026. Langkah ini menyusul penerbitan innovation exemption oleh SEC pada 17 September 2026, yang memberikan keringanan bersyarat dan sementara dari ketentuan tertentu mengenai pendaftaran bursa untuk model perdagangan saham tertokenisasi.

Meski membuka jalur baru bagi perdagangan saham di blockchain, ada satu hal yang perlu digarisbawahi: tercantum dalam daftar SEC bukan berarti suatu venue telah memperoleh persetujuan menyeluruh atau sudah beroperasi.

Berdasarkan laporan tersebut, ketiga firma belum memulai perdagangan dan wajib menyampaikan pemberitahuan operasi setidaknya 30 hari sebelum peluncuran.

Baca Juga: Stablecoin Adalah: Cara Kerja dan Aturan Baru AS (GENIUS Act)

Apa Itu Tokenized Stock Venue?

Tokenized stock venue merupakan tempat perdagangan yang memungkinkan transaksi saham tertentu yang direpresentasikan dalam bentuk token digital melalui infrastruktur blockchain.

Dalam kerangka innovation exemption, SEC menggunakan istilah Tokenized Securities Venue atau TSV untuk model perdagangan yang memanfaatkan automated market maker (AMM) dan liquidity pool dengan akses peserta yang dibatasi berdasarkan persyaratan tertentu.

Model ini berbeda dari bursa saham konvensional yang umumnya mempertemukan pesanan beli dan jual melalui sistem pencocokan pesanan.

Pada TSV, peserta yang memenuhi persyaratan dapat bertransaksi melalui kumpulan likuiditas yang menggunakan mekanisme AMM.

Melalui kebijakan yang diumumkan pada 17 September 2026, SEC memberikan keringanan bersyarat dari definisi exchange dalam Securities Exchange Act of 1934 bagi venue yang memenuhi ketentuan program.

Kebijakan tersebut juga mencakup keringanan bersyarat bagi penyedia likuiditas tertentu dari definisi dealer.

Menurut pengumuman resmi SEC, kebijakan ini dimaksudkan untuk memungkinkan pengujian perdagangan saham tertentu di blockchain sembari regulator mengumpulkan pengalaman dan masukan untuk pengembangan aturan yang lebih permanen.

Dengan demikian, innovation exemption bukan penghapusan aturan pasar modal. Keringanan tersebut hanya berlaku untuk model dan pihak yang memenuhi persyaratan yang ditentukan SEC, sementara ketentuan antikecurangan dan manipulasi pasar tetap berlaku.

Tiga Firma yang Terdaftar di SEC

Laporan Finance Magnates pada 22 Oktober 2026 menyebut tiga firma yang telah memberitahukan niatnya untuk menjalankan TSV. Ketiganya memiliki tanggal pemberitahuan dan rencana jaringan yang berbeda.

Pertama, TSV LLC menyampaikan pemberitahuan kepada SEC pada 23 September 2026. Firma ini berencana menjalankan venue di Canton Network, jaringan yang dirancang untuk mendukung aplikasi dan transaksi keuangan berbasis blockchain.

Kedua, OKXICE menyampaikan pemberitahuan pada 4 Oktober 2026.

Entitas ini merupakan usaha patungan antara OKX dan Intercontinental Exchange (ICE), perusahaan induk New York Stock Exchange (NYSE).

Rencana venue tersebut berkaitan dengan X Layer, jaringan blockchain yang dikembangkan dalam ekosistem OKX.

Kolaborasi OKX dan ICE menjadi salah satu perkembangan yang menarik perhatian karena mempertemukan perusahaan dari ekosistem aset digital dengan operator infrastruktur pasar keuangan tradisional.

Namun, kerja sama itu tidak berarti NYSE sendiri telah menjadi venue perdagangan tokenisasi tersebut atau bahwa OKXICE sudah mulai melayani transaksi.

Ketiga, Perpetuals.com, yang beroperasi melalui Kephas Corporation, menyampaikan pemberitahuan pada 14 Oktober 2026. Firma ini berencana menggunakan jaringan Kronos X Public.

Ketiga nama tersebut menunjukkan bahwa minat terhadap perdagangan saham berbasis blockchain datang dari pelaku dengan latar belakang berbeda.

Meski demikian, pemberitahuan kepada regulator baru menandai rencana untuk mengoperasikan venue, bukan bukti bahwa sistem telah diluncurkan atau seluruh persyaratan operasionalnya sudah dipenuhi.

Syarat Innovation Exemption

SEC merancang innovation exemption sebagai keringanan sementara dengan sejumlah pembatasan.

Salah satu syarat penting adalah pemberitahuan publik setidaknya 30 hari sebelum venue mulai beroperasi.

Persyaratan ini memberi waktu bagi pasar dan pemangku kepentingan untuk mengetahui rencana operasional venue sebelum perdagangan dimulai.

Program tersebut juga membatasi skala aktivitas perdagangan.

Berdasarkan ketentuan yang dirangkum dalam analisis Galaxy Research, batas volume untuk saham yang masuk kategori paling likuid ditetapkan sebesar 0,25% dari rata-rata volume perdagangan harian atau average daily volume (ADV).

Jumlah saham yang dapat diperdagangkan juga dibatasi maksimal 75 simbol.

Batas tersebut dimaksudkan untuk menjaga agar eksperimen perdagangan saham tertokenisasi tetap berada dalam skala terkendali.

Karena itu, angka 0,25% bukan persentase keuntungan atau batas kepemilikan investor, melainkan batas volume perdagangan berdasarkan acuan ADV yang ditetapkan dalam kerangka program.

Persyaratan lainnya mencakup verifikasi bahwa token memberikan hak dan keistimewaan yang sama dengan saham tradisional dari kelas yang setara.

Hak tersebut dapat mencakup hak ekonomi dan tata kelola, sesuai karakteristik saham dasarnya.

TSV juga harus menggunakan smart contract yang dapat diaudit dan dipublikasikan pada jaringan blockchain publik tanpa izin khusus untuk mengakses infrastrukturnya.

Namun, akses untuk melakukan perdagangan tetap dapat dibatasi kepada peserta yang memenuhi persyaratan venue.

Apabila perdagangan saham dasarnya dihentikan di bursa utama, TSV juga diwajibkan menghentikan perdagangan token saham terkait secara bersamaan.

Ketentuan ini bertujuan menjaga hubungan antara pasar token dan pasar saham yang menjadi acuannya.

Kerangka tersebut berlaku sementara selama lima tahun sejak diterbitkan, dengan tetap membuka ruang bagi SEC untuk mengevaluasi hasil penerapannya dan mempertimbangkan aturan lanjutan.

Artinya, pelaku usaha tidak memperoleh kebebasan tanpa batas untuk memperdagangkan semua jenis token saham.

Beda Tokenized Stock dengan ETF

Token saham dan exchange-traded fund (ETF) sama-sama dapat diperdagangkan secara digital, tetapi keduanya merupakan instrumen yang berbeda.

Saham merupakan bukti kepemilikan atas suatu perusahaan dengan hak yang melekat sesuai kelas sahamnya.

Dalam konteks innovation exemption, token saham yang memenuhi syarat harus merepresentasikan saham yang sebenarnya dan memberikan hak serta keistimewaan setara dengan saham tradisional yang menjadi dasarnya.

ETF, di sisi lain, merupakan produk investasi berbentuk dana yang biasanya memegang sekumpulan aset atau mengikuti indeks, sektor, komoditas, maupun strategi tertentu.

Investor ETF memiliki unit penyertaan dalam dana tersebut, bukan otomatis kepemilikan langsung atas setiap saham yang ada di dalam portofolionya.

Token saham juga tidak otomatis sama dengan saham langsung hanya karena harganya mengikuti saham perusahaan tertentu.

Produk yang sekadar memberikan eksposur ekonomi melalui kontrak, swap, perusahaan perantara, atau struktur pembungkus tertentu dapat memiliki hak dan risiko yang berbeda dari kepemilikan saham sebenarnya.

Galaxy Research menyoroti perbedaan ini dalam analisisnya mengenai kebijakan SEC.

Jalur tokenisasi pihak ketiga dalam program tersebut memiliki persyaratan ketat: token yang diperdagangkan harus memenuhi ketentuan representasi saham dan hak pemegangnya, bukan sekadar meniru pergerakan harga saham.

Bagi investor, pertanyaan penting bukan hanya apakah token mengikuti harga saham atau dapat diperdagangkan di blockchain, tetapi juga apa hak hukum yang dimiliki, siapa yang menerbitkan token, bagaimana aset dasarnya diverifikasi, dan bagaimana hak tersebut dapat ditegakkan.

Risiko dan Batasan

Bagi tim riset Tokocrypto, tokenisasi saham membuka jalur baru untuk mengakses aset tradisional melalui blockchain.

Teknologi ini berpotensi mengubah cara aset direpresentasikan, dipindahkan, dan diperdagangkan. Namun, peluang tersebut perlu dilihat bersama batasan regulasi dan risiko produknya.

Pertama, status operasional ketiga venue masih menjadi perhatian utama. Pemberitahuan kepada SEC bukan bukti bahwa perdagangan telah dimulai.

Setiap venue harus memenuhi ketentuan program, termasuk menyampaikan pemberitahuan operasi setidaknya 30 hari sebelum peluncuran.

Kedua, innovation exemption bersifat sementara dan bersyarat. Perubahan status regulasi atau hasil evaluasi SEC dapat memengaruhi perkembangan model bisnis ini.

Investor tidak seharusnya menganggap keringanan tersebut sebagai persetujuan permanen terhadap seluruh produk token saham.

Ketiga, risiko hukum dan kepemilikan tetap perlu diperiksa. Token yang dipasarkan sebagai saham tertokenisasi belum tentu memberikan hak yang sama dengan saham langsung.

Ketidakjelasan mengenai hak suara, dividen, kustodian, atau mekanisme penyelesaian sengketa dapat menimbulkan persoalan ketika investor hendak menggunakan haknya.

Keempat, ada risiko teknologi dan likuiditas. Kerentanan smart contract, gangguan jaringan, kesalahan operasional, maupun likuiditas yang terbatas dapat memengaruhi kemampuan investor melakukan transaksi.

Harga token juga dapat berbeda dari harga saham dasarnya, terutama ketika likuiditas kedua pasar tidak seimbang.

Terakhir, investor perlu membedakan venue yang telah memberitahukan rencana operasi dari platform yang benar-benar sudah berjalan dan memenuhi persyaratan yang berlaku.

Informasi mengenai jaringan blockchain, batas simbol, dan jadwal pemberitahuan saja tidak cukup untuk menyimpulkan bahwa produk sudah tersedia atau aman digunakan.

Baca Juga: Apa Itu ETF Bitcoin?

Kesimpulan

Pencantuman TSV LLC, OKXICE, dan Perpetuals.com dalam pemberitahuan kepada SEC memperlihatkan munculnya tiga rencana venue untuk perdagangan saham tertokenisasi di blockchain.

TSV LLC menyampaikan pemberitahuan pada 23 September 2026 untuk Canton Network, OKXICE pada 4 Oktober untuk X Layer, dan Perpetuals.com pada 14 Oktober untuk Kronos X Public.

Di bawah innovation exemption, aktivitas mereka dibatasi oleh ketentuan, termasuk batas volume 0,25% ADV untuk saham paling likuid, maksimum 75 simbol, dan kewajiban pemberitahuan operasi setidaknya 30 hari sebelum peluncuran.

Ketiga venue belum mulai trading, dan tercantum dalam daftar SEC bukan berarti sudah disetujui secara menyeluruh atau telah beroperasi.

Terkait situasi ini, tim riset Tokocrypto menekankan bahwa tokenisasi saham dapat memperluas akses terhadap aset tradisional, tetapi investor perlu memahami perbedaan antara token saham, ETF, dan saham langsung.

Hak hukum yang melekat pada token, validitas aset dasar, serta status operasional venue tetap menjadi faktor penting sebelum mengambil keputusan.

Perlu diingat, artikel ini disusun berdasarkan informasi yang tersedia hingga 24 Oktober 2026 pukul 12.36 WIB, termasuk pemberitaan tanggal 22 Oktober 2026.

Status operasional venue dan ketentuan SEC dapat berubah setelah waktu tersebut.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

Trending